Perbedaan Novel Sastra Serius dan Novel Hiburan

Perbedaan Novel Sastra dan Novel Hiburan - Novel adalah karya sastra yang sampai saat ini masih menjadi yang paling popular di dunia. Bentuk karya sastra ini paling banyak beredar, karena daya komunikasinya yang luas dan lebih familiar di lkalangan masyarakat. Dari segi bahan bacaan, novel dapat dibagi menjadi dua golongan yaitu karya serius dan karya hiburan.

Benarkah? Pendapat ini memang benar, tetapi tidak hanya berhenti di situ saja. Masih ada kelanjutan yang menjelaskan tentang maksud "Bacaan Serius" atau "Bacaan Hiburan" semata. Tidak semua yang mampu memberikan hiburan bisa disebut sebagai karya sastra serius. Sebuah novel serius bukan saja dituntut agar dia merupakan karya yang indah, menarik dan dengan demikian juga memberikan hiburan pada kita. Tetapi ia juga dituntut lebih dari itu.

Perbedaan Novel Sastra


Syarat utama dari novel adalah harus menarik, menghibur, dan mendatangkan rasa puas setelah orang habis membacanya. Novel yang baik adalah novel yang isinya dapat memanusiakan para pembacanya. Sebaliknya novel hiburan hanya dibaca untuk kepentingan santai belaka, atau sekedar mengisi waktu. Yang penting memberikan keasyikan pada pembacanya untuk menyelesaikannya. Tradisi novel hiburan terikat dengan pola.

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa novel sastra serius punya fungsi sosial, sedang novel hiburan cuma berfungsi personal. Novel berfungsi sosial lantaran novel yang baik ikut membina masyarakat menjadi manusia dan memperbaiki manusia menjadi lebih baik. Sedang novel hiburan tidak mempedulikan apakah cerita yang dihidangkan membina manusia atau tidak, yang penting tujuan utamanya memikat dan orang mau cepat membacanya.

Novel sastra serius dan novel sastra hiburan mempunyai beberapa unsur yang membedakan keduanya.

Unsur Novel Sastra


Unsur novel sastra serius adalah sebagai berikut :

1. Karya sastra tidak hanya berputar. Ia membuka diri terhadap semua masalah yang penting untuk menyempurnakan hidup manusia. Masalah cinta dalam sastra kadang hanya penting untuk sekedar menyusun plot cerita belaka, sedang masalah yang sebenarnya berkembang di luar itu.

2. Tidak berhenti pada gejala permukaan saja, tetapi selalu mencoba memahami secara mendalam dan mendasar suatu masalah, hal ini dengan sendirinya berhubungan dengan kematangan pribadi si sastrawan sebagai seorang intelektual.

3. Kejadian atau pengalaman yang diceritakan dalam karya sastra bisa dialami atau sudah dialami oleh manusia mana saja dan kapan saja karena membicarakan hal-hal yang universal dan nyata. Tidak membicarakan kejadian yang artificial dan bersifat kebetulan.

4. Sastra selalu bergerak, selalu segar dan baru. Ia tidak mau berhenti pada konvensialisme. Penuh inovasi. Bahasa yang dipakai adalah bahasa standard, bukan silang atau mode sesaat.

Unsur Novel Hiburan Populer


Sedangkan novel sastra hiburan juga mempunya unsur-unsur sebagai berikut :

1. Tema yang selalu hanya menceritakan kisah asmara belaka, hanya itu tanpa masalah lain yang lebih serius.

2. Novel terlalu menekankan pada plot cerita, dengan mengabaikan karakterisasi, problem kehidupan dan unsur-unsur novel lain.

3. Biasanya cerita disampaikan dengan gaya emosional seperti bertujuan meruntuhkan air mata pembaca, akibatnya novel demikian hanya mengungkapkan permukaan kehidupan, dangkal, tanpa pendalaman.

4. Masalah yang dibahas kadang-kadang juga artificial, tidak hanya dalam kehidupan ini. Isi cerita hanya mungkin terjadi dalam cerita itu sendiri, tidak dalam kehidupan nyata. Banyak kejadian yang dibuat berdasarkan unsur kebetulan.

5. Karena cerita ditulis untuk konsumsi massa, maka pengarang rata-rata tunduk pada hukum cerita konvensional, jarang kita jumpai usaha pembaharuan dalam jenis bacaan ini, sebab demikian itu akan meninggalkan masa pembacanya.

6. Bahasa yang dipakai adalah bahasa yang aktual, yang hidup dikalangan pergaulan muda-mudi kontenpores. Pengaruh gaya berbicara serta bahasa sehari-hari amat berpengaruh dalam novel jenis ini.


Nilai-nilai yang terkandung dalam novel sastra

1) Nilai Sosial: Nilai sosial ini akan membuat orang lebih tahu dan memahami kehidupan manusia lain.

2) Nilai Ethik : Novel yang baik dibaca untuk penyempurnaan diri yaitu novel yang isinya dapat memausiakan para pembacanya, Novel-novel demikian yang dicari dan dihargai oleh para pembaca yang selalu ingin belajar sesuatu dari seorang pengarang untuk menyempurnakan dirinya sebagai manusia.

3) Nilai Hedorik: Nilai hedonik ini yang bisa memberikan kesenangan kepada pembacanya sehingga pembaca ikut terbawa ke dalam cerita novel yang diberikan

4) Nilai Spirit: Nilai sastra yang mempunyai nilai spirit isinya dapat menantang sikap hidup dan kepercayaan pembacanya. Sehingga pembaca mendapatkan kepribadian yang tangguh, percaya akan dirinya sendiri.

5)Nilai Koleksi: Novel yang bisa dibaca berkali-kali yang berakibat bahwa orang harus membelinya sendiri, menyimpan dan diabadikan.

6) Nilai Kultural: Novel juga memberikan dan melestarikan budaya dan peradaban masyarakat, sehingga pembaca dapat mengetahui kebudayaan masyarakat lain daerah.


Jenis novel hiburan bermacam-macam menurut upaya, seperti :
a. Novel detektif
b. Novel roman
c. Novel misteri
d. Novel Gothise
e. Novel Pop

Novel hiburan ini merupakan bacaan ringan yang menghibur dan novel hiburan ini jauh lebih banyak ditulis dan diterbitkan serta lebih banyak dibaca orang sebagai pembaca. Untuk jenis novel hiburan ini jumlahnya amat banyak karena sifatnya yang personal dan isinya hanya fantasi pengarang saja. Novel hiburan juga menceritakan hal-hal yang indah seperti cerita percintaan yang sentimentil, sehingga pembaca sangat menyukainya. Novel hiburan ini juga diperhatikan oleh para kritisi yang menyangkut masalah komersialnya. Novel ini gemari oleh semua golongan masyarakat mulai dari anak-anak sampai orang dewasa, baik laki-laki maupun dewasa.

Baca Juga Antara Sastra dan Korupsi

Demikian mengenai Perbedaan Novel Sastra Serius dan Novel Hiburan semoga menambah pengetahuan anda.


0 Response to "Perbedaan Novel Sastra Serius dan Novel Hiburan"

Poskan Komentar