Artikel Terbaru :

Latest Posts

Tentang Kerinduan Kekasih ; Kumpulan Puisi

- No Comments
rumpunnektar - Setelah sebelumnya kita menulis tentang puisi Kerinduan dan Puisi Tentang Rindu, kali ini masih bicara tentang Rindu. Bersama Nektarity lainnya, kita coba membuat Puisi Rindu Untuk Kekasih hati. Beberapa puisi ini kami buat pda saat kegiatan mingguna kita membuat karya.

Puisi Kerinduan Kekasih di bawah ini adalah beberapa puisi tentang rinud yang kita kita coba ciptakan dengan beberapa lasan. Selain untuk mengasah kemampuan menulis, juga berharap karya yang kami hasilkan bermanfaat bagi orang lain. Nah, bagi yang memang ingin memmberikan puisi untuk keasih atau bagi seorang kekasih yang sedang merindukan pasangannya, mungkin puisi di bawah ini cocok untuk hadiah di kartu ucapan untuk keasih. Berikut beberapa puisi rindu kekasih karya Nektarity


Puisi Rindu Untuk Kekasih

Puisi Rindu Untuk Kekasih

KANGEN XI
Oleh : Unus Prajakaparta 

inilah rindu, kutikam dalam ujung waktu
dalam sepi dalam tumpah anakanak hujan aku menari meluapkan bisabisa cinta

inilah rindu tempat terasing ketika kueja dalihdalih setia
Janji mengabur dalam embun pagi musna di telan surya

inilah rindu dalam debur laut
buih menetas tersapu angin semakin alpa diriku

inilah rindu nadanada serulaing bambu dalam lambaian daun bambu yang terpisahkan

oh, adakah rindu dalam rindu
berkobar setelah kutikam?
jika mungkin puisipuisi mampu jadi penawar sepi biar aku hidup dalamnya
hingga kata menjelma dirimu

Biodata Penulis : Unus Prajakaparta nama lain dari Acmad Yunus, sesosok lelaki yang mencari
Guru Sejati. Penyuka puisi. Membengun Rumah Sastra adalah impiannya









Perjamuan Rindu
Oleh : Umi Ifham
Ada rindu dalam palung jiwa
Getaran serupa kasidah cinta
Menguntai rasa dalam bait
Mencipta rima yang menggila

Pada kisi-kisi rindu
kuramu sebuah perjamuan
pada pecinta dan perindu
Tersaji segunung syair rindu
menggelora di bawah kibaran mantra cinta
Tertuju pada satu rindu

Biodata Penulis : Umi Ifham nama pena dari imroatun.












Biografi Rindu
Oleh : Azizah Nur Fitriana 

“Rindu selalu menyimpan kabut yang menyembunyikan catatan legam di dalam hati”
Begitulah , kita menyingkap kecemasan yang telah lama kita bungkus
Dalam malammalam yang semakin melonggok

Dan setiap kali langit mengilat

Kita berdiri di beranda rumah memusnahkan kerinduankerinduan
Yang sama sekali belum kita pahami

“Dan hatiku, coba lihat hatimu. Apakah ada jejak kabut
Apakah ada catatan suram kelelahan rindu. Bahkan hatiku sendiri
Telah hambar dari kekalahan maupun kemenangan—pertemuan pelesap rindu”

Kau pun akhirnya lelah, dan membenahi kembali
Kecemasankecemasan itu. Menyimpan lagi dalam peti
Yang terletak di belantara dadamu

Tapi hatimu masih mendirikan jembatan ke arah hatiku
Tapi hatimu bak setangkup pertanyaan yang membebani hatiku
Perkara rindu yang ternyata memiliki rahasia haru

“Baiklah kalau begitu, biarkan rinduku dan rindumu membaur
Kemudian bersama-sama mengulas apa saja
Yang memang perlu diulas. Rinduku-rindumu biar hanyut
Dalam genggaman cerita rindu yang gersang”

Biodata Penulis : Azizah Nur Fitriana. Lahir di bulan ke enam tanggal duabelas di sebuah kota tua, Medan. Permpuan penyuka fiksi ini dapat dihubungi melalui facebook Azizah Nur Fitriana atau email nurfitriana_azizah@yahoo.co.id








Jemu Merindu
Oleh : Indha Ferawati

Dengarkan rindu yang berdenyut
di nadiku mengalir
Tak hendak surut

Seiring jenuh mengukir

Kepada Rindu tanpa hulu dan hilir
ku pertanyakan muaraku padamu.
Kalau nanti penantianku berahir
semoga belum aku terbunuh jemu.

Biodata Penulis : Indha Ferawati menyukai sastra, dan semua keunikan yang menyimpan keindahan.


Anda juga bisa melihat karya puisi lainnya, diantaranya:
- Puisi Cinta
- Puisi Tentang Ayah
- Puisi Tema Pahlawan
- Puisi Kemerdekaan
- Puisi Tema Guru
- Puisi Idul Fitri

 Demikian beberapa Puisi Rindu Kekasih karya kami kali ini, beberapa puisi kerinduan lain akan kami posting di postingan selanjutnya, nantikan puisi-puisi tentang kerinduan selanjutnya.

JIWANTA ; Buku Kumpulan Cerpen Romantik Idealis

- No Comments
rumpunnektar.com - Salam. Setelah melalui proses panjang kompetisi dan penjurian, akhirnya Buku Kumpulan Cerpen ini bisa terlahir dengan indah. Sebuah buku kumpulan cerpen dengan aliran Romantisme yang dipadukan dengan Idealisme kini hadir dalam bentuk buku yang berisikan 12 cerpen yang matang. Kumpulan cerpen aliran Romantik Idealis ini diberi nama JIWANTA. Berikut detail bukunya :

Buku Kumpulan Cerpen


Karya sastra merupakan puncak pemakaian bahasa oleh pengarang yang digunakan untuk menuangkan pengalaman hidupnya, menyampaikan gagasan dan pesan kepada pembaca dengan bahasa sebagai mediumnya. Dengan demikian karya sastra, apapun bentuknya memiliki kedudukan yang strategis untuk menghibur dan mendidik bagi pembacanya. Cerpen sebagai salah satu bentuk karya sastra tulis, juga memiliki peran yang sangat penting dalam mengemban nilai-nilai kehidupan di masyarakat, disamping memiliki peran menghibur bagi pembacanya. Melalui cerpen seorang pengarang dapat menyelipkan humor, kritik sosial, pesan moral, dan budi pekerti, bahkan pesan religius.

Pesan-pesan yang dimuat dalam cerpen adakalanya tidak ditampilkan secara vulgar, dengan maksud supaya tidak berkesan menggurui pembaca dan agar selalu menarik untuk dibaca. Penguasaan kosakata menjadi modal penting dalam mewujudkan ide dan gagasan dalam membuat sebuah tulisan. Penguasaan kosakata sangatlah diperlukan supaya seluruh gagasan, perasaan, dan imajinasi pengarang dapat lebih terwakili dan tersalurkan melalui media cerpen.

Namun demikian, penguasaan kosakata yang baik tidak menjamin terlahirnya sebuah cerpen yang baik pula. Penguasaan kosakata lebih condong kepada kemampuan logika dalam menuangkan ide dan gagasan melalui media tulisan. Padahal dalam menulis cerpen tidaklah mengandalkan faktor logika semata, namun ada faktor lain yaitu imajinasi. Selain imajinasi yang nantinya menjadi modal untuk menulis sebuah cerpen, tentu tidak bisa dilupakan faktor lain yaitu minat. Minat yang dimaksudkan adalah minat membaca karya sastra. Minat dalam arti sederhana menyukai hal-hal yang berkaitan dengan sastra, baik lisan atau tulisan serta cerita maupun cerpen. Kecil kemungkinan orang yang tidak memiliki minat akan melakukan sesuatu hal. Demikian pula dalam penulisan cerpen, minat seseorang untuk membaca sastra akan menggiring seseorang mengekspresikan perasaanya melalui media. Sebaliknya, apabila seseorang tidak memiliki minat akan enggan menuangkan perasaannya melalui kata-kata, sebagai contoh adalah cerpen.

Buku "JIWANTA" adalah hasil dari Kompetisi Cerpen RUMPUN NEKTAR yang menunjukkan bahwa penguasaan diksi memiliki hubungan positif dan signifikan dengan pengetahuan teknik menulis cerpen yang baik. Menulis cerpen merupakan bentuk ekspresi kebahasaan yang berbentuk sastra. Dalam bersastra dituntut adanya nuansa yang bersentuhan dengan perasaan. Untuk memunculkan suasana yang penuh dengan perasaan dalam menciptakan sebuah karya sastra tidak bisa lepas dari susunan kata-kata yang struktur bahasa sebuah cerpen. Empat Belas artis yang terlibat dalam buku JIWANTA ini bicara tentang idealisme yang cantik, yang dipresentasikan dalam berbagai sudut, baik secara dramatik juga secara 'nakal'. Penguasaan kosakata dalam buku "JIWANTA" mampu melahirkan kata-kata sebagai pengejawantahan atas ide atau gagasan dan perasaan serta ekspresi diri pengarang.



Sinopsis :

Ini adalah goresan keempat kita. Goresan yang akan membuka segala rahasia yang ternyata tak juga tumpah di goresan pertama, kedua, dan ketigaku. Adakah kau membacanya? Kita sebut sebagai rahasia sebab memang tak pernah kita ceritakan ini pada apapun dan siapapun. Kita sebut goresan karena ia lahir lewat tinta busuk, pulpen sekarat yang tak akan terpakai lagi, di atas kertas kusam entah milik siapa. Tapi, benarkah ini rahasia?

Inilah goresan keempat kita. Goresan paling iblis yang keluar di atas meja, di dekat gelas kopi tanpa ampas. Malam malu-malu, mengendap mencari pagi. Membentuk sudut di ruang pengap ini. Sembilan puluh derajat, tempat siku bersandar, dan mulut yang siap mengeluh.

Inilah goresan keempat dari kita. Rahasia dari tempat paling berliku yang bersemburan saat bintang cuma satu. Racun paling buas dari mulut yang paling busuk, matang yang terlalu.

Dalam buku ini pada halaman pertama, kedua, dan selanjutnya yang akan terbuka, tersimpan hati kita. Ketika datang imaji yang hidup dan mati pada hati, kita berkejut-kejut dengan tegangan listrik berkali-kali, seperti jantung-jantung yang pernah sekarat pada irama rumah sakit. Denyut hati-hati itu berhenti pada hitungan kesembilan, napas kita berceceran pada lantai-lantai kayu. Semuanya seperti permen karet merah muda yang terbuang. Tersamarlah gelak tawa kita seperti empat tahun sebelumnya. Sebab dunia tak pernah suci dan tak akan pernah suci. Lalu mengapa kau meminta kesempurnaan? Kita tidak pernah sempurna.

Dan semua kenangan yang ada, telah terkubur bersama hari-hari kelabu yang kita lalui dan terbasuh dalam ketenangan jiwa. Lalu cahaya mencuri kunci kita pada JIWANTA.




