Tips Menang dalam Lomba Menulis Cerpen

Salam. Bagaimana supaya menang di Lomba Menulis Cerpen? Beberapa penulis pemula yang ingin memulai menulis biasanya dengan mengikuti lomba-lomba menulis yang berlangsung. Bisa Follow Twitter @infolombanulis untuk melihat info lomba menulisyang sedang berlangsung.

Saat ini RUMPUN NEKTAR masih mengadakan Lomba Menulis Cerpen dengan Tema Romantis Idealis. Lihat Infonya di Lomba Menulis Cerpen Sastra. Banyak yang bertanya apa itu Romantis Idealis? Bagi yang bingung bisa baca mengenai Aliran-aliran dalam karya sastra.

Nah bagaimana supaya bisa lolos dalam setiap kompetisi atau lomba menulis. Selain karya ternyata ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Berikut ini kita coba memberikan TIps Menang Lomba Cerpen yang diadakan oleh beberapa penyelenggara. Silakan bisa pahami satu persatu agar kamu lebih dekat dengan gelar pemenang.

Tips Lolos Lomba Menulis Cerpen

Lolos Lomba Menulis Cerpen



1. Berdo'a
Sepele... tapi penting. "Afdholul ibadah addu'a" (sebaik-baik ibadah adalah do'a). Segala sesuatu harus disertai doa. Baik persiapan menulis, saat mengirim, atau saat menunggu pengumuman. Bagi setiap pemeluk agama pasti ada ajaran bagaimana cara berdoa yang baik. Lakukan dengan penuh optimisme

2. Aksi
Banyak penulis atau calon penulis yang ingin mengikuti lomba. Sudah save info lombanya, bookmark situsnya, tapi tidak fokus sehingga lupa dan tiba-tiba sudah deadline. Ini yang sering terjadi dan biasanya yang berangan-angan ingin mengikuti banyak lomba dalam waktu bersamaan. Maka dari itu, disarankan ikuti salah satu lomba yang menurut kamu bagus, baik dari segi kemampuan yang cocok dengan kamu, dari segi hadiah yang memang kamu butuhkan, atau dari segi panitia yang terpercaya. Fokus dan menulis untuk lomba tersebut meskipun deadline masih lama. Jangan menunggu mendekati deadline. Tetapi tidak juga harus tergesa-gesa, kalau perlu naskah diendapkan dulu untuk melalui editing lagi jika waktu masih panjang. Tetapi tetap ingat deadline. Bisa dengan mengaktifkan pengingat di laptop atau ponsel.

3. Penyelenggara Bukan Pedagang
Artinya, jangan suka menawar. Ikuti syarat dan ketentuan yang sudah tertulis. "Kalau naskahnya 3 lembar boleh nggak? kalau kirimnya pake pdf boleh nggak?" misalnya. Tanyakan yang memang belum paham atau belum dicantumkan dalam ketentuan, bukan menawar. Hal ini hanya sia-sia. Ingat! naskah yang masuk pasti akan banyak sekali, dan juri tidak mau repot dengan satu naskah yang banyak protes.

4. Ada yang Diperjuangkan
Dalam setiap perlombaan menulis, biasanya akan ditentukan tema. Hal yang pertama menjadi pegangan adalah buatlah karya sesuai tema. Tetapi tidak hanya sebatas itu. Ada yang perlu diperjuangkan di dalam isi karya. Cerpen misalnya, jika ditentukan tema Romantisme misalnya, bukan hanya menceritakan cara hidup dan pengungkapan pikiran saja, melainkan ada sesuatu yang disampaikan. Ada nilai yang bisa dipetik dengan harapan akan membawa manfaat dan mengubah pola pikir bagi pembaca. Penulis unggul hidupnya selalu dinamik karena mengalirkan gagasan-gagasan besar bagi sekitarnya. Menebar manfaat bagi umat di dunia. Jadi libatkan diri secara psikologis. Tanyakan ke hatimu ingin memberikan apa, bagaimana, dan kemana untuk dunia?

5. Jadi Sapi Ungu
Ada segerombolan sapi semuanya putih, tapi di tengah-tengah ada satu yang ungu. Tentu ini hal yang menarik bagi orang kan? Nah begitu juga naskah kamu. Posisikan bagaimana naskah kamu bisa ibarat sapi ungu di mata juri. Ada beberapa jurus dan tips yang pernah kita bahas di blog ini, diantaranya:
  a. Memikat Pembaca sejak Dini
  b. Cara Menghidupkan Dialog
  c. Membangun Struktur Cerita
  d. Menyelesaikan Konflik Batin
  e. Menghidupkan Latar
  f.  Membuat Paragraf Pertama yang Memikat

