Sekilas Tentang Linguistik

Linguistik adalah ilmu tentang bahasa atau ilmu yang menjadikan bahasa sebagai objek kajian. Setiap ilmu, apapun itu, pasti memiliki manfaat bagi hidup manusia. Begitu juga ilmu linguistik, akan membawa manfaat dalam hubungan dengan bahasa. Bahasa adalah sistem, dan bahasa adalah lambang; dan kini, bahasa adalah bunyi.

Alat komunikasi manusia adalah bahasa. Manusia sering disebut-sebut sebagai Homo Sapien (Makhluk Berfikir), Homo Sosio (Makhluk yang Bermasyarakat), Homo Faber (Makhluk Pencipta Alat), dan juga Animal Rationale (Makhluk Rasional yang Berakal Budi). Oleh karena itu bisa disimpulkan bahwa alat komunikasi manusia yang namanya bahasa adalah bersifat manusiawi, dalam arti hanya milik manusia dan hanya dapat digunakan oleh manusia itu sendiri.

Andreas Kemke, seorang ahli Filologi dari Swedia pada abad ke-17 yang menyatakan bahwa Nabi Adam dulu di Surga berbicara dalam bahasa Demnark, sedangkan ular berbicara dalam bahasa Prancis, adalah tidak dapat dibuktikan kebenarannya karena tidak didukung oleh bukti empiris. Studi bahasa pada zaman Yunani mempunyai sejarah yang sangat panjang, yaitu kurang lebih sekitar 600 tahun. Studi bahasa pada zaman Romawi dapat dianggap kelanjutan dari zaman Yunani sampai dengan munculnya kerajaan Romawi. Boleh dikatakan orang Romawi mendapat pengalaman dalam bidang linguistik dari orang Yunani.

Pada awalnya penelitian bahasa di Indonesia dilakukan oleh para ahli Belanda dan Eropa lainnya, dengan tujuan untuk kepentingan pemerintahan kolonial. Pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 pemerintah kolonial sangat memerlukan informasi mengenai bahasa-bahasa yang ada dibumi Indonesia untuk melancarkan jalannya pemerintahan kolonial di Indonesia.

Arti Linguistik


Tatanan linguistik dalam ilmu linguistik umum dapat dibagi menjadi 4 yaitu :
1. Tatanan linguistik ( 1 ) : Fonologi
2. Tatanan linguistik ( 2 ) : Morfologi
3. Tatanan linguistik ( 3 ) : Sintaksis
4. Tatanan linguistik ( 4 ) : Semantik

Morfologi kata merupakan satuan terbesar dalam tatanan linguistik( satuan terkecilnya ialah Morfem). Dalam sejarah studi linguistik istilah frase banyak digunakan sebagai satuan sintaksis yang satu tingkat berada dibawah satuan klausa atau satu tingkat berada diatas satuan kata. Bukan hanya itu dalam tataran linguistik juga terdapat relasi makna. Yang dimaksud dengan relasi makna adalah hubungan semantik yang terdapat antara satuan bahasa yang satu dengan satuan bahasa yang lainnya. Satuan bahasa disini dapat berupa kata, frase, maupun kalimat dan relasi semantik itu dapat menyatakan kesamaan makna, pertengahan makna, ketercakupan makna, kegandaan makna atau juga kelebihan makna.


Linguistik Umum


Linguistik adalah telaah ilmiah mengenai bahasa manusia. Linguistik umum adalah Linguistik yang berusaha mengkaji kaidah-kaidah bahasa secara umum. Linguistik umum adalah ilmu Linguistik yang berusaha mengkaji kaidah-kaidah umum, kaidah bahasa secara umum. Kesimpulan dari definisi ini yaitu kajian ini dapat dilakukan terhadap keseluruhan sistem bahasa atau juga hanya pada satu tataran dari system bahasa itu. Sebuah tulisan dibuat untuk dipahami maksud dan tujuannya sehingga proses yang dilakukan penulis tidaklah sia-sia. Walaupun teori tentang ilmu Linguistik.