Buku ini berisi 12 Cerpen yang mencoba menemukan pandangan-pandangan lain sebagai bentuk wadah pandangan yang berlainan. Dikumpulkan dari hasil Kompetisi Cerpen Rumpun Nektar Hunting Stories 2016 yang diikuti oleh 216 naskah. Dan cerpen di dalam buku ini merupakan cerpen terpilih dari seluruh naskah ditambah dengan beberapa naskah juri.

Jiwanta, yang berarti dalam ketenangan hidup mencoba menyuguhkan cerita-cerita kehidupan ringan yang didapat dari perenungan dan ketenangan jiwa. Kumpulan cerpen dalam buku ini mampu membuktikan bahwa ternyata tak perlu cerita yang rumit dan berat untuk dapat menghasilkan kisah yang indah, sebab banyak cerita di sekitar kita yang mampu kita tangkap dengan ketenangan jiwa.

Semoga buku kumpulan cerpen ini tidak hanya menjadi bacaan pembunuh waktu saja, namun mampu memberikan pandangan-pandangan baru dan inspirasi yang positif untuk kehidupan pembaca.

Judul Buku : JIWANTA
Penulis : Nektarity
Penerbit : Kekata Publisher
Harga promo : Rp. 45.000,-

 Bisa dibeli di Toko Buku Online di : http://www.kekatastore.com/produk/jiwanta



.

Pengertian dan Jenis-jenis Karangan dilihat dari Berbagai Sisi

- No Comments
Salam Nektarity. Kembali ktia akan membahas mengenai Bahasa dan Sastra indonesia. Kali ini kita bahas mengenai teori dalam menulis secara umum dalam kaidah bahasa indonesia. Setelah sebelumnya membahas Jenis-jenis Paragraf, kali ini kita akan membahas mengenai jenis-jenis karangan.

Jenis-jenis karangan ternyata sangat beragam dilihat dari berbagai sisi, mulai dari jenis karangan menurut bobot isinya, jenis karangan dilihat dari cara penyampaiannya, juga tujuan penyampaiannya. Bagi yang sedang menjalani studi dan membutuhkan materi jenis-jenis karangan ini, semoga artikel ini bisa memberikan pencerahan. Yuk kita bahas bersama.

Pengertian dan Jenis-jenis Karangan 

Jenis-jenis Karangan




Pengertian Karangan

Mengarang berarti ‘menyusun’ atau ‘merangkai‘. Pada dasarnya mengarang tidak hanya dalam bentuk tertulis. Seperti halnya berkomunikasi, kegiatan mengarang yang juga menggunakan bahasa sebagai mediumnya dapat berlangsung secara lisan. Seseorang yang berbicara,misalnya dalam sebuah diskusi atau berpidato secara serta-merta (impromptu), otaknya terlebih dahulu harus megarang sebelum mulutnya berbicara. Pada saat berbicara, sang pembicara itu sebenarnya “bekerja keras” mengorganisasikan isi pembicaraanya agar teratur, terarah/terfokus, sambil memikir-mikirkan susunan kata, pilihan kata, struktur kalimat; bahkan cara penyajiannya (misalnya deduktif atau induktif; klimaks atau antiklimaks).

Jadi, Karangan adalah hasil penjabaran suatu gagasan secara resmi dan teratur tentang suatu topik tahu pokok bahasan.Setiap karangan yang ideal pada prinsipnya mrerupakan uraian yang lebih tinggi atau lebih luas dari alinea.


Jenis-jenis Karangan




Jenis Karangan menurut Bobot Isinya :

1. Karangan Ilmiah
Karangan ilmiah adalah karangan atau tulisan yang diperoleh sesuai dengan sifat keilmuannya dan didasari oleh hasil pengamatan, peninjauan, penelitian dalam bidang tertentu, disusun menurut metode tertentu dengan sistematika penulisan yang bersantun bahasa dan isinya dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya/ keilmiahannya.(Eko Susilo, M. 1995:11).

Tujuan karangan ilmiah, diantaranya:
  • Memberi penjelasan
  • Memberi komentar atau penilaian
  • Memberi saran
  • Menyampaikan sanggahan, serta membuktikan hipotesa. 

Jenis-jenis karangan ilmiah, diantaranya :

 a. Skripsi
Skripsi ialah karya tulis (ilmiah) mahasiswa untuk melengkapi syarat mendapatkan gelar sarjana (S1). Skripsi ditulis berdasarkan pendapat (teori) orang lain yang didukung dengan data dan fakta empiris-objektif, baik berdasarkan penelitian langsung; observasi lapangan atau penelitian di laboratorium, atau studi kepustakaan.

b. Tesis
Tesis adalah jenis karya ilmiah yang bobot ilmiahnya lebih dalam dan tajam dibandingkan skripsi. Ditulis untuk menyelesaikan pendidikan pascasarjana. Penyususnan Tesis dituntut kemampuan untuk menggunakan istilah tehnis; dari istilah sampai tabel, dari abstrak sampai bibliografi.

c. Disertasi
Disertasi ditulis berdasarkan penemuan (keilmuan) orisinil dimana penulis mengemukan dalil yang dibuktikan berdasarkan data dan fakta valid dengan analisis terinci. Disertasi memuat penemuan-penemuan baru, pandangan baru yang filosofis, tehnik atau metode baru tentang sesuatu sebagai cerminan pengembangan ilmu yang dikaji dalam taraf yang tinggi.Peserta didik memiliki kecerdasan yang luar biasa diberikan kesempatan untuk memasuki program pendidikan dan ketrampilan sesuai dengan gaya dan irama belajarnya.


2. Karangan Semi Ilmiah
Karangan semi ilmiah adalah karangan yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan. Penulisannya menggunakan konsep yang tidak formal karena tidak sepenuhnya mengikuti metode ilmiah. Penulisan yang baik dan benar, ditulis dengan bahasa konkret, gaya bahasanya formal, kata-katanya teknis dan didukung dengan fakta umum yang dapat dibuktikan kebenarannya.

Contoh Karangan Semi Ilmiah :

Ciri-ciri Karangan Semi-Ilmiah :
  1. Emotif : kemewahan dan cinta lebih menonjol, tidak sistematis, lebih mencari keuntungan dan sedikit informasi.
  2. Persuasif : penilaian fakta tanpa bukti. Bujukan untuk meyakinkan pembaca, mempengaruhi sikap cara berfikir pembaca dan cukup informative.
  3. Deskriptif : pendapat pribadi, sebagian imajinatif dan subjektif.


3.  Karangan Non Ilmiah
Karangan Non Ilmiah (Fiksi) adalah satu ciri yang pasti ada dalam tulisan fiksi adalah isinya yang berupa kisah rekaan. Karangan non-ilmiah ditulis berdasarkan fakta pribadi, dan umumnya bersifat subyektif. Bahasanya bisa konkret atau abstrak, gaya bahasanya formal dan populer, walaupun kadang-kadang juga formal dan teknis.

Ciri-ciri :
  1. Bersifat persuasif
  2. Ditulis berdasarkan fakta pribadi
  3. Fakta yang disimpulkan subyektif
  4. Bersifat imajinatif
  5. Gaya bahasa konotatif dan populer
  6. Situasi didramatisir
  7.  tidak memuat hipotesis
  8. Penyajian digabung dengan sejarah
Contoh : cerpen, puisi, novel, komik, dll.

Lihat Juga Jenis-jenis Artikel

Jenis Karangan menurut Menurut Cara Penyajian dan Tujuan Penyampaiannya :

1. Deskripsi (Pelukisan)
Karangan deskripsi adalah karangan yang memaparkan secara rinci dengan menyertakan bukti-bukti sehingga pembaca seolah-seolah terlibat didalamnya secara langsung.

Ciri-ciri karangan deskripsi :
1. Melibatkan dengan panca indra pembaca
2. Penggunaan objek didapat dengan pengamatan bentuk, warna serta keadaan objek secara langsung
3.  Unsur perasaan lebih tajam daripada pikiran


2. Narasi (Pengisahan)
Karangan narasi ialah karangan yang menyajikan serangkaian peristiwa yang biasanya disusun menurut urutan waktu.Yang termasuk narasi ialah cerpen, novel, roman, kisah perjalanan, biografi, dan autobiografi.

Ciri-ciri karangan Narasi
  • Menyajikan serangkaian berita atau kejadian
  • Disajikan dalam urutan waktu serta kejadian yang menunjukkan peristiwa awal sampai akhir
  • Menampilkan pelaku peristiwa atau kejadian
  •  Latar (setting) digambarkan secara hidup dan terperinci


3. Eksposisi (Pemaparan)
Karangan Eksposisi adalah karangan yang menjelaskan, menerangkan, memberitahukan suatu masalah atau objek agar orang lain mengetahuinya. 

Ciri-ciri karangan Eksposisi :
  •  Menjelaskan informasi agar pembaca mengetahuinya
  •  Menyatakan sesuatu yang benar-benar terjadi (daya faktual)
  •  Tidak terdapat unsur mempengaruhi atau memaksakan kehendak
  •  Menunjukkan analisis atau penafsiran secara objektif terhadap fakta yang ada
  •  Menunjukkan sebuah peristiwa yang terjadi tentang proses kerja sesuatu
 4. Argumentasi (Pembahasan)
Karangan argumentasi adalah karangan yang mengutarakan alasan yang bertujuan membuktikan kebenaran suatu pendapat/ kesimpulan dengan data/ fakta sebagai alasan/ bukti. Dalam argumentasi pengarang mengharapkan pembenaran pendapatnya dari pembaca. Adanya unsur opini dan data, juga fakta atau alasan sebagai penyokong opini tersebut.

Ciri-ciri karangan Argumentasi :
  • Berusaha meyakinkan pembaca akan kebenaran gagasan pengarang sehingga kebenaran itu diakui oleh pembaca
  • Pembuktian dilengkapi dengan data, fakta, grafik, tabel, gambar
  • Dalam argumentasi pengarang berusaha mengubah sikap, pendapat atau pandangan pembaca
  • Dalam membuktikan sesuatu, pengarang menghindarkan keterlibatan emosi dan menjauhkan subjektivitas
  • Dalam membuktikan kebenaran pendapat pengarang, kita dapat menggunakan bermacam-macam pola pembuktian.

5. Persuasi (Pengajakan)
Karangan persuasi bertujuan untuk mengajak atau mempengaruhi pembaca untuk berbuat sesuatu untuk tujuan tertentu.

6. Campuran (Kombinasi)
Karangan Campuran Merupakan sebuah karangan murni , misalnya eksposisi atau persuasi, sering ditemukan karangan campuran atau kombinasi. Isinya dapat merupakan gabungan eksposisi dengan deskripsi, atau eksposisi dengan argumentasi.

