Penjelasan Dialog dan Monolog, Juga Prolog dan Epilog

Banyak yang bertanya mengenai istilah Dialog, Monolog, Prolog, dan Epilog dalam dunia sastra, khususnya menulis fiksi. Setelah pembelajaran mengenai menghidupkan dialog, banyak anggota yang ingin mengetahui perbedaan Dialog, Monolog, Prolog, dan Epilog. Istilah-istilah ini sebenarnya istilah yang kita temui dalam karya sastra, dan biasa dipakai dalam sastra drama. Istilah lainnya seperti, Babak, Adegan, Mimik, Pantomim, Pantomimik, Gestur, Bloking, Gait, Improvisasi, Ilustrasi, Kontemporer, dll adalah istilah yang muncul dalam sastra lisan(drama) sama halnya istilah Dialog, Monolog, Prolog, dan Epilog.

Seiring perkembangan, istilah-istilah diatas tidak hanya dipakai dalam sastra drama saja melainkan juga dipakai dalam sastra tulisan (Novel, prosa, dll). Nah kita akan coba bahas satu-satu mengenai Dialog, Monolog, Prolog, dan Epilog 

Pengertian  Dialog, Monolog, Prolog, dan Epilog

Dialog, Monolog, Prolog, dan Epilog


Dialog

Dialog adalah sebuah percakapan yang dilakukan oleh 2 tokoh atau lebih dengan maksud tertentu untuk tujuan jalannya cerita.
Dalam karya sastra tulisan atau menulis fiksi, dialog memiliki banyak fungsi. Selain untuk menggambarkan percakapan tokoh-tokohnya, dialog juga bisa memunculkan karakter dari masing-masing tokoh. Dialog juga bisa memunculkan perbedaan budaya dari masing-masing tokoh. Misalnya dengan dialek atau bahasa percakapan yang berbeda logat. Juga berfungsi sebagai penggambaran seting/latar pada sebuah cerita.


Monolog

Monolog adalah percakapan yang dilakukan oleh tokoh tunggal kepada dirinya sendiri. Monolog bisa berbentuk percakapan dengan dirinya sendiri dalam cermin, atau percakapan yang berbunyi dalam hati yang berkata pada diri sendiri.

Fungsi dari Monolog biasanya untuk menegaskan keinginan atau harapan dari tokoh tersebut terhadapa sesuatu hal. Bisa juga berbentuk emosional, penyesalan, atau tokoh yang berandai-andai.


Prolog 

Prolog bisa disebut juga pengantar naskah yang isinya satu atau beberapa keterangan atau pendapat pengarang mengenai cerita yang akan disajikan. Atau bisa diartikan, prolog merupakan pendahuluan atau peristiwa pendahuluan.

Fungsi dari prolog berguna untuk menerangkan dan membeberkan situasi. Prolog disusun bertujuan untuk membangkitkan minat pemebaca terhadap isi dalam sebuah tulisan(Novel), atau minat penonton (jika dalam sebuah pertunjukan drama/teater). Oleh karena itu biasanya dalam sebuah drama, prolog sering berisi sinopsis lakon, pengenalan para okoh, serta konflik-konflik yang akan terjadi dalam cerita tersebut

Jika Prolog adalah pembuka, maka penutupnya disebut Epilog.


Epilog 

Epilog adalah kata penutup yang mengakhiri sebuah cerita. Epilog pada umumnya berisi mengenai amanat, ata kesimpulan dan pelajaran yang bisa diambil dari cerita tersebut. Epilog yang merupakan bagian penutup pada karya sastra penting sebagai bekal bagi pembaca/penonton agar mampu mengambil hikmah dari konflik-konflik dalam cerita serta penyelesaiannya, dan biasanya akan muncul kalimat bijak dalam epilog tersebut

Fungsi dari Epilog adalah menyampaikan inti dari cerita, hikmah, atau komentar atas cerita yang baru saja disajikan. Selain sebagai penutup, epilog juga berfungsi untuk menegaskan pesan-pesan moral, tatanilai, maupun refleksi hidup dan kehidupan yang diceritakan.

Lihat Juga  Aliran-aliran dalam Karya Sastra

Demikian mengenai Dialog, Monolog, Prolog, dan Epilog, semoga bisa memberikan penjelasan yang sesuai dengan apa yang anda butuhkan. Jika ada kekeliruan atau kekurangan mohon untuk dikoreksi. Terima kasih, dan salam Nektarity




0 Response to "Penjelasan Dialog dan Monolog, Juga Prolog dan Epilog"

Poskan Komentar