Linguistik Tradisional

Linguistik Tradisional sering dipertentangkan dengan bahasa struktural, bedanya tata bahasa tradisional menganalisis bahasa pada filsafat dan semantik, sedangkan tata bahasa struktural berdasarkan struktur/ciri formal yang ada pada suatu bahasa tertentu. Bagaimana terbentuknya tata bahasa tradisional akan dibicarakan sebagai berikut :

A. Linguistik Zaman Yunani ( abad ke 5 SM – abad ke 2 SM )

Yang menjadi pertentangan saat itu adalah :
Pertentangan antara fisis dan nomos. Bersifat fisis maksudnya bahasa itu mempunyai hubungan asal-usul, sumber dalam prinsip-prinsip abadi dan tidak dapat diganti diluar manusia itu sendiri, konversional artinya, makna-makna kata itu diperoleh dari hasil-hasil tradisi / kebiasaan. Pertentangan anologi dan anomali. Kaum anologi ( Plato dan Ariestoteles ) berpendapat bahwa bahasa bersifat teratur, analogi sejalan dengan kaum naturalis, sedangkan anomali berpendapat bahwa bahasa itu tidak teratur. Kaum anomali sejalan dengan kaum konvensional. Kaum / yokoh pada Zaman Yunani :

1. Kaum Shophis ( abad ke 5 SM )

Mereka dikenal karena :
  • a. Mereka melakukan kerja secara empiris
  • b. Melakukan kerja secara pasti dengan menggunakan ukuran tertentu.
  • c. Mementingkan bidan retorika dalam studi bahasa.
  • d. Memberikan tipe-tipe akalimat menjadi kalimat narasi, kalimat Tanya, kalimat jawab, kalimat perintah, kalimat laporan, doa dan undangan. Gregorias membicarakan tata bahasa.

2. Plato ( 429 – 347 SM )
  • a. Memperdebatkan analogi dan anomaly dalam bukunya Dialog. Juga mengemukakan masalah bahasa alamiah dan konvensional.
  • b. Dia menyodorkan batasan bahasa yang bunyinya kira-kira bahasa adalahv pernyataan dipikan manusia dengan perencanaan anomata dan rhemata.
  • c. Dialah orang yang pertamakali membedakan kata anoma dan rhema.
  • 1) Anoma ( anomata )
    a) Nama ( dalam bahasa sehari-hari )
    b) Nomina ( dalam istilah tata bahasa )
    c) Subjek ( dalam hubungan subjek logis )
  • 2) Rhema ( Rhamata ) :
    a) Ucapan ( dalam bahasa sehari-hari )
    b) Verba ( dalam istilah tata bahasa )
    c) Predikat ( dalam hubungan subjek logis )

3. Ariestoteles ( 384 – 322 SM )
  • a. Membagi kata dalam 3 kelas kata, yaitu anoma, rhema dan syndesmy. Yangv dimaksud syndesmoi adalah kata-kata yang lebih banyak bertugas dalam hubungan sintaksis. Sydnesmoi itu lebih kurang sama dengan preposisi dan konjungsi yang sekarang kita kenal.
  • b. Membedakan jenis kelamin kata ( gender ) menjadi 3 yaitu : maskulin, feminism dan neutrum.
4. Kaum Stoik ( abad ke – 4 SM )
  • a. Membedakan studi bahasa secara logika dan studi bahasa secara tata bahasa.
  • b. Menciptakan istilah khusus dalam studi bahasa.
  • c. Membedakan 3 komponen utama dari studi bahasa yaitu :
    1) tanda, simbol, sign atau semainon,
    2) makna, apa yang disebut smainomen / lekton,
    3) hal-hal diluar bahasa yakni benda-benda / situasi.
  • d. Mereka membedakan legein, yaitu bunyi yang merupakan bagian fonologi tetapi tidak bermakna dan propheretal yaitu ucapan bunyi bahasa yang menagandung makna.
  • e. Mereka membagi jenis kata menjadi 4 kata yaitu benda, kata kerja, syndesmoi dan arthoron yaitu kata-kata yang menyatakan jenis kelamin dan jumlah.
  • f. Membedakan kata kerja komplek dan kata kerja tak komplek. Serta kata kerja aktif dan pasif.

5. Kaum Alexandrian

Kaum ini menganut paham analogi dan studi bahasa, menghasilkan buku tata bahasa yang disebut Tata Bahasa Dionysus Tharx dan diterjemahkan oleh Remmius Palaemon dengan judul Ars Grammatika. Buku ini yang kemudian dijadikan model dalam penyusunan buku tata bahasa Eropa lainnya. Karena sifatnya mentradisi makna buku-buku tata bahasa kini disebut dengan nama tata bahasa tradisional. Jadi, cikal bakal tata bahasa tradisional itu berasal dari buku Dionysus Tharx. Di India pada tahun 400 SM Panini seorang sarjana Hindu membuat buku dengan judul Adtdyasi merupakan deskripsi lengkap bahasa Sansakerta yang pertama kali ada. Oleh karena itu Leonard Bloomfield, tokoh linguis structural Amerika menyebut Panini sebagai One of The Greatest Monuments of The Human Intelligenci.