Lihat Juga  Kalimat Simpleks dan Kompleks

Orang yang merangkai atau menyusun kata, kalimat, dan alinea tidak disebut membuat karangan jika tidak sesuai dengan kaidah yang ada. Demikian mengenai Jenis-jenis karangan yang ada di dalam bahasa Indonesia. Salam Nektarity


Daftar Pustaka :
  • Charlina dan Mangatur Sinaga. 2011.  MKDU Bahasa Indonesia. Pekanbaru: Berhati Publishing.
  • Faizah, Hasnah. 2009. Mata Kuliah Dasar Umum Bahasa Indonesia. Pekanbaru: Cendikia Insani.
  • Hermandra. 2008. Bahasa Indonesia Diperguruan Tinggi. Pekanbaru: Cendikia
    Redaksi Transmedia. 2010. Panduan EYD dan Tata Bahasa Indonesia. Jakarta Selatan: Transmedia.
  • Tim Quantum Inovatif. 2009. Buku Panduan Super Intensive SMPTN. Pekanbaru:Quantum Inovatif.
  • Tukan. 2006. Mahir Berbahasa Indonesia SMA Kelas XI . Jakarta: Yudhistira.
  • Widodo. 2006. Buku Latihan Siswa Star Idola Bahasa Indonesia SMA/MA. Solo: Putra Kertonatan.
  • Finoza, lamuddin. 2009. Komposisi Bahasa Indonesia Untuk Mahasiswa Non Jurusan Bahasa Revisi 3. Jakarta : Diksi Insan Mulia.

 

Teknik Memainkan dan Menyelesaikan Konflik Batin Dalam Membuat Cerpen

- 1 Comment
Koflik Batin Untuk Sebuah Cerpen - Dalam teori konvensional, terutama pada cerpen romantis dan realistis, alur atau plot cerpen selalu dimulai dari paparan, disusul konflik, memuncak pada klimaks, dan diakhiri dengan ending. Konflik adalah gambaran ketika mulai terjadi krisis dan para tokoh cerita mulai terlibat dalam perbedaan pendapat, kepentingan, dan tujuan. Para tokoh mulai saling bergesekan dan berkonflik.

Perbedaan karakter tokoh akan membuat konflik makin menajam dan mencekam. Konflik bisa saja terjadi secara tersembunyi dalam diri tokoh cerita (konflik batin) atau secara terbuka antar-tokoh cerita (konflik terbuka). Untuk kali ini kita akan mengupas mengenai Koflik Batin Untuk Sebuah Cerpen.



Dalam kamus besar bahasa Indonesia menyatakan bahwa konflik adalah percecokan, perselisihan, pertentangan, atau pertentangan di dalam cerita rekaan atau drama (pertentangan antara dua kekuatan, pertentangan dalam diri satu tokoh, pertentangan antara dua tokoh dan sebagainya). Sedangkan pengertian batin dalam kamus besar bahasa Indonesia, adalah sesuatu yang terdapat di dalam hati, yang menyangkut jiwa (perasaan hati), sesuatu yang tersebunyi, semangat.

Secara singkat definisi dari konflik batin adalah terganggunya hubungan antara dua orang atau dua kelompok, perbuatan yang satu berlawanan dengan perbuatan lain sehingga salah satu atau keduanya saling terganggu. Konflik pribadi yang disebabkan oleh adanya dua atau lebih keinginan atau gagasan yang saling bertentangan dan menguasai diri individu, sehingga mempengaruhi sikap, prilaku tindakan dan keputusannya. Adanya dua atau lebih keinginan, harapan atau gagasan yang saling bertentangan yang menguasai diri seseorang yang membutuhkan orang lain yang ahli dalam penyelesaiannya.


Faktor-faktor Penyebab Konflik Batin


Faktor-faktor yang memegang peran penting dalam beberapa gangguan batin antara lain :
  • Agresi, menunjukkan bahwa konflik terjadi karena perasaan marah yang ditunjukkan kepada diri sendiri.
  • Kehilangan, merujuk pada perpisahan traumatik individu dengan benda atau seseorang yang sangat berarti.
  • Kepribadian, menguraikan bagaimana konsep diri yang negatif dan harga diri rendah mempengaruhi sistem keyakinan dan penilaian seseorang terhadap faktor pencetus konflik.
  • Kognitif, depresi merupakan masalah kognitif yang dominasi oleh evaluasi negatif seseorang terhadap dirinya sendiri, dunia seseorang dan masa depannya.
  • Ketidakberdayaan, trauma bukanlah satu-satunya faktor menyebabkan masalah tetapi keyakinan bahwa seseorang tidak mempunyai kendali terhadap hasil yang penting dalam kehidupannya.
  • Perilaku, berkembangan dari kerangka teori belajar sosial bahwa penyebab konflik dalam diri terletak pada kurangnya keinginan positif dalam berinteraksi dengan lingkungan.
  • Perbedaan individu yang meliputi berbedaan pendirian dan perasaan
  • Perbedaan latar belakang kebudayaan sehingga membentuk pribadi-pribadi yang berbeda.
  • Perbedaan kepentingan antara individu atau kelompok
  • Perubahan-perubahan nilai yang cepat dan mendadak dalam masyarakat.

Cara Mengendalikan Konflik


Mengidentifikasi jenis-jenis konflik, artinya berusaha mengenali jenis konflik apa yang sedang dialami, konflik pribadi, keluarga, dengan teman, dengan sekolah dan seterusnya. Mencari sumber konflik, untuk mengetahui penyebab terjadinya konflik mulailah dari diri sendiri, baru kepada yang lainnya. Jika sudah diketahui sumber konfliknya, setelah itu rumuskan sesuai dengan sumber-sumber yang anda peroleh secara objektif. Mengatasi konflik, mengatasi konflik sebenarnya tidak terlalu sulit, jika sudah mengetahui teknik atau caranya. Cara yang sederhana dalam mengatasi konflik yaitu lakukan introspeksi diri kemudian gunakan kekuatan daya pikir sehat anda.


Startegi Penyelesaian Konflik


  • Kompetisi penyelesaian konflik yang menggambarkan satu pihak mengalahkan atau mengorbankan yang lain.
  • Akomodasi cermin yang memberikan keseluruhannya penyelesaian pada pihak lain tanpa ada usaha memperjuangkan tujuannya sendiri. Proses tersebut adalah taktik perdamaian.
  • Sharing, satu pendekatan penyelesaian kompromistis antara dominasi kelompok dan kelompok dan kelompok damai. Satu pihak memberi dan yang lain menerima sesuatu.
  • Kolaborasi, bentuk usaha penyelesaian konflik yang memuaskan kedua belah pihak. Usaha ini adalah pendekatan pemecahan problem yang memerlukan integrasi dari kedua pihak.
  • Penghinaan, menyangkut ketidakpedulian dari kedua kelompok, keadaan ini menggambarkan penarikan kepentingan atau mengacuhkan kepentingan kelompok lain.

Baca Juga UNSUR-UNSUR PEMBANGUN CERPEN

Demikian mengenai Teknik Memainkan dan Menyelesaikan Konflik Batin Dalam Membuat Cerpen. Semoga Bermanfaat.

Referensi:
Andrie. 2011. Fator Penyebab Konflik dan Strategi Penyelesaiannya, andrie07.wordpress.com//2009/11/25.
Muntijo. 2011. Analisis Konflik Batin, munjito.wordpress.com//2011/07/21.
Shsetyaningsih. 2011. konflik dan berbagai permasalahannya, ningsihsetya99.wordpress.com/category

Pengertian dan Sejarah Psikolinguistik

- 1 Comment
Setelah sebelumnya kita membahas Psikoanalisis, kali ini ktia akan membahas mengenai Psikolinguistik. sejarah perkembangan psikolinguistik. Psikolingusitik adalah ilmu bahasa yang mempelajari dan mengalisis hubungan secara langsung tuturan bahasa dalam konteks ilmu psikologi. Ilmu psikolinguistik membahas mengenai gejala-gejala bahasa yang banyak hubungannya dengan kejiwaan manusia. Ilmu yang secara khusus memepelajari hubungan psikologi dengan ilmu linguistik.

Sebagai kajian utama, psikolinguistik memelajari ilmu-ilmu bahasa yang sedang kita lakukan. Awalnya, psikolinguistik bukanlah ilmu mandiri yang dikaji secara khusus. Psikolinguistik merupakan ilmu yang dikaji secara terpisah baik oleh pakar linguistik maupun pakar psikologi. Istilah psikolinguistik ini pertama kali digunakan oleh Thomas A. Sebeok dan Charles E. Osgood pada tahun 1954 pada sebuah buku yang berjudul Psycholinguistik : A Survey of Theory and Research Problems, meskipun sebenarnya kajian ilmu ini sudah ada sejak zaman Sokrates dan Panini.


Pengertian Psikolinguistik


Psikolinguistik adalah penggabungan antara dua kata 'psikologi' dan 'linguistik'. Psikologi merupakan alih kata dari bahasa Inggris ”psychology” yang berasal dari bahasa Yunani ”psyche” yang berarti jiwa, roh, atau sukma dan ”logos” yang berarti ilmu. Jadi, secara etimologis psikologi berarti ilmu jiwa atau ilmu yang objek kajiannya adalah jiwa. Sedangkan secara terminologis menurut Sarwono sebagaiman dikutip oleh Tien Rafida mengemukakan bahwa psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku manusia dalam hubungannya dengan lingkungan. Atau ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dan hubungan-hubungan antar manusia.

Linguistik  berpadanan dengan kata linguistics dalam bahasa Inggris, linguistique dalam bahasa Perancis, lingua dalam bahasa Italia, lengue dalam bahasa Spanyol, dan linguistiek dalam bahasa Belanda yang berasal dari bahasa latin ”lingua”  yang berarti ”bahasa”.  Kemudian kata tersebut diserap kedalam bahasa Indonesia menjadi linguistik yang dapat diartikan sebagai ilmu bahasa atau ilmu yang menelaah bahasa sebagai objek kajiannya secara ilmiah. Psikolinguistik mempelajari faktor-faktor psikologis yang memungkinkan manusia mendapatkan, menggunakan, dan memahami bahasa. 



Sejarah Psikolinguistik

Ada beberapa tokoh linguistik, diantaranya yang mengkaji bahasa secara psikologi adalah Von Humbolt, Ferdinand de Saussure, Edward Sapir, Leonard Bloomfield, dan Otto Jespersen. Von Humbolt (1767-1835). Mereka merupakan ahli linguitik asal Jeman yang membandingkan tatabahasa antar bahasa yang berlainan dengan tabiat penutur bahasa.  Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa tatabahasa suatu bangsa menunjukkan pandangan hidup bangsa tersebut. Von Humbolt sangat dipengaruhi aliran rasionalisme yang menganggap bahwa bahasa adalah bagian yang tidak dapat dipotong-potong atau diklasifikasikan seperti pada pendapat aliran empirisme. Sedangkan Ferdinand de Saussure (1858-1913), memperkenalkan tiga istilah penting dalam linguistik, yaitu langue, langage dan parole. Langue bermakna bahasa tertentu yang masih bersifat abstrak, langage bermakna bahasa yang bersifat umum, sedangkan parole merupakan bahasa tuturan secara konkret. 

