DASAR ILMU FILSAFAT


Dasar ilmu Filsafat - Banyak yang sering menanyakan "Apa sih Filsafat itu?", dan "Apa Tujuan Filsafat?". Beberapa pertanyaan lain pun akan muncul sedikit demi sedikit ketika kita mulai mendalami filsafat. Nah untuk itu, sebagai calon penulis sastra, penting pula mengetahui Filsafat untuk kekayaan kandungan nilai makna dalam setiap karya yang kita lahirkan. Beberapa pertanyaan mendasar diantaranya:

1. "Apa sih filsafat itu?"
2. "Apa tujuan filsafat",
3. Banyak orang menambahkan kata "ilmu" pada filsafat. Benarkah filsafat itu ilmu?
4. Kalau filsafat menjadi ilmu, maka pencarian kebenaran harus tunduk pada logika dan verifikasi? Dan sebelum belajar filsafat apakah harus tahu dulu dasar matematika, karena berpikir secara filsafat tak bisa lepas dari matematika hidup?
5. Ada yang bilang filsafat merupakan ibu dari segala ilmu, sehingga lahirlah banyak cabang filsafat. Tapi adakah batasan dari cabang-cabang tersebut? misalnya kenapa ilmu ini disebut sebagai "Filsafat Tuhan" atau kenapa ilmu ini disebut sebagai "filsafat manusia"? bukankah di dalam cabang-cabang tsb mencakup juga ajaran dari cabang-cabang filsafat yang lain?

Dari pertanyaan-pertanyaan diatas mengenai Filsafat secara umum, mari kita pelajari tahap demi tahap agar lebih mudah memahami Ilmu Filsafat.

 Pengertian Filsafat


Secara terminologi, Istilah filsafat berasal dari bahasa Yunani: ”philosophia”. Seiring perkembangan jaman akhirnya dikenal juga dalam berbagai bahasa, seperti : ”philosophic” dalam kebudayaan bangsa Jerman, Belanda, dan Perancis; “philosophy” dalam bahasa Inggris; “philosophia” dalam bahasa Latin; dan “falsafah” dalam bahasa Arab.


DASAR ILMU FILSAFAT


Apa sebenarnya yang dimaksud dengan Filsafat? Berikut ini adalah Pengertian Filsafat menurut para ahlinya, atau dikenal dengan para Filsuf:

Aristoteles (384 SM - 322SM) menjelaskan bahwa Filsafat merupakan ilmu pengetahuan yang meliputi kebenaran, yang di dalamnya terkandung ilmu-ilmu metafisika, logika, retorika, etika, ekonomi, politik, dan estetika (filsafat menyelidiki sebab dan asas segala benda.

Plato (427SM - 347SM) menjabarkan bahwa Filsafat adalah pengetahuan tentang segala yang ada (ilmu pengetahuan yang berminat mencapai kebenaran yang asli).

Filsafat menurut Johann Gotlich Fickte (1762-1814 ) adalah ilmu dari ilmu-ilmu , yakni ilmu umum, yang jadi dasar segala ilmu. Ilmu membicarakan sesuatu bidang atau jenis kenyataan. Filsafat mengkaji seluruh bidang dan seluruh jenis ilmu mencari kebenaran dari seluruh kenyataan.

Marcus Tullius Cicero (106 SM - 43SM) mengemukakan bahwa ilsafat adalah pengetahuan tentang sesuatu yang maha agung dan usaha-usaha untuk mencapainya.

Hal senada juga dikemukakan oleh Drs H. Hasbullah Bakry bahwa filsafat adalah ilmu yang menyelidiki segala sesuatu dengan mendalam mengenai ketuhanan, alam semesta dan manusia, sehingga dapat menghasilkan pengetahuan tentang bagaimana hakikatnya sejauh yang dapat dicapai oleh akal manusia, dan bagaimana sikap manusia itu seharusnya setelah mencapai pengetahuan itu.

Dr. M. J. Langeveld mengungkapkan Pengertian Filsafat sebagai ilmu kesatuan yang terdiri atas tiga lingkungan masalah: ” lingkungan masalah keadaan (metafisika manusia, alam dan seterusnya) ” lingkungan masalah pengetahuan (teori kebenaran, teori pengetahuan, logika) ” lingkungan masalah nilai (teori nilai etika, estetika yang bernilai berdasarkan religi) .

Ditegaskan oleh Paul Nartorp (1854 – 1924 ) bahwa filsafat adalah ilmu dasar hendak menentukan kesatuan pengetahuan manusia dengan menunjukan dasar akhir yang sama, yang memikul sekaliannya .