B. Linguistik Zaman Romawi

Merupakan kelanjutan dari zaman yunani. Tokoh pada zaman Romawi yang terkenal antara lain, Varro ( 116 – 27 SM ) dengan karyanya, De Lingua Latina dan Priscia dengan karyanya Institusiones Grammaticae.

1. Varro dan “ De Lingua Latina ”
Dalam buku ini Varoo masih membahas masalah analogi dan anomali seperti pada zaman Stoik di Yunani. Dibagi dalam bidang-bidang etimologi, morfologi dan sintaksis

2. Tata bahasa Priscia Dianggap sangat penting karena :
  • a. Merupakan buku tata bahasa latin paling lengkap yang dituturkan pembicaraan aslinya.
  • b. Teori-teori tata bahasa yang merupakan tonggak-tonggak utama pembicaraan bahasa secara tradisional. Segi yang dibicarakan dari buku itu adalah :
    1) Fonologi dibicarakan mengenai huruf / tulisan yang disebut Literae / bagian terkecil dari bumi yang dapat dituliskan,
    2) Morfologi dibicarakan mengenai Dictio / kata,
    3) Sintaksis dibicarakan mengenai oratio yaitu tata susunan kata yang berselaras dan menunjukan kalimat itu selesai. Buku Institutiones Garammaticae ini telah menjadi dasar tata bahasa latin dan zaman pertengahan.

C. Linguistik Zaman Pertengahan

Studi bahasa pada zaman pertengahan mendapat perhatian penuh terutama oleh para filsuf skolastik. Yang patut dibicarakan dalam studi bahasa antara lain adalah peranan :

1. Kaum Modistae
  • a. Mereka menerima analogi karena menurut mereka bahasa itu bersifat regular dan universal.
  • b. Mereka memperhatikan secara penuh akan semantic sebagai penyebutan defines bentuk-bentuk bahasa.
  • c. Mereka mencari sumber makna, maka dengan demikian berkembanglah bidang etimologi pada zaman itu.
2. Tata Bahasa Skulativa
Merupakan hasil integrasi deskripsi gramatikal bahasa latin kedalam filsafat skolastik.

3. Petrus Hispanus
  • a. Memasukan psikologi dalan analisis makna bahasa
  • b. Membedakan nomen atas dua macam yaitu nomen subtantivum dan nomen edjektivum
  • c. Membedaan semua bentuk yang menjadi subjek / predikat dan bentuk tutur lainnya.


D. Linguistik Zaman Renaisans

Zaman Renaisans dianggap sebagai zaman pembukaan abad pemikiran abad modern. Dalam sejarah studi bahasa ada dua hal pada zaman renaisans ini yang menonjol yang perlu dicatat.
1. Sarjana-sarjana pada waktu itu menguasai bahasa latin, Ibradi dan Arab,
2. Bahasa Eropa lainnya mendapat perhatian dalam bentuk pembahasan, penyusunan tata bahasa dan perbandingan.


E. Menjelang Lahirnya Linguistik Modern

Sejak awal buku ini sudah menyebut-nyebut bahwa Ferdinand de Saussure dianggap sebagai Bapak Linguistik Modern. Diawali dengan pernyataan Sir William tentang adanya hubungan kekerabatan antara bahasa Sansakerta dengan bahasa-bahasa Yunani, Latin dan bahasa Jerman lainnya telah membuka babak baru sejarah Linguistik, yakni dengan berkembangnya studi linguistic banding atau linguistic histories komparatif, serta studi mengenai hakekat bahasa secara linguistic terlepas dari masalah filsafat Yunani kuno.

Bila kita simpulkan pembicaraan mengenai linguistik tradisional dapat dikatakan bahwa :
1. Pada tata bahasa tradisional ini tidakdikenal adanya perbedaan antara bahasa ujarang dengan bahasa tulisan. Oleh karena itu, deskripsi bahasa hanya bertumpu pada tulisan.
2. Bahasa yang disusun tata bahasanya dideskripsikan dengan mengambil patokan-patokan dari bahasa lain, terutama bahasa latin.
3. Kaidah-kaidah bahasa dibuat secara persepektif, yakni benar / salah.
4. Persoalan kebahasaan seringkali dideskripsikan dengan melibatkan logika.
5. Penemuan-penemuan terdahulu cenderung untuk selalu dipertahankan.

