Teknik Memainkan dan Menyelesaikan Konflik Batin Dalam Membuat Cerpen

Koflik Batin Untuk Sebuah Cerpen - Dalam teori konvensional, terutama pada cerpen romantis dan realistis, alur atau plot cerpen selalu dimulai dari paparan, disusul konflik, memuncak pada klimaks, dan diakhiri dengan ending. Konflik adalah gambaran ketika mulai terjadi krisis dan para tokoh cerita mulai terlibat dalam perbedaan pendapat, kepentingan, dan tujuan. Para tokoh mulai saling bergesekan dan berkonflik.

Perbedaan karakter tokoh akan membuat konflik makin menajam dan mencekam. Konflik bisa saja terjadi secara tersembunyi dalam diri tokoh cerita (konflik batin) atau secara terbuka antar-tokoh cerita (konflik terbuka). Untuk kali ini kita akan mengupas mengenai Koflik Batin Untuk Sebuah Cerpen.



Dalam kamus besar bahasa Indonesia menyatakan bahwa konflik adalah percecokan, perselisihan, pertentangan, atau pertentangan di dalam cerita rekaan atau drama (pertentangan antara dua kekuatan, pertentangan dalam diri satu tokoh, pertentangan antara dua tokoh dan sebagainya). Sedangkan pengertian batin dalam kamus besar bahasa Indonesia, adalah sesuatu yang terdapat di dalam hati, yang menyangkut jiwa (perasaan hati), sesuatu yang tersebunyi, semangat.

Secara singkat definisi dari konflik batin adalah terganggunya hubungan antara dua orang atau dua kelompok, perbuatan yang satu berlawanan dengan perbuatan lain sehingga salah satu atau keduanya saling terganggu. Konflik pribadi yang disebabkan oleh adanya dua atau lebih keinginan atau gagasan yang saling bertentangan dan menguasai diri individu, sehingga mempengaruhi sikap, prilaku tindakan dan keputusannya. Adanya dua atau lebih keinginan, harapan atau gagasan yang saling bertentangan yang menguasai diri seseorang yang membutuhkan orang lain yang ahli dalam penyelesaiannya.


Faktor-faktor Penyebab Konflik Batin


Faktor-faktor yang memegang peran penting dalam beberapa gangguan batin antara lain :
  • Agresi, menunjukkan bahwa konflik terjadi karena perasaan marah yang ditunjukkan kepada diri sendiri.
  • Kehilangan, merujuk pada perpisahan traumatik individu dengan benda atau seseorang yang sangat berarti.
  • Kepribadian, menguraikan bagaimana konsep diri yang negatif dan harga diri rendah mempengaruhi sistem keyakinan dan penilaian seseorang terhadap faktor pencetus konflik.
  • Kognitif, depresi merupakan masalah kognitif yang dominasi oleh evaluasi negatif seseorang terhadap dirinya sendiri, dunia seseorang dan masa depannya.
  • Ketidakberdayaan, trauma bukanlah satu-satunya faktor menyebabkan masalah tetapi keyakinan bahwa seseorang tidak mempunyai kendali terhadap hasil yang penting dalam kehidupannya.
  • Perilaku, berkembangan dari kerangka teori belajar sosial bahwa penyebab konflik dalam diri terletak pada kurangnya keinginan positif dalam berinteraksi dengan lingkungan.
  • Perbedaan individu yang meliputi berbedaan pendirian dan perasaan
  • Perbedaan latar belakang kebudayaan sehingga membentuk pribadi-pribadi yang berbeda.
  • Perbedaan kepentingan antara individu atau kelompok
  • Perubahan-perubahan nilai yang cepat dan mendadak dalam masyarakat.

Cara Mengendalikan Konflik


Mengidentifikasi jenis-jenis konflik, artinya berusaha mengenali jenis konflik apa yang sedang dialami, konflik pribadi, keluarga, dengan teman, dengan sekolah dan seterusnya. Mencari sumber konflik, untuk mengetahui penyebab terjadinya konflik mulailah dari diri sendiri, baru kepada yang lainnya. Jika sudah diketahui sumber konfliknya, setelah itu rumuskan sesuai dengan sumber-sumber yang anda peroleh secara objektif. Mengatasi konflik, mengatasi konflik sebenarnya tidak terlalu sulit, jika sudah mengetahui teknik atau caranya. Cara yang sederhana dalam mengatasi konflik yaitu lakukan introspeksi diri kemudian gunakan kekuatan daya pikir sehat anda.


Startegi Penyelesaian Konflik


  • Kompetisi penyelesaian konflik yang menggambarkan satu pihak mengalahkan atau mengorbankan yang lain.
  • Akomodasi cermin yang memberikan keseluruhannya penyelesaian pada pihak lain tanpa ada usaha memperjuangkan tujuannya sendiri. Proses tersebut adalah taktik perdamaian.
  • Sharing, satu pendekatan penyelesaian kompromistis antara dominasi kelompok dan kelompok dan kelompok damai. Satu pihak memberi dan yang lain menerima sesuatu.
  • Kolaborasi, bentuk usaha penyelesaian konflik yang memuaskan kedua belah pihak. Usaha ini adalah pendekatan pemecahan problem yang memerlukan integrasi dari kedua pihak.
  • Penghinaan, menyangkut ketidakpedulian dari kedua kelompok, keadaan ini menggambarkan penarikan kepentingan atau mengacuhkan kepentingan kelompok lain.

Baca Juga UNSUR-UNSUR PEMBANGUN CERPEN

Demikian mengenai Teknik Memainkan dan Menyelesaikan Konflik Batin Dalam Membuat Cerpen. Semoga Bermanfaat.

Referensi:
Andrie. 2011. Fator Penyebab Konflik dan Strategi Penyelesaiannya, andrie07.wordpress.com//2009/11/25.
Muntijo. 2011. Analisis Konflik Batin, munjito.wordpress.com//2011/07/21.
Shsetyaningsih. 2011. konflik dan berbagai permasalahannya, ningsihsetya99.wordpress.com/category

1 Response to "Teknik Memainkan dan Menyelesaikan Konflik Batin Dalam Membuat Cerpen"

  1. ternyata pengaruh konflik batin begitu besar dalam pembatan cerpen..

    BalasHapus