Saussure menegaskan bahwa kajian linguistik adalah langue, sedangkan objek kajian psikologi adalah parole.  Oleh karena itu, linguis berkebangsaan Swiss ini berpendapat, jika ingin mengkaji bahasa secara utuh, maka ilmu yang dapat mengkajinya adalah linguistik dan psikologi.   Edward Sapir (1884-1939),  mengkaji hubungan antara bahasa dengan pikiran.

Dalam perjalanannya, ada beberapa pakar psikologi yang juga mengkaji psikologi secara linguistis. Pakar-pakar tersebut diantaranya John Dewey, Karl Buchler, Wundt, Watson, dan Weiss.

John Dewey (1859-1952) merupakan psikolog kebangsaan Amerika yang menganut empirisme murni.  Beliau menafsirkan bahasa kanak-kanak berdasarkan prinsip-prinsip psikologi. Beliau menyarankan agar penggolongan kata-kata untuk anak-anak berdasarkan pada makna yang dipahami anak-anak.

Karl Buchler,  ialah pakar psilogi kebangsaan Jerman yang menulis buku berjudul Sparch Theorie (1934). Ia  menyatakan bahwa bahasa manusia memiliki tiga fungsi yang disebut Organon Modell der Saprch yaitu Kungabe (Ausdruck) Appell (Auslosung) dan Darstellung. Kungabe adalah tindakan komunikatif berwujud verbal. Appell adalah permintaan yang ditujukan kepada orang lain. Darstellung adalah penggambaran masalah pokok yang dikomunikasikan.

Wundt (1932-1920), ialah pakar psikologi Jerman yang pertama kali mengembangkan teori mentalistik bahasa.   Wundt mengjelaskan bahasa alat untuk melahirkan pikiran. Hal ini terjadi karena terdapat perasaan-perasaan serta gerak-gerak yang melahirkan bahasa secara tidak sadar. Menurut Wund, satu kalimat merupakan suatu kejadian akal yang terjadi secara serempak. Wundt pun terkenal dengan teori performansi bahasa (language performance). Teori ini menjelaskan dua aspek, yakni fenomena luar (citra bunyi) dan fenomena dalam (rekaman pikiran).

Watson (1878-1958), menyamakan antara perilaku berbahasa dengan perilaku lainnya seperti makan, berjalan, dll.   Perilaku bahasa menurut Watson adalah hubungan stimulus-respons (S-R) yang menyamakan perilaku kata-kata dengan benda-benda. Dengan demikian, pakar psikologi berkebangsaan Amerika ini menganut aliran psikologi behaviorisme.

Weiss, mengakui adanya aspek mental dalam bahasa.  Hanya saja, karena wujud bahasa tidak tampil secara fisik maka sukar dikaji dan diwujudkan kecuali jika bahasa berada pada konteks sosialnya. Weiss banyak berjasa bagi perkembangan awal psikolinguistik, beberapa masalah yang berhasil dipecahkan Weiss secara psikologi-bahasa menurut alirannya, behaviorisme adalah :
  • a. bahasa merupakan satu kumpulan respons yang jumlahnya tidak terbatas terhadap suatu stimulus.
  • b. pada dasarnya, perilaku bahasa menyatukan anggota suatu masyarakat ke dalam organisasi gerak syaraf.
  • c. perilaku bahasa adalah sebuah alat untuk mengubah dan meragamkan kegiatan seseorang sebagai hasil warisan dan hasil perolehan.
  • d. Bahasa dapat merupakan stimulus terhadap suatu respons.
  • e. respons bahasa sebagai suatu stimulus pengganti untuk benda dan keadaan yang sebenarnya memungkinkan kita untuk memunculkan kembali suatu hal yang pernah terjadi, dan menganalisis kejadian ini dalam bagian-bagian.

Dibukanya program khusus psikolinguistik pada tahun 1953 oleh R. Brown meruapakn tanda formal ilmu ini adalah disiplin mandiri.  Sarjana pertama disiplin ilmu ini adalah Eric Lenneberg.  Pakar lain yang kemudian muncul adalah Leshley, Osgoods, Skinner, Chomsky, dan Miller yang kesemuanya sangat berjasa bagi perkembangan psikolinguistik.  Pada tahun 1957 Skinner menerbitkan buku Verbal Behaviour.  Pada tahun yang sama Chomsky mengeluarkan buku Syntactic Structure.  Kemudian Leshley berpendapat bahwa lahirnya suatu ucapan bukanlah pertalian serentetan respeons tetapi merupakan kejadian serempak, dan secara tidak langsung struktur sintaksis ucapan itu dihubungkan dengan bentuk urutannya. George Miller dalam artikelnya yang berjudul “The Psycolinguistics” (1965) menjelaskan bahwa lahirnya ilmu psikinguistik karena kontribusi ilmu psikologi yang mengakui bahwa akal manusia menerima lambang-lambang linguistik, sedangkan linguistik mengakui bahwa diperlukan psiko-motor-sosial untuk menggerakkan tata bahasa.  Miller pun memperkenalkan teori generatif transformasi Chomsky yang menganggap bahwa bahasa merupakan kemampuan manusia  yang sangat rumit.

Oleh karena itu, tugas psikolinguistik adalah meneliti kemampuan yang rumit itu dengan terperinci.  Miller pun menegaskan bahwa bahasa bukan hanya mempermasalahkan arti tetapi bagaimana kekmampuan manusia dalam mengatur syaraf-sayaraf atau kalimat-kalimat baru yang sangat berguna. Jika disimpulkan, pada awalnya, psikolinguistik beraliran behaviorisme.  Namun, berdasarkan perkembangannya yang bersifat mentalis dan mencoba menjelaskan hakikat rumus yang dihipotesiskan, maka kajian psikolinguistik pun semakin berkembang pada arah kognitif.  Lahirnya tata bahasa generatif oleh Chomsky  merupakan inovasi tersendiri di bisang ini.  Oleh karena itu, Chomsky disebut sebagai “Bapak Linguistik Modern” sedangkan Wilhem Wundt disebut sebagai “Bapak Psikolinguistik Klasik”.  

Tiga Generasi Psikolinguistik

Perkembangan disiplin ilmu psikolinguistik telah merangsang Mehler dan Noizet untuk menulis artikel “Vers une Modelle Psycholinguistique du Locuter” (1974) yang dimuat di Textes Pour une Psycholinguistique.  Dalam artikel ini dijelaskan bahwa ada tiga generasi perkembangan psikolinguistik.

Psikolinguistik Generasi Pertama 
Psikolinguistik generasi pertama ini ditandai oelh penulisan artikel “Psycholinguistics : A Survey of Thery and Research Problems” yang disunting oleh C. Osgoods dan Sebeok.  Maka kedua tokoh ini dinobatkan sebagai tokoh psikolinguistik generasi pertama. Titik pandang Osgoods dan Sebeok dipengaruhi aliran behaviorisme.

Psikolinguistik Generasi Kedua
Teori-teori generasi pertama ditolak oleh beberapa tokoh seperi Noam Chomsky dan George Miller.  Menurut Mehler dan Noizet, psikologi generasi kedua telah menagatasi ciri-ciri atomistik psikolinguistik.  Psikologi generasi ini berpendapat bahwa dalam proses berbahasa bukanlah butir-butir bahasa yang diperoleh, melaikan kaidah dan sistem kaidahnya. 

Psikolinguistik Gegerasi Ketiga 
Psikolinguistik generasi kedua menyatakan bahwa analisis mereka mengakui bahasa telah melampaui batas kalimat. Namun, pada kenyataannya, analisis mereka baru sampai pada tahap kalimat saja, belum pada wacana. Kekurangan analisis pada psikolinguistik generasi kedua kemudian diperbaharui oleh psikolinguistik generasi ketiga. G. Werstch dalam bukunya Two Problems for the New Psycholinguistics memberi karakteristik baru ilmu ini sebagai “psikolinguistik baru”.

Sedangkan subdisiplin psikolinguistik adalah sebagai berikut :
a.Psikolinguistik Teoritis
b. Psikolinguistik Perkembangan
c. Psikolinguistik Sosial
d. Psikolinguistik Pendidikan
e. Psikolinguistik Neurology ( neuropsikolinguistik )
f. Psikolinguistik Eksperimen
g. Psikolinguistik Terapan

Lihat Juga Pengertian Linguistik

Jika linguistik adalah disiplin akademis yang mengenai kompetensi linguistik, maka psikolinguistik merupakan disiplin yang melibatkan dirinya dengan performansi atau pelaksanaan linguistik. Psikolinguistik adalah cabang dari psikologi kognitif. Demikian mengenai Pengertian Psikolinguistik dan Sejarah Psikolinguistik. Salam Nektarity.

Daftar Pustaka
  • Dardjowidjojo, Sunjono. 2003. Psiko-Linguistik Pengantar Pemahaman Bahasa Manusia. Jakarta: Yayasan Obor.
  • Djumransjah. 2004. Pengantar Filsafat Pendidikan.  Malang : Bayumedia Publishing.
  • Mar’at, Samsuniwiyati. 2005. Psikolingusitik Suatu Pengantar. Bandung : Refika Aditama.

 .

Sekilas Tentang Linguistik

- 3 Comments
Linguistik adalah ilmu tentang bahasa atau ilmu yang menjadikan bahasa sebagai objek kajian. Setiap ilmu, apapun itu, pasti memiliki manfaat bagi hidup manusia. Begitu juga ilmu linguistik, akan membawa manfaat dalam hubungan dengan bahasa. Bahasa adalah sistem, dan bahasa adalah lambang; dan kini, bahasa adalah bunyi.

Alat komunikasi manusia adalah bahasa. Manusia sering disebut-sebut sebagai Homo Sapien (Makhluk Berfikir), Homo Sosio (Makhluk yang Bermasyarakat), Homo Faber (Makhluk Pencipta Alat), dan juga Animal Rationale (Makhluk Rasional yang Berakal Budi). Oleh karena itu bisa disimpulkan bahwa alat komunikasi manusia yang namanya bahasa adalah bersifat manusiawi, dalam arti hanya milik manusia dan hanya dapat digunakan oleh manusia itu sendiri.

Andreas Kemke, seorang ahli Filologi dari Swedia pada abad ke-17 yang menyatakan bahwa Nabi Adam dulu di Surga berbicara dalam bahasa Demnark, sedangkan ular berbicara dalam bahasa Prancis, adalah tidak dapat dibuktikan kebenarannya karena tidak didukung oleh bukti empiris. Studi bahasa pada zaman Yunani mempunyai sejarah yang sangat panjang, yaitu kurang lebih sekitar 600 tahun. Studi bahasa pada zaman Romawi dapat dianggap kelanjutan dari zaman Yunani sampai dengan munculnya kerajaan Romawi. Boleh dikatakan orang Romawi mendapat pengalaman dalam bidang linguistik dari orang Yunani.

Pada awalnya penelitian bahasa di Indonesia dilakukan oleh para ahli Belanda dan Eropa lainnya, dengan tujuan untuk kepentingan pemerintahan kolonial. Pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 pemerintah kolonial sangat memerlukan informasi mengenai bahasa-bahasa yang ada dibumi Indonesia untuk melancarkan jalannya pemerintahan kolonial di Indonesia.