Prof. Dr. Fuad Hasan, guru besar psikologi UI, menjelaskan bahwa Filsafat adalah suatu ikhtiar untuk berpikir radikal, artinya mulai dari radiksnya suatu gejala, dari akarnya suatu hal yang hendak dimasalahkan. Dan dengan jalan penjajakan yang radikal itu filsafat berusaha untuk sampai kepada kesimpulan-kesimpulan yang universal.

Descartes (1596 – 1650) menjabarkan Filsafat sebagai kumpulan segala pengetahuan dimana Tuhan, alam dan manusia menjadi pokok penyelidikannya. Sedangkan Darmodihardjo menyatakan Filsafat sebagai pemikiran dalam usahanya mencari kebijaksanaan dan kebenaran yang sedalam-dalamnya sampai keakar-akarnya (radikal, radik-akar), eratur (sistematis) dan menyeluruh (universal). Sementara itu IR. Putjowijatno mendefinisikan Filsafat sebagai ilmu yang berusaha mencari sebab yang sedalam-dalamnya bagi segala sesuatu berdasarkan atas pikiran bela.

Al-farabi filsuf muslim terbesar sebelum ibnu sina, juga menjelaskan bahwa filsafat adalah ilmu pengetahuan tentang alam maujud dan bertujuan menyelidiki hakikat yang sebenarnya.

Immanuel kant (1724 -1804) berpendapat bahwa filsafat itu ilmu pokok dan pangkal segala pengetahuan yang mencakup di dalamnya empat persoalan, yaitu: ” apakah yang dapat kita ketahui? (dijawab oleh metafisika) ” apakah yang dapat kita kerjakan? (dijawab oleh etika) ” sampai di manakah pengharapan kita? (dijawab oleh antropologi).

Harold H. Titus (1979 ): membagi Pengertian Filsafat sebagai:
(1) Filsafat adalah sekumpulan sikap dan kepecayaan terhadap kehidupan dan alam yang biasanya diterima secara tidak kritis. Filsafat adalah suatu proses kritik atau pemikiran terhadap kepercayaan dan sikap yang dijunjung tinggi;
(2) Filsafat adalah suatu usaha untuk memperoleh suatu pandangan keseluruhan;
(3) Filsafat adalah analisis logis dari bahasa dan penjelasan tentang arti kata dan pengertian ( konsep ); Filsafat adalah kumpulan masalah yang mendapat perhatian manusia dan yang dicirikan jawabannya oleh para ahli filsafat.

Dari beberapa Pengertian Filsafat diatas dapat ditarik kesimpulan mengenai Filsafat, bahwa Filsafat merupakan pandangan hidup seseorang atau sekelompok orang yang merupakan konsep dasar mcngenai kehidupan yang dicita-citakan.

Sedangkan komentar dari ilmuan lokal, mengenai Pengertian Filsafat, sebagai berikut:

  1. Hasbullah Bakry: Ilmu Filsafat adalah ilmu yang menyelidiki segala sesuatu dengan mendalam mengenai Ke-Tuhanan, alam semesta dan manusia sehingga dapat menghasilkan pengetahuan tentang bagaimana sikap manusia itu sebenarnya setelah mencapai pengetahuan itu.
  2. Prof. Mr.Mumahamd Yamin: Filsafat ialah pemusatan pikiran , sehingga manusia menemui kepribadiannya seraya didalam kepribadiannya itu dialamiya kesungguhan.
  3. Prof.Dr.Ismaun, M.Pd. : Filsafat ialah usaha pemikiran dan renungan manusia dengan akal dan qalbunya secara sungguh-sungguh , yakni secara kritis sistematis, fundamentalis, universal, integral dan radikal untuk mencapai dan menemukan kebenaran yang hakiki (pengetahuan, dan kearifan atau kebenaran yang sejati.
  4. Bertrand Russel: Filsafat adalah sesuatu yang berada di tengah-tengah antara teologi dan sains. Sebagaimana teologi , filsafat berisikan pemikiran-pemikiran mengenai masalah-masalah yang pengetahuan definitif tentangnya, sampai sebegitu jauh, tidak bisa dipastikan;namun, seperti sains, filsafat lebih menarik perhatian akal manusia daripada otoritas tradisi maupun otoritas wahyu. f.Hasbullah Bakry: Ilmu Filsafat adalah ilmu yang menyelidiki segala sesuatu dengan mendalam mengenai Ke-Tuhanan, alam semesta dan manusia sehingga dapat menghasilkan pengetahuan tentang bagaimana sikap manusia itu sebenarnya setelah mencapai pengetahuan itu.
  5. Prof. Mr.Mumahamd Yamin: Filsafat ialah pemusatan pikiran , sehingga manusia menemui kepribadiannya seraya didalam kepribadiannya itu dialamiya kesungguhan.
  6. Prof.Dr.Ismaun, M.Pd. : Filsafat ialah usaha pemikiran dan renungan manusia dengan akal dan qalbunya secara sungguh-sungguh , yakni secara kritis sistematis, fundamentalis, universal, integral dan radikal untuk mencapai dan menemukan kebenaran yang hakiki (pengetahuan, dan kearifan atau kebenaran yang sejati.
  7. Bertrand Russel: Filsafat adalah sesuatu yang berada di tengah-tengah antara teologi dan sains. Sebagaimana teologi , filsafat berisikan pemikiran-pemikiran mengenai masalah-masalah yang pengetahuan definitif tentangnya, sampai sebegitu jauh, tidak bisa dipastikan;namun, seperti sains, filsafat lebih menarik perhatian akal manusia daripada otoritas tradisi maupun otoritas wahyu. 

