Pengertian dan Jenis-jenis Karangan dilihat dari Berbagai Sisi

Salam Nektarity. Kembali ktia akan membahas mengenai Bahasa dan Sastra indonesia. Kali ini kita bahas mengenai teori dalam menulis secara umum dalam kaidah bahasa indonesia. Setelah sebelumnya membahas Jenis-jenis Paragraf, kali ini kita akan membahas mengenai jenis-jenis karangan.

Jenis-jenis karangan ternyata sangat beragam dilihat dari berbagai sisi, mulai dari jenis karangan menurut bobot isinya, jenis karangan dilihat dari cara penyampaiannya, juga tujuan penyampaiannya. Bagi yang sedang menjalani studi dan membutuhkan materi jenis-jenis karangan ini, semoga artikel ini bisa memberikan pencerahan. Yuk kita bahas bersama.

Pengertian dan Jenis-jenis Karangan 

Jenis-jenis Karangan




Pengertian Karangan

Mengarang berarti ‘menyusun’ atau ‘merangkai‘. Pada dasarnya mengarang tidak hanya dalam bentuk tertulis. Seperti halnya berkomunikasi, kegiatan mengarang yang juga menggunakan bahasa sebagai mediumnya dapat berlangsung secara lisan. Seseorang yang berbicara,misalnya dalam sebuah diskusi atau berpidato secara serta-merta (impromptu), otaknya terlebih dahulu harus megarang sebelum mulutnya berbicara. Pada saat berbicara, sang pembicara itu sebenarnya “bekerja keras” mengorganisasikan isi pembicaraanya agar teratur, terarah/terfokus, sambil memikir-mikirkan susunan kata, pilihan kata, struktur kalimat; bahkan cara penyajiannya (misalnya deduktif atau induktif; klimaks atau antiklimaks).

Jadi, Karangan adalah hasil penjabaran suatu gagasan secara resmi dan teratur tentang suatu topik tahu pokok bahasan.Setiap karangan yang ideal pada prinsipnya mrerupakan uraian yang lebih tinggi atau lebih luas dari alinea.


Jenis-jenis Karangan




Jenis Karangan menurut Bobot Isinya :

1. Karangan Ilmiah
Karangan ilmiah adalah karangan atau tulisan yang diperoleh sesuai dengan sifat keilmuannya dan didasari oleh hasil pengamatan, peninjauan, penelitian dalam bidang tertentu, disusun menurut metode tertentu dengan sistematika penulisan yang bersantun bahasa dan isinya dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya/ keilmiahannya.(Eko Susilo, M. 1995:11).

Tujuan karangan ilmiah, diantaranya:
  • Memberi penjelasan
  • Memberi komentar atau penilaian
  • Memberi saran
  • Menyampaikan sanggahan, serta membuktikan hipotesa. 

Jenis-jenis karangan ilmiah, diantaranya :

 a. Skripsi
Skripsi ialah karya tulis (ilmiah) mahasiswa untuk melengkapi syarat mendapatkan gelar sarjana (S1). Skripsi ditulis berdasarkan pendapat (teori) orang lain yang didukung dengan data dan fakta empiris-objektif, baik berdasarkan penelitian langsung; observasi lapangan atau penelitian di laboratorium, atau studi kepustakaan.

b. Tesis
Tesis adalah jenis karya ilmiah yang bobot ilmiahnya lebih dalam dan tajam dibandingkan skripsi. Ditulis untuk menyelesaikan pendidikan pascasarjana. Penyususnan Tesis dituntut kemampuan untuk menggunakan istilah tehnis; dari istilah sampai tabel, dari abstrak sampai bibliografi.

c. Disertasi
Disertasi ditulis berdasarkan penemuan (keilmuan) orisinil dimana penulis mengemukan dalil yang dibuktikan berdasarkan data dan fakta valid dengan analisis terinci. Disertasi memuat penemuan-penemuan baru, pandangan baru yang filosofis, tehnik atau metode baru tentang sesuatu sebagai cerminan pengembangan ilmu yang dikaji dalam taraf yang tinggi.Peserta didik memiliki kecerdasan yang luar biasa diberikan kesempatan untuk memasuki program pendidikan dan ketrampilan sesuai dengan gaya dan irama belajarnya.


2. Karangan Semi Ilmiah
Karangan semi ilmiah adalah karangan yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan. Penulisannya menggunakan konsep yang tidak formal karena tidak sepenuhnya mengikuti metode ilmiah. Penulisan yang baik dan benar, ditulis dengan bahasa konkret, gaya bahasanya formal, kata-katanya teknis dan didukung dengan fakta umum yang dapat dibuktikan kebenarannya.

Contoh Karangan Semi Ilmiah :

Ciri-ciri Karangan Semi-Ilmiah :
  1. Emotif : kemewahan dan cinta lebih menonjol, tidak sistematis, lebih mencari keuntungan dan sedikit informasi.
  2. Persuasif : penilaian fakta tanpa bukti. Bujukan untuk meyakinkan pembaca, mempengaruhi sikap cara berfikir pembaca dan cukup informative.
  3. Deskriptif : pendapat pribadi, sebagian imajinatif dan subjektif.


3.  Karangan Non Ilmiah
Karangan Non Ilmiah (Fiksi) adalah satu ciri yang pasti ada dalam tulisan fiksi adalah isinya yang berupa kisah rekaan. Karangan non-ilmiah ditulis berdasarkan fakta pribadi, dan umumnya bersifat subyektif. Bahasanya bisa konkret atau abstrak, gaya bahasanya formal dan populer, walaupun kadang-kadang juga formal dan teknis.