6. Tidak Ada Ide Buruk
Jangan remehkan idemu. Kalau diterapkan dalam sebuah kompetisi, sajikan ceritamu dengan tidak biasa. Lebih baik cerita biasa yang disajikan dengan gurih daripada cerita gurih yang disajikan dengan biasa. Menulis cerpen itu Showing (menggambarkan) bukan Telling (menceritakan). Bagaimana tips menulis cerpen yang baik, sudah banyak kita bahas di blog ini, diantaranya:
   a. Teknik Clustering dalam Menulis
   b. Cara Detail Menulis Cerpen
   c. Jenis-Jenis Paragraf Pembuka
   d. Penggunaan Kultur dalam Konflik Cerpen
   e. Langkah Menulis Cerpen yang Baik

7. Warga yang Baik
Nah, sebagai warga negara Indonesia yang baik, tulislah sesuai dengan Ejaan Yang Disempurnakan. Juri paling males jika harus menilai suatu karya yang tulisannya acak-acakan. Tidak harus kita pintar EYD semuanya kok. Bisa kita manfaatkan internet, kita browsing tanda baca yang kita butuhkan. Misalnya tanda baca yang mau kita gunakan dalam naskah kita saja yang kita pelajari. Lama kelamaan pasti terbiasa dan semakin banyak pembendaharaan kita mengenai EYD. Cari yang ktia butuhkan saja, itu lebih mudah daripada kita mempelajari semuanya sekaligus.

8. Manjakan Juri
Salah satu pertimbangan lain dari juri untuk memenangkan naskah adalah kamu lebih dekat dengan keinginan juri, misalnya sebuah penyelenggara mengadakan lomba cerpen, penyelenggaranya sebuah penerbit yang memiliki grup aktiflah di grup itu supaya lebih dikenali. Penyelenggara memiliki website, subscribe website itu, baca isinya dan jika perlu berkomentar lah. Jika penyelenggara memiliki twitter, bantu mention atau favoritkan tweet-nya. Intinya usahakan nama kamu memiliki frekuensi yang banyak untuk muncul di mata juri, ini akan jadi pertimbangan setelah penilaian karya. Maksudnya jika ada naskah yang memiliki nilai sama dengan kamu, maka jika namamu lebih dikenal juri, ini akan jadi pertimbangan untuk meloloskan naskahmu dengan alasan kamu aktif.

9. Karakteristik Penyelenggara
Poin ini tidak jauh dari poin sebelumnya. Kenali karakteristik penyelenggara agar kita tahu selera juri atau naskah seperti apa yang dicari, sehingga kita tidak salah dalam mengirim cerpen. Jika memang penyelenggaranya mencari cerpen remaja, tentu cerpen yang berat dengan latar dewasa akan kalah sekalipun cerpen itu bagus. Jadi, naskah yang bagus bukan berarti akan menang, tetapi cerpen yang tepat itulah yang akan menang.

10. Ranger Pink
Selain naskah yang unik, karakter penulis yang unik juga jadi pertimbangan. Misalnya, seorang penulis yang masih duduk di bangku SMP sudah bisa menulis dengan cerita yang menyentuh kehidupan sosial dan terasa nyata misalnya. Atau bisa juga latar belakang penulis yang unik. Mungkin bsia dengan latar belakang profesi yang tidak berhubungan dengan dunia tulis menulis. Ini akan jadi keunikan. Maka dari itu,  jika biasanya dalam menulis biodata, seorang penulis menuliskan buku apa saja yang sudah ia tulis, itu sudah biasa. Pernah menang lomba bla.. bla.. bla.. menerbitkan novel bla..bla.. bla.. itu bagus, tapi sudah biasa. Maka dari itu, kemas dengan unik. Bukan berarti tidak boleh dicantumkan, tetapi kemaslah secara jujur dan sederhana. Misalnya menulis tentang profesinya sebagai montir, atau lulusan sarjana pertanian tapi memiliki banyak penghargaan di dunia menulis, atau seorang tunarungu, atau cuma lulusan SD yang belajar menulis lewat internet. Berbeda membuat anda diperlakukan berbeda :)


Nah, itulah beberapa poin Tips Menang Lomba Cerpen. Semoga bisa bermanfaat untuk anda yang suka mengikuti kompetisi Lomba Menulis Cerpen. Untuk mengikuti lomba menulis cerpen, anda bisa mengikuti blog infolombanulis.blogspot.com atau follow twitter @infolombanulis.





8 Responses to "Tips Menang dalam Lomba Menulis Cerpen"

  1. Wah, terima kasih tips-tipsnya. Kebetulan saya sedang belajar menulis cerpen dalam rangka menunggu dimulainya fase editing pertama novel yang telah saya tulis. Thanks Rumpun Nektar!

    BalasHapus
  2. Postingannya oke punya . . .
    JazakAllah khoyr . . .

    BalasHapus
  3. Halo rumpun nektar. Aku Tika, kalau mau ajak kerjasama Rumpun nektar dalam kuis menulis artikel , bisa hub kemana ya? Mohon infornya terima kasih :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silakan bisa di hubungi di fanspage kami, untuk kotnak lengkap ada di halaman KONTAK http://www.rumpunnektar.com/p/contact.html

      Hapus
  4. Wuiiihh.... thanks infonya yahh

    BalasHapus
  5. Asyik banget bang blognya, gurih

    BalasHapus