KATEGORI FILSAFAT BERDASARKAN CARA MENJAWAB


Indeterminisme, adalah Sebuah cara sistematis menjawab pertanyaan "mengapa?",didasarkan pada kombinasi dari ketidakpastian dan reduksionisme. Juga disebut dan terkait dengan Postmodernisme, Pluralisme, Multikulturalisme, Neo-Realisme, Probabilitas, Relativitas, Naturism, Kesadaran, Ekspresionisme, Fenomenalisme, epistemologis Egalitarianisme, Demokrasi Partisipatif, Liberation, Eksistensialisme, Ekspresionisme, Modernisme, Popularism, Totalitarianisme, Randomness, Prinsip Ketidakpastian, dan lain-lain

Determinisme, adalah Sebuah cara sistematis menjawab pertanyaan "mengapa" didasarkan pada kombinasi dari ketidakpastian dan transendentalisme.Juga dikenal sebagai Free Will, Takdir, Takdir, Takdir, Voluntarisme, Charisma, Aksi Magnetisme Pribadi, Kepribadian, Otonomi, Pahlawan, Srikandi, Bintang, Femme Fatale, Superman, Charlatan, Deedsman, Avatar, Animisme, Shamanisme, Thaumatocracy, Aktivisme, Langsung , Praxis, dll

Idealisme, adalah Sebuah cara sistematis menjawab pertanyaan "mengapa" yang didasarkan pada kombinasi kepastian dan transendentalisme. Juga disebut dan terkait dengan Spiritualisme, Politeisme, Tauhid, Panteisme, supernaturalisme, tradisionalisme, Absolutisme, Kanan Ilahi, Rasisme, Etnosentrisme, Elitisme, Aristokrasi, Teokrasi, Theosophy, Monarki, Popery, takhayul, Komitmen, dll

Materialisme, adalah Sebuah cara sistematis menjawab pertanyaan, "mengapa?" Didasarkan pada kombinasi dari reduksionisme dan kepastian. Juga disebut dan terkait dengan Objektivitas,, Naturalisme Realisme, Pencerahan Progress,, Positivisme, Impresionisme, atomisme, Liberalisme, Demokrasi, Humanisme, Plutokrasi, Kapitalisme dan Sains.

Apa yang dapat saya ketahui? Apa yang seharusnya saya lakukan? Apa yang bisa saya harapkan? Itulah pertanyaan dasariah yang dilontarkan oleh Imanuel Kant. Dalam permenungannya ia berusaha memeriksa kesahihan pengetahuan, secara kritis, tidak dengan pengujian empiris, melainkan dengan asas-asas a priory dalam diri subjek. Maka filsafatnya disebut transendentalisme—sebuah penelitian yang memusatkan dir pada kondisi-kondisi yang murni dalam diri subjek pengetahuan. lalu pemikiran bahwa perubahan satu sistem tidak akan memberi dampak pada sistem yang lain. Karena mempunyai bagian masing-masing. Paham ini dikenal sebagai reduksionisme. Dengan kata lain, reduksionisme percaya bahwa suatu sistem yang besar dapat dipecah menjadi sistem kecil-sistem kecil.

Reduksionisme adalah suatu kebiasaan untuk memandang sebuah bagian utuh dari sebuah objek dengan meneliti bagian-bagiannya. mungkin lebih dekat dengan kebalikan faham holisme.

Nah, demikian Mengenai Dasar Ilmu Filsafat secara umum. Sebenarnya masih banyak yang harus dijabarkan. Semoga di postingan selanjutnya kita bisa kembali melanjutkan bab ini.

Salam Nektarity

0 Response to "DASAR ILMU FILSAFAT"

Poskan Komentar