Langkah Mudah Menyusun Esai (Essay)

Bagaimana cara Menyusun Esai? Esai (Essay) adalah sebuah jenis karangan mengenai penjabaran pendapat penulisnya terhadap suatu masalah. Dengan kata lain, esai ditulis bebas karena berisi pendapat si penulis. Namun kenyataannya tidak semudah itu. Bagi beberapa orang, menulis esai merupakan sebuah pekerjaan yang membosankan karena dirasa sangat sulit. Nah disini kita akan mencoba memberikan tips menulis esai agar kegiatan menulis berubah menjadi kegiatan yang menyenangkan.

Esai langsung ditulis dengan format naratif. Sebisa mungkin hindari penggunaan bullet atau numbering. Apabila diperlukan, kita dapat menambahkan gambar dan referensi lain yang mendukung argumentasi atau memperkuat fakta dengan tetap mencantumkansumbernya. Biasanya, esai ditulis sepanjang 250 - 1500 kata.

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menulis Esai:

1. Kesesuaian tema dengan isi tulisan
2. Kekuatan opini dan argumentasi
3. Kreativitas dan ketajaman gagasan



tips menulis dan menyusun esai essay

Unsur-unsur Esai


Secara ringkas, sebuah esai setidaknya harus mencakup tiga unsur berikut ini:

1. Pendahuluan, yang berisi latar belakang atau perkenalan terhadap masalah yang akan dibahas. Ingat, tidak perlu menuliskan secara eksplisit bagian pendahuluan (contoh: A. Pendahuluan atau I. Pendahuluan) sebisa mungkin hindari penggunaan bullet atau numbering.



Pendahuluan atau Abstraksi berfungsi untuk memberi gambaran tentang isi esai kepada pembaca. Ini adalah bagian dimana kita bisa menjawab pertanyaan dan menyediakan rangkuman dari isi argumen. Ceritakan pada pembaca apa argumen anda dan yakin bahwa itu adalah jawaban yang tepat. Buatlah abstraksi singkat dan padat, tapi jangan lupa menampilkan semua ide/gagasan di dalamnya. Abstraksi biasanya berisi definisi, etimologi, latar belakang, dll

2. Isi/gagasan/pembahasan, yang berisi gagasan dan opini penulis yang disertai argumentasi yang kuat dan ditambah dengan wawasan dan kreativitas berfikir. Hal ini akan menguatkan esai yang kita tulis. Jika perlu, berikan solusi atau pemecahan masalah yang sedang ditanggapi.

Sangat penting untuk menyusun struktur isi sebaik mungkin. Jika pertanyaan yang ada terdiri dari beberapa bagian, perlu dibuat susunan isi yang berkaitan dengan setiap bagian dari pertanyaan tersebut.

3. Kesimpulan, yang berisi ringkasan yang mencakup keseluruhan isi esai, juga merupakan penutup esai. Dalam membuat kesimpulan, hindari penggunaan kalimat yang sama dengan bagian-bagian sebelumnya.

Nah, untuk menyusun tiga poin diatas, perlu tahapan-tahapan yang harus kita jalani dulu sehingga Esai yang kita tulis berbobot.

Tahapan dalam penulisan esai:


1. Tahap analisis tema
Gunakan identifikasi kata-kata kunci dalam tema yang mau kita tulis, lalu analisis apa kira-kira keluaran dari lingkup tema tersebut.

2. Tahap observasi data & pengembangan gagasan
Dalam melakukan observasi, hindari membuang waktu yang tidak ada hubungannya dengan tema. Pengumpulan data yang tidak ada sangkut pautnya dengan tema hanya akan menyebabkan pemborosan waktu dan pikiran. Berikut ini adalah pertimbangannya:
A. Apakah bacaan/data bermanfaat bagi topik atau gagasan saya?
b. Apakah ini dapat mendukung gagasan saya?
c. Apakah saya harus membaca hal-hal lainnya agar dapat menjawab pertanyaan dari esai?
Jangan lupa untuk mencatat semua referensi, baik judul buku, nama pengarang, tanggal, penerbit serta tempat penerbitan untuk dicantumkan dalam daftar referensi. Disamping itu, jangan lupa untuk mereferensikan rangkuman/catatan tersebut kepada pengarang asli, untuk mencegah dugaan plagiarisme.

3. Tahap menyusun gagasan dan menulis esai
Jangan lupa membuat kerangka tulisan untuk melihat apakah struktur dari esai sudah sesuai. Susunlah esai dalam cara yang paling efektif untuk memudahkan diri sendiri.

4. Tahap Editing
Jika masih punya waktu, merupakan ide bagus untuk meninggalkan esai selama beberapa hari untuk kembali memperbaikinya. Ini akan memberikan sudut pandang lain yang mungkin kita temukan dari orang-orang di sekitar kita.

5.Membuat referensi
Satu bagian penting lagi adalah jangan lupa untuk membuat referensi dari tulisan, karena masalah ini berhubungan dengan plagiarism. Tuliskan seluruh buku yang telah digunakan untuk keperluan menulis esai. Tuliskan kutipan bagian-bagian penting sesuai dengan gaya yang diinginkan, misalkan dalam bentuk footnote.

6. Tahap Finishing
Adalah tahap terakhir, pastikan sampul esai telah lengkap terisi bersama keperluan-keperluan lain.


Demikian mengenai Tips menulis Esai (Essay). Semoga Bermanfaat.

Referensi:
Aminuddin. 1990. Sekitar Masalah Sastra. Malang: Yayasan Asih Asah Asuh.
Tompkins, Gail E. (1990). Teaching Writing Balancing Process and Product. New York: Macmillan Publishing Company.
Zuchdi, Darmiyati. (1997). “Pembelajaran Menulis dengan Pendekatan Proses”
.

1 Response to "Langkah Mudah Menyusun Esai (Essay)"