Arti Linguistik


Tatanan linguistik dalam ilmu linguistik umum dapat dibagi menjadi 4 yaitu :
1. Tatanan linguistik ( 1 ) : Fonologi
2. Tatanan linguistik ( 2 ) : Morfologi
3. Tatanan linguistik ( 3 ) : Sintaksis
4. Tatanan linguistik ( 4 ) : Semantik

Morfologi kata merupakan satuan terbesar dalam tatanan linguistik( satuan terkecilnya ialah Morfem). Dalam sejarah studi linguistik istilah frase banyak digunakan sebagai satuan sintaksis yang satu tingkat berada dibawah satuan klausa atau satu tingkat berada diatas satuan kata. Bukan hanya itu dalam tataran linguistik juga terdapat relasi makna. Yang dimaksud dengan relasi makna adalah hubungan semantik yang terdapat antara satuan bahasa yang satu dengan satuan bahasa yang lainnya. Satuan bahasa disini dapat berupa kata, frase, maupun kalimat dan relasi semantik itu dapat menyatakan kesamaan makna, pertengahan makna, ketercakupan makna, kegandaan makna atau juga kelebihan makna.


Linguistik Umum


Linguistik adalah telaah ilmiah mengenai bahasa manusia. Linguistik umum adalah Linguistik yang berusaha mengkaji kaidah-kaidah bahasa secara umum. Linguistik umum adalah ilmu Linguistik yang berusaha mengkaji kaidah-kaidah umum, kaidah bahasa secara umum. Kesimpulan dari definisi ini yaitu kajian ini dapat dilakukan terhadap keseluruhan sistem bahasa atau juga hanya pada satu tataran dari system bahasa itu. Sebuah tulisan dibuat untuk dipahami maksud dan tujuannya sehingga proses yang dilakukan penulis tidaklah sia-sia. Walaupun teori tentang ilmu Linguistik.


Linguistik Tradisional

Linguistik Tradisional sering dipertentangkan dengan bahasa struktural, bedanya tata bahasa tradisional menganalisis bahasa pada filsafat dan semantik, sedangkan tata bahasa struktural berdasarkan struktur/ciri formal yang ada pada suatu bahasa tertentu. Bagaimana terbentuknya tata bahasa tradisional akan dibicarakan sebagai berikut :

A. Linguistik Zaman Yunani ( abad ke 5 SM – abad ke 2 SM )

Yang menjadi pertentangan saat itu adalah :
Pertentangan antara fisis dan nomos. Bersifat fisis maksudnya bahasa itu mempunyai hubungan asal-usul, sumber dalam prinsip-prinsip abadi dan tidak dapat diganti diluar manusia itu sendiri, konversional artinya, makna-makna kata itu diperoleh dari hasil-hasil tradisi / kebiasaan. Pertentangan anologi dan anomali. Kaum anologi ( Plato dan Ariestoteles ) berpendapat bahwa bahasa bersifat teratur, analogi sejalan dengan kaum naturalis, sedangkan anomali berpendapat bahwa bahasa itu tidak teratur. Kaum anomali sejalan dengan kaum konvensional. Kaum / yokoh pada Zaman Yunani :

1. Kaum Shophis ( abad ke 5 SM )

Mereka dikenal karena :
  • a. Mereka melakukan kerja secara empiris
  • b. Melakukan kerja secara pasti dengan menggunakan ukuran tertentu.
  • c. Mementingkan bidan retorika dalam studi bahasa.
  • d. Memberikan tipe-tipe akalimat menjadi kalimat narasi, kalimat Tanya, kalimat jawab, kalimat perintah, kalimat laporan, doa dan undangan. Gregorias membicarakan tata bahasa.

2. Plato ( 429 – 347 SM )
  • a. Memperdebatkan analogi dan anomaly dalam bukunya Dialog. Juga mengemukakan masalah bahasa alamiah dan konvensional.
  • b. Dia menyodorkan batasan bahasa yang bunyinya kira-kira bahasa adalahv pernyataan dipikan manusia dengan perencanaan anomata dan rhemata.
  • c. Dialah orang yang pertamakali membedakan kata anoma dan rhema.
  • 1) Anoma ( anomata )
    a) Nama ( dalam bahasa sehari-hari )
    b) Nomina ( dalam istilah tata bahasa )
    c) Subjek ( dalam hubungan subjek logis )
  • 2) Rhema ( Rhamata ) :
    a) Ucapan ( dalam bahasa sehari-hari )
    b) Verba ( dalam istilah tata bahasa )
    c) Predikat ( dalam hubungan subjek logis )

3. Ariestoteles ( 384 – 322 SM )
  • a. Membagi kata dalam 3 kelas kata, yaitu anoma, rhema dan syndesmy. Yangv dimaksud syndesmoi adalah kata-kata yang lebih banyak bertugas dalam hubungan sintaksis. Sydnesmoi itu lebih kurang sama dengan preposisi dan konjungsi yang sekarang kita kenal.
  • b. Membedakan jenis kelamin kata ( gender ) menjadi 3 yaitu : maskulin, feminism dan neutrum.
4. Kaum Stoik ( abad ke – 4 SM )
  • a. Membedakan studi bahasa secara logika dan studi bahasa secara tata bahasa.
  • b. Menciptakan istilah khusus dalam studi bahasa.
  • c. Membedakan 3 komponen utama dari studi bahasa yaitu :
    1) tanda, simbol, sign atau semainon,
    2) makna, apa yang disebut smainomen / lekton,
    3) hal-hal diluar bahasa yakni benda-benda / situasi.
  • d. Mereka membedakan legein, yaitu bunyi yang merupakan bagian fonologi tetapi tidak bermakna dan propheretal yaitu ucapan bunyi bahasa yang menagandung makna.
  • e. Mereka membagi jenis kata menjadi 4 kata yaitu benda, kata kerja, syndesmoi dan arthoron yaitu kata-kata yang menyatakan jenis kelamin dan jumlah.
  • f. Membedakan kata kerja komplek dan kata kerja tak komplek. Serta kata kerja aktif dan pasif.

5. Kaum Alexandrian

Kaum ini menganut paham analogi dan studi bahasa, menghasilkan buku tata bahasa yang disebut Tata Bahasa Dionysus Tharx dan diterjemahkan oleh Remmius Palaemon dengan judul Ars Grammatika. Buku ini yang kemudian dijadikan model dalam penyusunan buku tata bahasa Eropa lainnya. Karena sifatnya mentradisi makna buku-buku tata bahasa kini disebut dengan nama tata bahasa tradisional. Jadi, cikal bakal tata bahasa tradisional itu berasal dari buku Dionysus Tharx. Di India pada tahun 400 SM Panini seorang sarjana Hindu membuat buku dengan judul Adtdyasi merupakan deskripsi lengkap bahasa Sansakerta yang pertama kali ada. Oleh karena itu Leonard Bloomfield, tokoh linguis structural Amerika menyebut Panini sebagai One of The Greatest Monuments of The Human Intelligenci.


B. Linguistik Zaman Romawi

Merupakan kelanjutan dari zaman yunani. Tokoh pada zaman Romawi yang terkenal antara lain, Varro ( 116 – 27 SM ) dengan karyanya, De Lingua Latina dan Priscia dengan karyanya Institusiones Grammaticae.

1. Varro dan “ De Lingua Latina ”
Dalam buku ini Varoo masih membahas masalah analogi dan anomali seperti pada zaman Stoik di Yunani. Dibagi dalam bidang-bidang etimologi, morfologi dan sintaksis

2. Tata bahasa Priscia Dianggap sangat penting karena :
  • a. Merupakan buku tata bahasa latin paling lengkap yang dituturkan pembicaraan aslinya.
  • b. Teori-teori tata bahasa yang merupakan tonggak-tonggak utama pembicaraan bahasa secara tradisional. Segi yang dibicarakan dari buku itu adalah :
    1) Fonologi dibicarakan mengenai huruf / tulisan yang disebut Literae / bagian terkecil dari bumi yang dapat dituliskan,
    2) Morfologi dibicarakan mengenai Dictio / kata,
    3) Sintaksis dibicarakan mengenai oratio yaitu tata susunan kata yang berselaras dan menunjukan kalimat itu selesai. Buku Institutiones Garammaticae ini telah menjadi dasar tata bahasa latin dan zaman pertengahan.

C. Linguistik Zaman Pertengahan

Studi bahasa pada zaman pertengahan mendapat perhatian penuh terutama oleh para filsuf skolastik. Yang patut dibicarakan dalam studi bahasa antara lain adalah peranan :

1. Kaum Modistae
  • a. Mereka menerima analogi karena menurut mereka bahasa itu bersifat regular dan universal.
  • b. Mereka memperhatikan secara penuh akan semantic sebagai penyebutan defines bentuk-bentuk bahasa.
  • c. Mereka mencari sumber makna, maka dengan demikian berkembanglah bidang etimologi pada zaman itu.
2. Tata Bahasa Skulativa
Merupakan hasil integrasi deskripsi gramatikal bahasa latin kedalam filsafat skolastik.

3. Petrus Hispanus
  • a. Memasukan psikologi dalan analisis makna bahasa
  • b. Membedakan nomen atas dua macam yaitu nomen subtantivum dan nomen edjektivum
  • c. Membedaan semua bentuk yang menjadi subjek / predikat dan bentuk tutur lainnya.


D. Linguistik Zaman Renaisans

Zaman Renaisans dianggap sebagai zaman pembukaan abad pemikiran abad modern. Dalam sejarah studi bahasa ada dua hal pada zaman renaisans ini yang menonjol yang perlu dicatat.
1. Sarjana-sarjana pada waktu itu menguasai bahasa latin, Ibradi dan Arab,
2. Bahasa Eropa lainnya mendapat perhatian dalam bentuk pembahasan, penyusunan tata bahasa dan perbandingan.


E. Menjelang Lahirnya Linguistik Modern

Sejak awal buku ini sudah menyebut-nyebut bahwa Ferdinand de Saussure dianggap sebagai Bapak Linguistik Modern. Diawali dengan pernyataan Sir William tentang adanya hubungan kekerabatan antara bahasa Sansakerta dengan bahasa-bahasa Yunani, Latin dan bahasa Jerman lainnya telah membuka babak baru sejarah Linguistik, yakni dengan berkembangnya studi linguistic banding atau linguistic histories komparatif, serta studi mengenai hakekat bahasa secara linguistic terlepas dari masalah filsafat Yunani kuno.

Bila kita simpulkan pembicaraan mengenai linguistik tradisional dapat dikatakan bahwa :
1. Pada tata bahasa tradisional ini tidakdikenal adanya perbedaan antara bahasa ujarang dengan bahasa tulisan. Oleh karena itu, deskripsi bahasa hanya bertumpu pada tulisan.
2. Bahasa yang disusun tata bahasanya dideskripsikan dengan mengambil patokan-patokan dari bahasa lain, terutama bahasa latin.
3. Kaidah-kaidah bahasa dibuat secara persepektif, yakni benar / salah.
4. Persoalan kebahasaan seringkali dideskripsikan dengan melibatkan logika.
5. Penemuan-penemuan terdahulu cenderung untuk selalu dipertahankan.

