Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

23 Kaidah Penggunaan Huruf Kapital Sesuai EYD V, Lengkap dengan Contoh

Pelajari 23 kaidah penggunaan huruf kapital sesuai EYD V, mulai dari awal kalimat, nama orang, gelar, geografi, judul, hingga kata sapaan. Penggunaan huruf kapital merupakan bagian penting dalam penulisan bahasa Indonesia. Huruf kapital tidak hanya digunakan pada awal kalimat, tetapi juga pada nama orang, nama tempat, lembaga, judul, gelar, serta kata sapaan. 

Pedoman yang berlaku saat ini adalah Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan Edisi V (EYD V). EYD V ditetapkan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa melalui Keputusan Kepala Badan Nomor 0424/I/BS.00.01/2022 pada 16 Agustus 2022. Pedoman ini menggantikan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI).

Penggunaan Huruf Kapital Sesuai EYD V

Penggunaan Huruf Kapital Sesuai EYD V



Berikut 23 kaidah penggunaan huruf kapital sesuai EYD V beserta contohnya.

1. Huruf kapital digunakan pada awal kalimat

Huruf pertama pada awal kalimat ditulis dengan huruf kapital.

Contoh:
  • Apa maksudnya?
  • Tolong ambilkan buku itu!
  • Kita harus bekerja keras.
  • Pekerjaan itu akan selesai dalam satu jam.

2. Huruf kapital digunakan pada unsur nama orang dan julukan

Setiap unsur nama orang ditulis dengan huruf kapital. Ketentuan ini juga berlaku untuk julukan yang digunakan sebagai nama.

Contoh:
  • Amir Hamzah
  • Dewi Sartika
  • James Watt
  • Rudolf Diesel
  • Jenderal Kancil

3. Huruf kapital tidak digunakan pada nama orang yang menjadi nama jenis atau satuan ukuran

Nama orang yang digunakan sebagai nama jenis atau satuan ukuran ditulis dengan huruf nonkapital.

Contoh:
  • 5 ampere
  • 15 watt
  • ikan mujair
  • mesin diesel

4. Huruf kapital digunakan pada nama orang dalam nama teori, hukum, dan rumus

Nama orang tetap ditulis dengan huruf kapital jika digunakan dalam nama teori, hukum, atau rumus.

Contoh:
  • teori Darwin
  • hukum Archimedes
  • rumus Pythagoras

5. Kata bin, binti, boru, dan van ditulis dengan huruf nonkapital

Kata yang bermakna “anak dari”, seperti bin, binti, boru, dan van, ditulis dengan huruf nonkapital. Pengecualian berlaku apabila kata tersebut berada di awal nama atau menjadi bagian dari nama tertentu.

Contoh:
  • Abdul Rahman bin Zaini
  • Fatimah binti Salim
  • Indani boru Sitanggang
  • Charles Adriaan van Ophuijsen
  • Salah satu pencetak gol terbanyak adalah Van Basten.

6. Huruf kapital digunakan pada awal kalimat dalam petikan langsung

Kata pertama dalam petikan langsung ditulis dengan huruf kapital apabila petikan tersebut berupa kalimat.

Contoh:
  • Ibu berpesan, “Berhati-hatilah, Nak!”
  • “Mereka berhasil meraih medali emas,” katanya.
  • “Besok pagi,” kata Rino, “mereka akan berangkat.”

7. Huruf kapital digunakan pada nama agama, kitab suci, dan Tuhan

Huruf kapital digunakan pada nama agama, kitab suci, Tuhan, sebutan untuk Tuhan, kata ganti Tuhan, serta singkatan nama Tuhan.

Contoh:
  • Buddha
  • Hindu
  • Islam
  • Kristen
  • Konghucu
  • Al-Qur’an
  • Alkitab
  • Allah
  • Tuhan
  • Allah Yang Mahakuasa akan menunjukkan jalan-Nya.
  • Tuhan YME (Yang Maha Esa)
  • Allah Swt. (Subhanahuwataala)

8. Huruf kapital digunakan pada gelar yang diikuti nama orang

Huruf kapital digunakan pada unsur nama gelar kehormatan, kebangsawanan, keturunan, keagamaan, atau akademik yang diikuti nama orang. Gelar akademik yang ditulis setelah nama orang juga diawali huruf kapital.