Ciri-ciri :
  1. Bersifat persuasif
  2. Ditulis berdasarkan fakta pribadi
  3. Fakta yang disimpulkan subyektif
  4. Bersifat imajinatif
  5. Gaya bahasa konotatif dan populer
  6. Situasi didramatisir
  7.  tidak memuat hipotesis
  8. Penyajian digabung dengan sejarah
Contoh : cerpen, puisi, novel, komik, dll.

Lihat Juga Jenis-jenis Artikel

Jenis Karangan menurut Menurut Cara Penyajian dan Tujuan Penyampaiannya :

1. Deskripsi (Pelukisan)
Karangan deskripsi adalah karangan yang memaparkan secara rinci dengan menyertakan bukti-bukti sehingga pembaca seolah-seolah terlibat didalamnya secara langsung.

Ciri-ciri karangan deskripsi :
1. Melibatkan dengan panca indra pembaca
2. Penggunaan objek didapat dengan pengamatan bentuk, warna serta keadaan objek secara langsung
3.  Unsur perasaan lebih tajam daripada pikiran


2. Narasi (Pengisahan)
Karangan narasi ialah karangan yang menyajikan serangkaian peristiwa yang biasanya disusun menurut urutan waktu.Yang termasuk narasi ialah cerpen, novel, roman, kisah perjalanan, biografi, dan autobiografi.

Ciri-ciri karangan Narasi
  • Menyajikan serangkaian berita atau kejadian
  • Disajikan dalam urutan waktu serta kejadian yang menunjukkan peristiwa awal sampai akhir
  • Menampilkan pelaku peristiwa atau kejadian
  •  Latar (setting) digambarkan secara hidup dan terperinci


3. Eksposisi (Pemaparan)
Karangan Eksposisi adalah karangan yang menjelaskan, menerangkan, memberitahukan suatu masalah atau objek agar orang lain mengetahuinya. 

Ciri-ciri karangan Eksposisi :
  •  Menjelaskan informasi agar pembaca mengetahuinya
  •  Menyatakan sesuatu yang benar-benar terjadi (daya faktual)
  •  Tidak terdapat unsur mempengaruhi atau memaksakan kehendak
  •  Menunjukkan analisis atau penafsiran secara objektif terhadap fakta yang ada
  •  Menunjukkan sebuah peristiwa yang terjadi tentang proses kerja sesuatu
 4. Argumentasi (Pembahasan)
Karangan argumentasi adalah karangan yang mengutarakan alasan yang bertujuan membuktikan kebenaran suatu pendapat/ kesimpulan dengan data/ fakta sebagai alasan/ bukti. Dalam argumentasi pengarang mengharapkan pembenaran pendapatnya dari pembaca. Adanya unsur opini dan data, juga fakta atau alasan sebagai penyokong opini tersebut.

Ciri-ciri karangan Argumentasi :
  • Berusaha meyakinkan pembaca akan kebenaran gagasan pengarang sehingga kebenaran itu diakui oleh pembaca
  • Pembuktian dilengkapi dengan data, fakta, grafik, tabel, gambar
  • Dalam argumentasi pengarang berusaha mengubah sikap, pendapat atau pandangan pembaca
  • Dalam membuktikan sesuatu, pengarang menghindarkan keterlibatan emosi dan menjauhkan subjektivitas
  • Dalam membuktikan kebenaran pendapat pengarang, kita dapat menggunakan bermacam-macam pola pembuktian.

5. Persuasi (Pengajakan)
Karangan persuasi bertujuan untuk mengajak atau mempengaruhi pembaca untuk berbuat sesuatu untuk tujuan tertentu.

6. Campuran (Kombinasi)
Karangan Campuran Merupakan sebuah karangan murni , misalnya eksposisi atau persuasi, sering ditemukan karangan campuran atau kombinasi. Isinya dapat merupakan gabungan eksposisi dengan deskripsi, atau eksposisi dengan argumentasi.

Lihat Juga  Kalimat Simpleks dan Kompleks

Orang yang merangkai atau menyusun kata, kalimat, dan alinea tidak disebut membuat karangan jika tidak sesuai dengan kaidah yang ada. Demikian mengenai Jenis-jenis karangan yang ada di dalam bahasa Indonesia. Salam Nektarity


Daftar Pustaka :
  • Charlina dan Mangatur Sinaga. 2011.  MKDU Bahasa Indonesia. Pekanbaru: Berhati Publishing.
  • Faizah, Hasnah. 2009. Mata Kuliah Dasar Umum Bahasa Indonesia. Pekanbaru: Cendikia Insani.
  • Hermandra. 2008. Bahasa Indonesia Diperguruan Tinggi. Pekanbaru: Cendikia
    Redaksi Transmedia. 2010. Panduan EYD dan Tata Bahasa Indonesia. Jakarta Selatan: Transmedia.
  • Tim Quantum Inovatif. 2009. Buku Panduan Super Intensive SMPTN. Pekanbaru:Quantum Inovatif.
  • Tukan. 2006. Mahir Berbahasa Indonesia SMA Kelas XI . Jakarta: Yudhistira.
  • Widodo. 2006. Buku Latihan Siswa Star Idola Bahasa Indonesia SMA/MA. Solo: Putra Kertonatan.
  • Finoza, lamuddin. 2009. Komposisi Bahasa Indonesia Untuk Mahasiswa Non Jurusan Bahasa Revisi 3. Jakarta : Diksi Insan Mulia.

 

0 Response to "Pengertian dan Jenis-jenis Karangan dilihat dari Berbagai Sisi"

Poskan Komentar