Sedangkan Linguistik strukturalis berusaha mendeskripsikan suatu bahasa berdasarkan ciri bahasa itu. Tokoh-tokohnya :

1. Ferdinand de Saussure.
a. Telaah sinkronik ( mempelajari bahasa dalam kurun waktu tertentu saja ) dan diakronik ( telaah bahasa sepanjang masa )
b. Perbedaan langue dan parloe. Lague yaitu keseluruhan sistem tanda yang berfungsi sebagai alat komunikasi verbal antara para anggota suatu masyarakat bahasa, sifatnya abstrak. Sedangkan parloe sifatnya konkret karena parloe tidak lain dari pada realitas fisis yang berada dari yang satu dengan orang yang lain.
c. Perbedaan signifian dan signifie. Signifian adalah citra bunyi atau kesan psikologis bunyi yang timbul dalam alam pikiran ( bentuk ), signifie adalah pengertian atau kesan makna yang ada dalam pikiran kita ( makna )
d. Hubungan sintagmatik dan paradigmatik. Yang dimaksud hubungan sintagmatik adalah hubungan antara unsur-unsur yang terdapat dalam suatu tuturan, yang tersusun secara berurutan, bersifat linear. Hubungan parsdigmatik adalah hubungan antara unsur-unsur yang terdapat dalam suatu tuturan antara unsur-unsur yang terdapat dalam satu tuturan dengan unsur-unsur sejenis yang tidak terdapat dalam tuturan yang bersangkutan.

2. Aliran Praha
Sumbangan aliran ini dalam bidang fonologis ( mempelajari bunyi tersebut dalam suatu sistem ) dan bidang sintaksis dengan menelaah kalimat melalui pendekatan fungsional. 

3. Aliran Glosematik
Aliran Glosematik lahiran Denmark. Tokohnya Louis Hjemslev yang meneruskan ajaran Fernand de Saussure. Namanya menjadi terkenal karena usahanya untuk membuat ilmu bahasa menjadi ilmu yang berdiri sendiri, bebas dari ilmu lain, dengan peralatan, metodologis dan terminologis sendirian.

4. Aliran Fitrhian
Nama John R. Firth terkenal karena teorinya mengenai finolofi prosodi. Fonologi prosodi adalah suatu cara untuk menentukan ati pada tataran fonetis.

5. Linguistik Sistemis
Pokok pandangan aliran ini adalah :
a. SL memberikan perhatuan penuh pada segi kemasyarakatan bahasa.
b. SL memandang bahasa sebagai sarana
c. SL mengutamakan pemerian ciri-ciri bahasa tertentu beserta variasinya
d. SL mengenal adanya gradasi / kontinum
e. SL menggambarkan tiga tataran utama bahasa


6. Leonard Bloomfield dan Strukturalis Amerika
Disebut aliran Bloomfield karena bermula dari gagasan Bloomfield. Disebut aliran taksonomi karena aliran menganalisis dan mengklasifikasikan unsur-unsur bahasa berdasarkan hubungan hierarkinya.

7. Aliran Tagmemik
Dipelopori oleh Kenneth L. Pike yang mewarisi pandangan Bloomfield. Menurut alitan ini satuan dasar dari sintaksis adalah tagmem ( susunan ) . Tagmem ini tidak dapat dinyatakan dengan fungsi-fungsinya saja. Seperti subjek + predikat + objek dan tidak dapat dinyatakan dengan bentuk saja, seperti fase benda + fase kerja + fase benda, melainkan harus diungkapkan kesamaan dan rentetan rumus seperti : S : FN + P : FN + O : FN. Fungsi subjek diikuti pula oleh fungsi objek yang diisi oleh frase nominal. Dunia ilmu, termasuk linguistik bukan merupakan kegiatan yang statis melainkan merupakan kegiatan yang dinamis, berkembang terus sesuai dengan filsafat ilmu itu sendiri yang selalu ingin mencari kebenaran yang hakiki. Kemudian orang pun marasa bahwa model struktural itu banyak kelemahannya, sehingga orang mencoba merevisi model struktural.
Lihat Juga Penjelasan Linguistik Murni dan Terapan

Demikian sekilas tentang Linguistik. Semoga Bermanfat.



Sumber pustaka:
Pie, Matio. 1971. Kisah dan pada Bahasa. Jakarta ; Bharata
Verhaar. J. W. M. 1980. Teori Linguisrik dan Bahasa Indonesia. Yogyakarta ; Kanisius.

Bidang Linguistik Murni dan Linguistik Terapan

- No Comments
Secara umum, bidang ilmu bahasa dibedakan atas Linguistik Murni dan Linguistik Terapan. Bidang linguistik murni mencakup fonetik, fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik. Sedangkan bidang linguistik terapan mencakup pengajaran bahasa, penerjemahan, leksikografi, dan lain-lain.


Bidang Linguistik Murni dan Linguistik Terapan

Bidang Linguistik Murni

Fonetik
Fonetik mengacu pada artikulasi bunyi bahasa. Para ahli fonetik telah berhasil menentukan cara artikulasi dari berbagai bunyi bahasa dan membuat abjad fonetik internasional sehingga memudahkan seseorang untuk mempelajari dan mengucapkan bunyi yang tidak ada dalam bahasa ibunya. Misalnya dalam bahasa Inggris ada perbedaan yang nyata antara bunyi tin dan thin, dan antara they dan day, sedangkan dalam bahasa Indonesia tidak. Dengan mempelajari fonetik, orang Indonesia akan dapat mengucapkan kedua bunyi tersebut dengan tepat.

Abjad fonetik internasional, yang didukung oleh laboratorium fonetik, departemen linguistik, UCLA, penting dipelajari oleh semua pemimpin, khususnya pemimpin negara. Dengan kemampuan membaca abjad fonetik secara tepat, seseorang dapat memberikan pidato dalam ratusan bahasa. Misalnya, jika seorang pemimpin di Indonesia mengadakan kunjungan ke Cina, ia cukup meminta staf-nya untuk menerjemahkan pidatonya ke bahasa Cina dan menulisnya dengan abjad fonetik, sehingga ia dapat memberikan pidato dalam bahasa Cina dengan ucapan yang tepat. Salah seorang pemimpin yang telah memanfaatkan abjad fonetik internasional adalah Paus Yohanes Paulus II. Ke negara manapun beliau berkunjung, beliau selalu memberikan khotbah dengan menggunakan bahasa setempat. Apakah hal tersebut berarti bahwa beliau memahami semua bahasa di dunia? Belum tentu, namun cukup belajar fonetik saja untuk mampu mengucapkan bunyi ratusan bahasa dengan tepat.

Fonologi

Fonologi mengacu pada sistem bunyi bahasa. Misalnya dalam bahasa Inggris, ada gugus konsonan yang secara alami sulit diucapkan oleh penutur asli bahasa Inggris karena tidak sesuai dengan sistem fonologis bahasa Inggris, namun gugus konsonan tersebut mungkin dapat dengan mudah diucapkan oleh penutur asli bahasa lain yang sistem fonologisnya terdapat gugus konsonan tersebut. Contoh sederhana adalah pengucapan gugus ‘ng’ pada awal kata, hanya berterima dalam sistem fonologis bahasa Indonesia, namun tidak berterima dalam sistem fonologis bahasa Inggris. Kemaknawian utama dari pengetahuan akan sistem fonologi ini adalah dalam pemberian nama untuk suatu produk, khususnya yang akan dipasarkan di dunia internasional. Nama produk tersebut tentunya akan lebih baik jika disesuaikan dengan sistem fonologis bahasa Inggris, sebagai bahasa internasional.

Morfologi

Morfologi lebih banyak mengacu pada analisis unsur-unsur pembentuk kata. Sebagai perbandingan sederhana, seorang ahli farmasi (atau kimia?) perlu memahami zat apa yang dapat bercampur dengan suatu zat tertentu untuk menghasilkan obat flu yang efektif; sama halnya seorang ahli linguistik bahasa Inggris perlu memahami imbuhan apa yang dapat direkatkan dengan suatu kata tertentu untuk menghasilkan kata yang benar. Misalnya akhiran -­en dapat direkatkan dengan kata sifat dark untuk membentuk kata kerja darken, namun akhiran -­en tidak dapat direkatkan dengan kata sifat green untuk membentuk kata kerja. Alasannya tentu hanya dapat dijelaskan oleh ahli bahasa, sedangkan pengguna bahasa boleh saja langsung menggunakan kata tersebut. Sama halnya, alasan ketentuan pencampuran zat-zat kimia hanya diketahui oleh ahli farmasi, sedangkan pengguna obat boleh saja langsung menggunakan obat flu tersebut, tanpa harus mengetahui proses pembuatannya.

Sintaksis

Analisis sintaksis mengacu pada analisis frasa dan kalimat. Salah satu kemaknawiannya adalah perannya dalam perumusan peraturan perundang-undangan. Beberapa teori analisis sintaksis dapat menunjukkan apakah suatu kalimat atau frasa dalam suatu peraturan perundang-undangan bersifat ambigu (bermakna ganda) atau tidak. Jika bermakna ganda, tentunya perlu ada penyesuaian tertentu sehingga peraturan perundang-undangan tersebut tidak disalahartikan baik secara sengaja maupun tidak sengaja.


Semantik

Kajian semantik membahas mengenai makna bahasa. Analisis makna dalam hal ini mulai dari suku kata sampai kalimat. Analisis semantik mampu menunjukkan bahwa dalam bahasa Inggris, setiap kata yang memiliki suku kata ‘pl’ memiliki arti sesuatu yang datar sehingga tidak cocok untuk nama produk/benda yang cekung. Ahli semantik juga dapat membuktikan suku kata apa yang cenderung memiliki makna yang negatif, sehingga suku kata tersebut seharusnya tidak digunakan sebagai nama produk asuransi. Sama halnya dengan seorang dokter yang mengetahui antibiotik apa saja yang sesuai untuk seorang pasien dan mana yang tidak sesuai.


Bidang Linguistik Terapan


Pengajaran Bahasa
Ahli bahasa adalah guru dan/atau pelatih bagi para guru bahasa. Ahli bahasa dapat menentukan secara ilmiah kata-kata apa saja yang perlu diajarkan bagi pelajar bahasa tingkat dasar. Para pelajar hanya langsung mempelajari kata-kata tersebut tanpa harus mengetahui bagaimana kata-kata tersebut disusun. Misalnya kata-kata dalam buku-buku Basic English. Para pelajar (dan guru bahasa Inggris dasar) tidak harus mengetahui bahwa yang dimaksud Basic adalah B(ritish), A(merican), S(cientific), I(nternational), C(ommercial), yang pada awalnya diolah pada tahun 1930an oleh ahli linguistik C. K. Ogden. Pada masa awal tersebut, Basic English terdiri atas 850 kata utama.