Contoh:
  • Mahaputra Yamin
  • Teuku Umar
  • La Ode Khairudin
  • Doktor Mohammad Hatta
  • Irwansyah, Magister Humaniora

9. Huruf kapital digunakan pada gelar, profesi, jabatan, dan pangkat sebagai sapaan

Gelar, profesi, jabatan, atau pangkat ditulis dengan huruf kapital jika digunakan sebagai sapaan.

Contoh:
  • Selamat datang, Yang Mulia.
  • Semoga berbahagia, Raden.
  • Terima kasih, Kiai.
  • Selamat pagi, Dokter.
  • Silakan duduk, Prof.
  • Siap, Jenderal.

10. Huruf kapital digunakan pada jabatan atau pangkat yang diikuti nama

Huruf kapital digunakan pada nama jabatan atau pangkat yang diikuti nama orang. Ketentuan ini juga berlaku apabila jabatan atau pangkat digunakan sebagai pengganti nama orang, nama instansi, atau nama tempat.

Contoh:
  • Wakil Presiden Adam Malik
  • Perdana Menteri Nehru
  • Profesor Anton M. Moeliono
  • Laksamana Muda Udara Husein Sastranegara
  • Proklamator Republik Indonesia

11. Huruf kapital digunakan pada nama bangsa, suku, bahasa, dan aksara

Nama bangsa, suku, bahasa, dan aksara ditulis dengan huruf kapital.

Contoh:
  • bangsa Indonesia
  • suku Dani
  • bahasa Tolaki
  • aksara Kaganga

12. Huruf kapital tidak digunakan pada bentuk turunan nama bangsa, suku, bahasa, dan aksara

Nama bangsa, suku, bahasa, dan aksara yang sudah menjadi bagian dari kata turunan ditulis dengan huruf nonkapital.

Contoh:
  • pengindonesiaan kata asing
  • keinggris-inggrisan
  • kesunda-sundaan

13. Huruf kapital digunakan pada nama tahun, bulan, hari, dan hari raya

Nama tahun, bulan, hari, hari besar, dan hari raya ditulis dengan huruf kapital.

Contoh:
  • tahun Hijriah
  • tarikh Masehi
  • bulan Agustus
  • hari Jumat
  • hari Lebaran
  • hari Natal

14. Huruf kapital digunakan pada nama peristiwa sejarah

Nama peristiwa sejarah ditulis dengan huruf kapital pada setiap unsur nama yang relevan.

Contoh:
  • Konferensi Asia Afrika
  • Perang Dunia II
  • Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
  • Hari Pendidikan Nasional

15. Peristiwa sejarah yang bukan nama ditulis dengan huruf nonkapital

Jika suatu peristiwa sejarah tidak digunakan sebagai nama resmi, penulisannya menggunakan huruf nonkapital.

Contoh:
  • Kami memperingati proklamasi kemerdekaan setiap tahun.
  • Perlombaan senjata meningkatkan risiko pecahnya perang dunia.

16. Huruf kapital digunakan pada nama geografi

Nama geografi ditulis dengan huruf kapital, termasuk nama benua, pulau, wilayah, gunung, sungai, dan kawasan administratif.

Contoh:
  • Benua Afrika
  • Asia Tenggara
  • Pulau Miangas
  • Gunung Semeru
  • Danau Toba
  • Jakarta
  • Jalan Polonia

17. Unsur geografi yang tidak diikuti nama diri ditulis dengan huruf nonkapital

Kata yang menyatakan unsur geografi, tetapi tidak diikuti nama diri, ditulis dengan huruf nonkapital.

Contoh:
  • berlayar ke teluk
  • mandi di sungai
  • menyeberangi selat
  • berenang di danau

18. Nama geografi yang menjadi nama jenis ditulis dengan huruf nonkapital

Nama geografi yang digunakan sebagai bagian dari nama jenis ditulis dengan huruf nonkapital.