Sedangkan Linguistik strukturalis berusaha mendeskripsikan suatu bahasa berdasarkan ciri bahasa itu. Tokoh-tokohnya :

1. Ferdinand de Saussure.
a. Telaah sinkronik ( mempelajari bahasa dalam kurun waktu tertentu saja ) dan diakronik ( telaah bahasa sepanjang masa )
b. Perbedaan langue dan parloe. Lague yaitu keseluruhan sistem tanda yang berfungsi sebagai alat komunikasi verbal antara para anggota suatu masyarakat bahasa, sifatnya abstrak. Sedangkan parloe sifatnya konkret karena parloe tidak lain dari pada realitas fisis yang berada dari yang satu dengan orang yang lain.
c. Perbedaan signifian dan signifie. Signifian adalah citra bunyi atau kesan psikologis bunyi yang timbul dalam alam pikiran ( bentuk ), signifie adalah pengertian atau kesan makna yang ada dalam pikiran kita ( makna )
d. Hubungan sintagmatik dan paradigmatik. Yang dimaksud hubungan sintagmatik adalah hubungan antara unsur-unsur yang terdapat dalam suatu tuturan, yang tersusun secara berurutan, bersifat linear. Hubungan parsdigmatik adalah hubungan antara unsur-unsur yang terdapat dalam suatu tuturan antara unsur-unsur yang terdapat dalam satu tuturan dengan unsur-unsur sejenis yang tidak terdapat dalam tuturan yang bersangkutan.

2. Aliran Praha
Sumbangan aliran ini dalam bidang fonologis ( mempelajari bunyi tersebut dalam suatu sistem ) dan bidang sintaksis dengan menelaah kalimat melalui pendekatan fungsional. 

3. Aliran Glosematik
Aliran Glosematik lahiran Denmark. Tokohnya Louis Hjemslev yang meneruskan ajaran Fernand de Saussure. Namanya menjadi terkenal karena usahanya untuk membuat ilmu bahasa menjadi ilmu yang berdiri sendiri, bebas dari ilmu lain, dengan peralatan, metodologis dan terminologis sendirian.

4. Aliran Fitrhian
Nama John R. Firth terkenal karena teorinya mengenai finolofi prosodi. Fonologi prosodi adalah suatu cara untuk menentukan ati pada tataran fonetis.

5. Linguistik Sistemis
Pokok pandangan aliran ini adalah :
a. SL memberikan perhatuan penuh pada segi kemasyarakatan bahasa.
b. SL memandang bahasa sebagai sarana
c. SL mengutamakan pemerian ciri-ciri bahasa tertentu beserta variasinya
d. SL mengenal adanya gradasi / kontinum
e. SL menggambarkan tiga tataran utama bahasa


6. Leonard Bloomfield dan Strukturalis Amerika
Disebut aliran Bloomfield karena bermula dari gagasan Bloomfield. Disebut aliran taksonomi karena aliran menganalisis dan mengklasifikasikan unsur-unsur bahasa berdasarkan hubungan hierarkinya.

7. Aliran Tagmemik
Dipelopori oleh Kenneth L. Pike yang mewarisi pandangan Bloomfield. Menurut alitan ini satuan dasar dari sintaksis adalah tagmem ( susunan ) . Tagmem ini tidak dapat dinyatakan dengan fungsi-fungsinya saja. Seperti subjek + predikat + objek dan tidak dapat dinyatakan dengan bentuk saja, seperti fase benda + fase kerja + fase benda, melainkan harus diungkapkan kesamaan dan rentetan rumus seperti : S : FN + P : FN + O : FN. Fungsi subjek diikuti pula oleh fungsi objek yang diisi oleh frase nominal. Dunia ilmu, termasuk linguistik bukan merupakan kegiatan yang statis melainkan merupakan kegiatan yang dinamis, berkembang terus sesuai dengan filsafat ilmu itu sendiri yang selalu ingin mencari kebenaran yang hakiki. Kemudian orang pun marasa bahwa model struktural itu banyak kelemahannya, sehingga orang mencoba merevisi model struktural.
Lihat Juga Penjelasan Linguistik Murni dan Terapan

Demikian sekilas tentang Linguistik. Semoga Bermanfat.



Sumber pustaka:
Pie, Matio. 1971. Kisah dan pada Bahasa. Jakarta ; Bharata
Verhaar. J. W. M. 1980. Teori Linguisrik dan Bahasa Indonesia. Yogyakarta ; Kanisius.

3 Responses to "Sekilas Tentang Linguistik"

  1. Bagus dan enak sekali ditelaahi.

    BalasHapus
  2. Bagus dan enak sekali ditelaahi.

    BalasHapus
  3. mas, mau tanya.. bagaimana susunan morf dari bahasa jawa "dodol"?

    BalasHapus