Selanjutnya, pada tahun 1953, Michael West menyusun General Service List yang berisikan dua kelompok kata utama (masing-masing terdiri atas 1000 kata) yang diperlukan oleh pelajar untuk dapat berbicara dalam bahasa Inggris. Daftar tersebut terus dikembangkan oleh berbagai universitas ternama yang memiliki jurusan linguistik. Pada tahun 1998, Coxhead dari Victoria University or Wellington, berhasil menyelesaikan suatu proyek kosakata akademik yang dilakukan di semua fakultas di universitas tersebut dan menghasilkan Academic Wordlist, yaitu daftar kata-kata yang wajib diketahui oleh mahasiswa dalam membaca buku teks berbahasa Inggris, menulis laporan dalam bahasa Inggris, dan tujuannya lainnya yang bersifat akademik.

Proses penelitian hingga menjadi materi pelajaran atau buku bahasa Inggris yang bermanfaat hanya diketahui oleh ahli bahasa yang terkait, sedangkan pelajar bahasa dapat langung mempelajari dan memperoleh manfaatnya. Sama halnya dalam ilmu kedokteran, proses penelitian hingga menjadi obat yang bermanfaat hanya diketahui oleh dokter, sedangkan pasien dapat langsung menggunakannya dan memperoleh manfaatnya.


Leksikografi

Leksikografi adalah bidang ilmu bahasa yang mengkaji cara pembuatan kamus. Sebagian besar (atau bahkan semua) sarjana memiliki kamus, namun mereka belum tentu tahu bahwa penulisan kamus yang baik harus melalui berbagai proses.

Dua nama besar yang mengawali penyusunan kamus adalah Samuel Johnson (1709-1784) dan Noah Webster (1758-1843). Johnson, ahli bahasa dari Inggris, membuat Dictionary of the English Language pada tahun 1755, yang terdiri atas dua volume. Di Amerika, Webster pertama kali membuat kamus An American Dictionary of the English Language pada tahun 1828, yang juga terdiri atas dua volume. Selanjutnya, pada tahun 1884 diterbitkan Oxford English Dictionary yang terdiri atas 12 volume.

Saat ini, kamus umum yang cukup luas digunakan adalah Oxford Advanced Learner’s Dictionary. Mengapa kamus Oxford? Beberapa orang mungkin secara sederhana akan menjawab karena kamus tersebut lengkap dan cukup mudah dimengerti. Tidak banyak yang tahu bahwa (setelah tahun 1995) kamus tersebut ditulis berdasarkan hasil analisis British National Corpus yang melibatkan cukup banyak ahli bahasa dan menghabiskan dana universitas dan dana negara yang jumlahnya cukup besar. Secara umum, definisi yang diberikan dalam kamus tersebut seharusnya dapat mudah dipahami oleh pelajar karena semua entri dalam kamus tersebut hanya didefinisikan oleh sekelompok kosa kata inti. Bagaimana kosa-kata inti tersebut disusun? Tentu hanya ahli bahasa yang dapat menjelaskannya, sedangkan para sarjana dan pelajar dapat langsung saja menikmati dan menggunakan berbagai kamus Oxford yang ada dipasaran.

Dengan tata bahasa yang cukup sederhana bahasa Indonesia mempunyai kerumitannya sendiri, yaitu pada penggunaan imbuhan yang mungkin akan cukup membingungkan bagi orang yang pertama kali belajar bahasa Indonesia. Demikian mengenai Bidang Linguistik Murni dan Linguistik Terapan, jika ada kekurangan mohon koreksinya.
 
Baca Juga  Pengertian Linguistik

Demikian mengenai Lingusitik Murni dan Linguistik Terapan. Semoga bermanfaat.

DAFTAR PUSTAKA
  • Wikipedia.http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_indonesia#Dialek_dan_ragam_bahasa.Diakses 22 Oktober 2010.
  • Wikipedia. http://id.wikipedia.org/wiki/Tata_bahasa.Diakses 22 Oktober 2010.
  • A.Kwary,Deny.http://www.kwary.net/linguistics/gl/Gambaran%20Umum%20Ilmu%20Bahasa.doc.Diakses 22 Oktober 2010.

Pemenang Buku Kumpulan Cerpen Alona Ingin Menjadi Serangga

- 2 Comments
Selamat pagi Nektarity... Terimakasih atas partisipasi beberapa Nektarity yang mengikuti GiveAway berhadiah Kumpulan Cerpen kali ini. Maaf bila terlambat mengumumkan pemenang Buku Kumpulan Cerpen ALONA INGIN MENJADI SERANGGA yang seharusnya tanggal 31 Mei tetapi kami baru sempat mengumumkan hari ini tanggal 1 juni.

Sebelum mengumumkan yang beruntung mendapatkan Buku Kumpulan Cerpen "Alona Ingin Menjadi Serangga" Karya Mashdar Zainal. Setelah kami rundingkan dengan beberapa Patih Nektarity, akhirnya kami menemukan satu pemenang yang banyak direkomendasikan oleh Patih Nektarity.Alasan atau penilaian kuat dari kami adalah kejujuran dri sebuah komentar. Baik itu sebuah saran, kritik, atau peniliain dari sudut pandang pribadi asal itu benar-benar jujur dan tanpa dibuat-buat akan sangat terasa.

Dengan memberikan sebuah pertanyaan "Apa pendapatmu tentang Blog atau Situs ini?" banyak yang menyangka bahwa Blog ini adalah blog info lomba menulis. Mungkin karena memang dishare di beberapa akun fanspage Info Lomba Menulis dan kebetulan kami juga mengelola sebuah Blog Info Lomba Menulis sehingga banyak yang berkomentar tentang blog memberikan info lomba menulis. Jelas ini tidak sesuai.



Nah karena kami memberikan dua pilihan tempat untuk komentar (blogger dan Facebook) maka kami akan menilai secara adil dari keduanya. Dan pemenangnya adalah, selamat kepada :






FB : Anggi Putri W (https://www.facebook.com/anggie.puthriechiiemuutzz)


yang terpilih mendapatkan 1 (satu) eksemplar Buku Kumpulan Cerpen "Alona Ingin Menjadi Serangga" Karya Mashdar Zainal. Bagi yang bersangkutan silakan konfirmasi melalui Fanspage Sastra Indonesia melalui pesan.

Bagi yang belum beruntung, tak perlu patah semangat, di pekan depan pasti kami bagikan lagi buku dengan judul berbeda. Yang jelas pasti dengan buku yang keren.

Terima kasih untuk semua pembaca yang berpartisipasi.

Pengertian Kalimat Simpleks, Kalimat Kompleks dan Contohnya

- 1 Comment
rumpunnektar.com - Kalimat merupakan satuan bahasa terkecil, baik dalam bentuk lisan atau tulisan, yang mengungkapkan pikiran yang utuh. Jumlah kata dalam sebuah kalimat yang panjang sebenarnya terbatas selama kalimat itu masih bisa ditangkap maknanya secara jelas karena susunan kata, frase dan klausanya teratur.  Kalimat adalah susunan berbagai kata yang terdiri dari struktur kalimat yang lengkap, bukan frasa. Frasa adalah susunan kata yang hanya terdiri dari 1 struktur kalimat. Jenis kalimat mempunyai berbagai jenis. Jenis kalimat bervariasi dan dibedakan berdasarkan beberapa segi. Setelah sebelumnya kita membahas jenis paragraf, dan Ciri Kalimat Efektif, Kali ini kita akan membahas jenis kalimat yang dibedakan dari segi kompleksitasnya. Berdasarkan kompleksitasnya, kalimat terbagi atas dua jenis yaitu kalimat simpleks dan kalimat kompleks. Berikut Penjelasannya :

Kalimat Simpleks dan Kalimat Kompleks

Kalimat Simpleks, Kalimat Kompleks

Kalimat Simpleks

Kalimat Simpleks adalah bentuk kalimat yang terdiri dari satu pola kalimat. Pola kalimat merupakan rangkaian kata yang minimal terdiri dari Subjek (S) dan Predikat (P). Dalam kalimat simpleks hanya terdapat satu kata kerja atau satu predikat utama. Kalimat simpleks biasa juga disebut juga dengan kalimat tunggal.

Contoh : Anak itu mengambil Apel
                   S           P           O 

Contoh Kalimat Simpleks di atas termasuk kalimat simpleks sebab hanya terdiri satu pola kalimat dan terdapat satu kata kerja utama. Pola kalimatnya S-P-O. 

Kalimat simpleks, selain mengandung SPO juga terkadang mengandung pola 'Keterangan'.

Contoh kalimat simpeks menggunakan keterangan :
a. Tumbuh-tumbuhan tidak dapat menghasilkan makanan sendiri.
b. Namun, tidak semua tumbuh-tumbuhan mempunyai bunga.

Kalimat Kompleks

Kalimat kompleks adalah kalimat yang memiliki dua pola kalimat atau memiliki dua predikat/kata kerja utama. Kalimat kompleks biasa juga disebut dengan kalimat majemuk.

Contoh: Rudi melempar bola dan Iwan menangkap bola itu.
               S        P           O            S             P                O

Contoh Kalimat Kompleks di atas termasuk kalimat kompleks karena mengandung dua pola kalimat. Pola kalimat pertama terdapat pada rangkaian pertama yang berpola S-P-O sedangkan senajutnya masih ada pola kalimat kedua yang juga terdapat pola S-P-O.

Selain mengandung dua kata kerja utama, kalimat kompleks juga ditandai dengan adanya kata penghubung intrakalimat. Kata penghubung intrakalimat memiliki fungsi menggabungkan dua klausa atau dua pola kalimat.

Kata penghubung atau Konjungsi

Kata penghubung intrakalimat dibagi menjadi dua yaitu kata penghubung koordinatif dan kata penghubung subordinatif. Penggunaan kata penghubung koordinatif dalam kalimat akan menjadikan kalimat tersebut kalimat majemuk setara. Sementara, penggunaan kata penghubung subordinatif dalam kalimat akan menjadikan kalimat tersebut menjadi kalimat majemuk bertingkat.


Kata penghubung koordinatif
  • dan   : Menunjukkan hubungan penambahan
  • serta : Menunjukkan hubungan penyertaan
  • atau  : Menunjukkan hubungan pemilihan
  • tetapi, namun, melainkan :  Menunjukkan hubungan pertentangan
  • padahal, sedangkan : Menunjukkan hubungan perlawanan

Kata penghubung subordinatif
  • sejak, saat, ketika, sebelum, setelah : Menunjukkan hubungan waktu
  • bila, jika, kalau : Menunjukkan hubungan syarat
  • agar, supaya, untuk : Menunjukkan hubungan tujuan
  • sebab, akibat : Menunjukkan hubungan penyebab
  • sehingga, jadi, maka : Menunjukkan hubungan akibat
  • meskipun, biarpun, walaupun : Menunjukkan hubungan konsesif/pertentangan
  • dengan, secara : Menunjukkan hubungan cara/alat

Pada kalimat kompleks juga dikenal  istilah induk kalimat dan anak kalimat. Induk kalimat adalah kalimat atasan, sedangkan anak kalimat merupakan kalimat bawahan. Untuk membedakan keduanya, secara tertulis anak kalimat selalu menempel dengan kata penghubung, sementara induk kalimat tidak ditempeli kata penghubung.