Contoh:
  • jeruk bali
  • kacang bogor
  • nangka belanda
  • petai cina
  • gula jawa
  • kunci inggris

19. Huruf kapital digunakan pada nama geografi yang menunjukkan asal daerah

Nama geografi yang menyatakan asal daerah suatu produk, makanan, seni, atau budaya ditulis dengan huruf kapital.

Contoh:
  • batik Cirebon
  • bubur Manado
  • film Indonesia
  • kopi Gayo
  • tari Bali

20. Huruf kapital digunakan pada nama negara, lembaga, organisasi, dan dokumen

Setiap kata dalam nama negara, lembaga, badan, organisasi, atau dokumen resmi ditulis dengan huruf kapital, kecuali kata tugas seperti dan, di, ke, dari, yang, dan untuk.

Contoh:
  • Bosnia dan Herzegovina
  • Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia
  • Kitab Undang-Undang Hukum Pidana
  • Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia
  • Perserikatan Bangsa-Bangsa
  • Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 63 Tahun 2019 tentang Penggunaan Bahasa Indonesia

21. Huruf kapital digunakan dalam judul dan nama media massa

Setiap kata dalam judul buku, karangan, artikel, makalah, serta nama media massa diawali huruf kapital. Pengecualian berlaku untuk kata tugas yang tidak berada di awal judul.

Contoh:
  • Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma
  • majalah Bahasa dan Sastra
  • surat kabar Sinar Pembangunan
  • artikel “Listrik Sahabat Petani”
  • makalah “Penerapan Asas-Asas Hukum Perdata”
Perlu diperhatikan bahwa kata dan, ke, dan kata tugas lain tetap ditulis dengan huruf kapital jika berada di awal judul.

22. Huruf kapital digunakan pada singkatan gelar dan pangkat

Unsur singkatan nama gelar dan pangkat ditulis dengan huruf kapital sesuai bentuk bakunya. Singkatan gelar umumnya diakhiri tanda titik pada setiap unsurnya.

Contoh:
  • S.E. — sarjana ekonomi
  • M.Si. — magister sains
  • Hj. — hajah
  • Pdt. — pendeta
  • Dg. — daeng
  • Dt. — datuk
  • K.R.T. — kanjeng raden tumenggung
  • Kol. — kolonel

23. Huruf kapital digunakan pada kata sapaan dan kata kekerabatan tertentu

Kata yang menunjukkan hubungan kekerabatan, seperti bapak, ibu, kakak, dan adik, ditulis dengan huruf kapital jika digunakan sebagai sapaan atau pengacuan. Kata Anda juga selalu ditulis dengan huruf awal kapital.

Contoh:
  • “Kapan Bapak berangkat?” tanya Hasan.
  • Dedi bertanya, “Itu apa, Bu?”
  • “Silakan duduk, Dik!” kata Rani.
  • Surat Saudara telah kami terima dengan baik.
  • “Hai, Kutu Buku, sedang membaca apa?”
  • “Selamat belajar, Anak-Anak.”


Kesimpulan

Penggunaan huruf kapital harus disesuaikan dengan fungsi kata dalam kalimat. Kata yang tampak sama dapat menggunakan huruf kapital atau nonkapital bergantung pada apakah kata tersebut merupakan nama diri, nama jenis, sapaan, atau bagian dari kata turunan.

Dengan memahami 23 kaidah penggunaan huruf kapital sesuai EYD V, penulis dapat menyusun artikel, makalah, laporan, surat, dan karya ilmiah dengan lebih tepat. Jika masih ragu, periksa kembali penulisan melalui laman resmi EYD V milik Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.


Sumber Rujukan:
  • https://ejaan.kemendikdasmen.go.id/eyd/penggunaan-huruf/huruf-kapital/
  • https://badanbahasa.kemendikdasmen.go.id/resource/doc/files/SK_EYD_Edisi_V_16082022.pdf

Posting Komentar untuk "23 Kaidah Penggunaan Huruf Kapital Sesuai EYD V, Lengkap dengan Contoh"

Jasa Desain Cover

Pengikut