Contoh: Ayah sedang tertidur ketika mobil itu masuk halaman.
             Ketika mobil itu masuk halaman, Ayah sedang tertidur.

Induk kalimat dari kalimat kompleks di atas adalah Ayah sedang tertidur, sementara anak kalimatnya adalah ketika mobil itu masuk halaman.

Kalimat kompleks dibagi menjadi dua jenis, yaitu kalimat kompleks parataktik dan kalimat kompleks hipotaktik

Kalimat Kompleks Parataktik adalah kalimat kompleks yang terdiri atas dua struktur atau lebih yang dinyatakan dengan hubungan konjungtif sejajar dengan makna, antara lain 'dan, tetapi, dan atau'.

Contoh :
Yang pertama disebut makhluk hidup dan yang kedua disebut mahluk mati.
      S (FN)     P (V)      PEL (FN)            S (FN)        P (V)     PEL (FN)

Kalimat Kompleks Hipotaktik adalah kalimat kompleks yang dapat dinyatakan dengan hubungan konjungtif dan  tidak sejajar dengan makna, antara lain apabila, jika, karena, dan ketika.

Contoh :
Tanaman kacang itu akan tumbuh subur apabila petaninya rajin menyiramnya.
 S (FN)       P (FV)        PEL (A)            (S (FN)    P (FV)      PEL (Pronom)

 Nah, pembelajaran tentang kalimat Simpleks dan Kompleks sebenarnya sudah kita dapatkan di bangku SMP, tetapi mungkin saat ini kita sudah lupa, tetapi kalau bilang Kalimat Tunggal dan Kalimat Majemuk mungkin sedikit ingat, sebab kalimat majemuk akan terbagi banyak seperti kalimat majemuk setara, bertingkat, dan lain-lain, untuk pembahasan kalimat majemuk di postingan selanjtunya ya.

Lihat Juga Tentang Klitik, Porklitik, dan Enklitik

Demikian mengenai Kalimat Simpleks dan Kompleks beserta contohnya. Semoga bermanfaat buat pembelajaran bahasa dan sastra anda. Salam Nektarity :)

Tinggalkan Komentar dan Dapatkan Hadiah Buku

- 14 Comments
Salam Nektarity. Ada yang mau Buku Gratis? Kali ini kita mau bagi-bagi buku dalam bentuk GiveAway bagi pembaca setia situs rumpunnektar.com. Untuk buku kali ini adalah sebuah buku berjudul ALONA INGIN MENJADI SERANGGA. Buku Kumpulan Cerpen ini merupakan cetakan kedua dan bulan lalu merupakan buku yang Terlaris dari Penerbit UNSA Press.

Buku Kumpulan Cerpen berjudul Alona Ingin Menjadi Serangga karya Mashdar Zainal

 GiveAway Berhadiah Buku Kumpulan Cerpen


Berikut ini sekilas mengenai sinopsis buku.

"Dunia pikiran anak-anak adalah daratan penuh kabut yang cukup mengasyikkan untuk ditelusuri, ditebak-tebak, atau direka-reka."

Tema besar yang bersinggungan dengan anak-anak dalam buku ini bukanlah tema sepele yang mungkin dibayangkan oleh sebagian orang, karena kenyataannya cerita dalam buku Alona memiliki tehnik dan pemikiran yang serius yang dipilih oleh penulisnya, itu bisa dibuktikan bahwa cerpen-cerpen di buku ini telah diterbitkan oleh media cetak nasional seperti kompas, media indonesia, jurnal nasional, femina, suara merdeka, dll.

"Cerita-cerita dalam buku ini, hampir semua bersinggungan dengan anak-anak. Entahlah. Cerita-cerita (tentang anak-anak) itu terlahir begitu saja. Tanpa kesulitan berarti—meski satu cerita terkadang saya garap selama berhari-hari, dan bahkan berbulan-bulan. Seolah cerita-cerita itu telah teraduk dan mengendap rapi dalam kepala saya, dan saya tinggal menuangkannya. Seperti menuangkan teh hangat dari dalam teko." (Mashdar Zainal)

Kumcer ini juga diresensi di salah satu harian



Ada 1(satu) buku yang akan dibagikan. Bagaimana syarat biar mendapatkan Kumcer ALONA INGIN 
MENJADI SERANGGA ini?
 
Jika kuis sebelumnya diperuntukkan untuk pengguna Twitter, kali ini mungkin lebih mengutamakan bagi pengguna Facebook. Berikut ketentuannya:
 1. Like Fanspage Penerbit UNSA Peess di https://www.facebook.com/Penerbit-UNSA-Press-294418560721994
2. Like Fanspage SASTRA INDONESIA di https://www.facebook.com/komunitassastra  
3. Share postingan ini ke dinding facebook kamu. (Tombol share ada di bawah postingan ini)
4. Meninggalkan komentar di postingan di bawah ini (Bisa komentar via google account atau via komentar facebook yang tersemat di bawah postingan ini -Bagi yang buka pakai hp mungkin komentar FB nya tidak muncul) komentar berisi :
  • Apa pendapatmu tentang Blog atau Situs ini?
  • Nama Facebook
5. Usahakan untuk share atau membagikan postingan ini dengan saat kamu menulis komentar untuk poin 4, dilakukan di hari yang sama (Karena untuk pengecekan di wall masing-masing mengacu pada hari/tanggal kamu menulis komentar)
5. Give Away ini berakhir 29 Mei 2016
6. Pengumuman pemenang 31 Mei 2016

Akan dipilih 1 pemenang yang masing-masing mendapatkan 1 eksemplar 'ALONA INGIN MENJADI SERANGGA' yang dikirimkan ke alamat anda. Kami hanya akan mengirimkan alamat indonesia. Jadi bagi pemenang yang nantinya berada di luar negeri, mohon untuk memberikan alamat indonesia.

Pemenang akan dihubungi dan diumumkan melalui situs ini, dengan infonya melalui :
Twitter @rumpunnektar atau @tipsmenulis
FB Fanspage Sastra Indonesia
FB Group RUMPUN NEKTAR

Alona Ingin Menjadi Serangga

Bagi yang tertarik ingin membeli buku ini, anda juga bisa mendapatkannya di toko buku Gramedia terdekat  dengan harga Rp. 51.000,- atau bisa juga menghubungi penerbit melalui Fanspage Penerbit UNSA Press.




Penerbit :  UNSA Press
ISBN : 978-602-71176-5-5
Tahun Terbit : November 2015
Cetakan Kedua: Januari 2016

Harga:       Rp. 51. 000,-

Salam Nektarity

Tips Menulis Fiksi ; Menulis, Menulis, dan Menulis

- No Comments
Pada awalnya, cerita pendek hanya mengenal gaya realis dan romantis. Kemudian berkembang cerpen-cerpen simbolik dan surealis. Cerpen realis adalah cerita pendek yang mengangkat kenyataan sosial yang getir, nyaris secara apa adanya, dengan akhir yang umumnya menyedihkan (sad ending), bahkan tragis (tragic ending). Cerpen romantis adalah cerita pendek yang menggambarkan realitas serba ideal yang dicita-citakan, serba indah, serba cantik, penuh perasaan, mendekati dongeng, dan umumnya berakhir dengan happy ending. Karena itulah, cerpen romantis sering disebut sebagai ‘dongeng kontemporer’, atau metamorfosis dongeng.

Berbeda dengan cerpen realis dan romantis, cerpen simbolik tidak menggambarkan ‘dunia rekaan’ secara realis atau natural, tapi melalui simbol-simbol. Misalnya, cerpen-cerpen sufistik Danarto, atau beberapa cerpen saya dalam kumpulan cerpen Sebutir Kepala dan Seekor Kucing (Bening Publishing, Jakarta, 2004), misalnya “Luapan Cinta untuk Kampret”. “Wangsit Pak Lurah”, dan “Penyakit Leher”. Sedangkan cerpen surealis menggambarkan realitas yang jungkir balik dan melawan logika. Misalnya, cerpen Putu Wijaya yang menggambarkan tokoh cerita yang kepalanya tertinggal di Singapura tapi tidak mati, atau cerpen Seno Gumira yang menggambarkan seseorang yang memotong cakrawala senja untuk hadiah ulang tahun kekasihnya dan potongan itu menyala di saku bajunya.

Tips Menulis Fiksi


Secara konvensional, tipologi cerpen diikat oleh prinsip-prinsip estetik, sejak teknik bertutur (deskripsi, narasi dan dialog), alur dan plot, penokohan dan karakterisasi, konflik dan klimaks, serta penyelesaian atau ending. Prinsip-prinsip estetik itu menjadi kekuatan utama cerpen realistik dan romantik. Cerpen realistik atau romantik yang tidak mematuhi prinsip-prinsip estetik itu akan menjadi cair atau datar. Sedangkan cerpen simbolik memiliki kekuatan yang agak berbeda, yakni pada ketepatan dan orisinalitas simbolisasinya. Begitu juga cerpen surealis, seperti karya-karya Putu Wijaya dan Seno Gumira Ajidarma, lebih mengandalkan kekuatan pada orisinalitas imajinasi surealistiknya. Meskipun tetap dibutuhkan kepandaian untuk merangkai cerita, tetapi alur, plot, konflik, klimaks, dan ending, menjadi tidak terlalu penting.

Di antara keempat gaya di atas, banyak juga cerpen yang bernada satir, yakni cerpen yang ditulis untuk menimbulkan cemooh, atau perasaan muak terhadap penyalahgunaan kekuasaan dan kebodohan manusia beserta pranatanya, dengan tujuan untuk mengoreksi penyelewengan dengan cara mengejek dan menertawai obyek cerita guna menimbulkan sikap kritis dan kemarahan terhadap penyelewengan tersebut. Beberapa cerpen sosial-keagamaan Danarto dapat dimasukkan ke dalam gaya ini. Selain bergaya realis, cerpen satir juga sering bergaya simbolik. Sebagai contoh adalah cerpen saya berjudul “Leher Pak Barjo” dan “Dasi Kampret”.

Seiring berkembangnya karya sastra, banyak lahir karya dengan paduan gaya. Memadukan dua atau lebih unsur gaya dalam satu cerpen.

Poin terpenting adalah, kegiatan yang paling menentukan keberhasilan seorang cerpenis pada akhirnya adalah menulis dan menulis itu sendiri. Boleh saja seseorang mengumpulkan ratusan ide cerita, tapi kalau tidak pernah dituliskan tidak akan pernah satupun menjadi cerpen. Boleh saja seseorang membaca puluhan buku tentang menulis cerpen, tapi kalau tidak pernah berani menulis cerpen ia tidak akan pernah bisa menulis cerpen. Ibarat berenang, satu-satunya jalan untuk dapat berenang adalah mencebur ke air dan berenang.

 Lihat juga Tips Menulis yang Baik

 Jadi, mulailah menulis sekarang juga :)