Drama ; Pengertian, Jenis, dan Unsur-unsurnya

rumpunnektar.com - Drama merupakan salah satu cabang dari sastra yang bisa dibilang populer sampai saat ini. Jika sebelumnya kita membahas mengenai kiritik sastra, dan juga perbedaan cerpen dan novel, kali ini membahas mengeni Pengertian, Unsur, dan Jenis-jenis Drama yang akan kita kemukakan kali ini.

Drama yang merupakan jenis karya sastra yang banyak mengalami perkembangan memang sangat menarik dibahas. Perkebangan banyak terjadi terutama untuk tujuan hiburan, seperti sinetron, pertunjukan teater, dan juga dunia perfilman. Selain untuk tujuan hiburan, perkembanan drama didukung adanya kebutuhan akan finansial yang menjadikan drama sebagai alat untuk mendapatkan keuntungan. Untuk lebih jelasnya mengenai sejarah, pengertian, unsur-unsur drama, jenis-jenis, dan juga perkembangannya mari kita bahas bersama.

Pengertian dan Unsur Drama

Pengertian dan Unsur Drama

Pengertian Drama

Pengertian Drama berasal dari bahasa yunani yang berarti perbuatan atau gerakan. Dalam perkembangan selanjutnya yang dimaksud drama adalah bentuk karya sastra yang berusaha yang berusaha mengungkapkan perihal kehidupan manusia melalui gerak percakapan di atas panggung ataupun suatu karangan yang disusun dalam bentuk percakapan dan dapat dipentaskan. Oleh karena itu, dalam naskah drama selain percakapan pelaku berisi pula penjelasan mengenai gerak-gerik dan tindakan pelaku, peralatan yang dibutuhkan, penataan pentas atau panggung, music pengiring dan lain-lain. Drama adalah satu bentuk lakon seni yang bercerita lewat percakapan dan action tokoh-tokohnya. Akan tetapi, percakapan atau dialog itu sendiri bisa juga dipandang sebagai pengertian action. Meskipun merupakan satu bentuk kesusastraan, cara penyajian drama berbeda dari bentuk kekusastraan lainnya. Novel, cerpen dan balada masing-masing menceritakan kisah yang melibatkan tokoh-tokoh lewat kombinasi antara dialog dan narasi, dan merupakan karya sastra yang dicetak

Ciri khas dari drama adalah, naskahnya berbentuk percakapan atau dialog. Dalam menyusun dialog, pengarang harus memperhatikan pembicaraan tokoh-tokoh dalam kehidupan sehari-hari dan pantas untuk diucapkan di atas panggung.

Ragam bahasa dalam dialog tokoh-tokoh drama adalah bahasa lisan yang komunikatif dan bukan ragam bahasa tulis, melaiknkan bahasa tutur. Pilihan kata (diksi) pun dipilih sesuai dengan dramatic action dari plat out. Diksi berhubungan dengan irama lakon, artinya panjang pendeknya kata-kata dalam dialog berpengaruh terhadap konflik yang dibawakan lakon.

Dialog dalam sebuah dramapun harus bersifat estetis atau memiliki keindahan bahasa. Namun nulai estetis tersebut tidak boleh mengganggu makna yang terkandung dalam naskah. Selain itu, dialog harus hidup. Artinya, dapat mewakili tokoh yang dibawakan. Untuk itu observasi di lapangan perlu dilakukan untuk membantu menulis dialog drama agar realistis.

Kebanyakan dari kita mengira bahwa drama berasal dari Yunani Kuno. Namun demikian, sebuah buku yang berjudul A History of the theatre menunjukan pada kita bahwa pemujaan pada Dionisus, yang kelak diubah kedalam festival drama di Yunani, berasal dari Mesir Kuno. Tek Piramid yang bertanggal 4000SM. Adalah  naskah Abydos Passion Play yang terkenal. Tentu saja para pakar masih meragukan apakah teks itu drama atau bukan sebelum Gaston Maspero menunjukan bahwa dalam teks tersebut ada petunjuk action dan indikasi berbagai tokohnya.


Pengertian Drama Menurut Para Ahli
Menurut Ensiklopedi Sastra Indonesia, drama berasal dari bahasa Yunani purba dram, artinya berbuat. ‘’Pengertian drama merujuk kepada karya tulis untuk teater, setiap situasi yang mempunyai konflik dan solusi, jenis karya sastra yang berbentuk  dialog yang dibuat untuk  tujuan dipertunjukkan di atas pentas (Hasanuddin WS dkk, 2007 : 229).

Menurut Moulton Drama adalah hidup yang dilukiskan dengan gerak (life presented in action).

Menurut Ferdinand Brunetierre : Drama haruslah melahirkan kehendak dengan action.

Menurut Balthazar Vallhagen : Drama adalah kesenian melukiskan sifat dan sifat manusia dengan gerak.

Lihat juga Sejarah Stilistika

Adapun istilah lain drama berasal dari kata drame, sebuah kata Perancis yang diambil oleh Diderot dan Beaumarchaid untuk menjelaskan lakon-lakon mereka tentang kehidupan kelas menengah. Dalam istilah yang lebih ketat, sebuah drama adalah lakon serius yang menggarap satu masalah yang punya arti penting – meskipun mungkin berakhir dengan bahagia atau tidak bahagia – tapi tidak bertujuan mengagungkan tragedi. Bagaimanapun juga, dalam jagat modern, istilah drama sering diperluas sehingga mencakup semua lakon serius, termasuk didalamnya tragedi dan lakon absurd.


Unsur - unsur Drama

Unsur-unsur drama terdiri dari  :

A. Unsur Intriksik

1.) Tema 
Tema merupakan gagasan pokok atau ide yang mendasari adanya sebuah drama tersebut. Tema dalam drama dikembangkan melalui alur, tokoh-tokoh dan perwatakan yang memungkinkan adanya konflik, dan ditulis dalam bentuk dialog.

2.) Alur
Alur atau plot adalah jalan cerita yang dimulai dengan pemaparan (perkenalan dari tokoh utama dan penokohan), adanya konflik, munculnya masalah baru, kemudian pertentangan mencapai titik puncak-klimak sampai dengan antiklimaks), resolusi (pemecahan masalah), dan ditutup dengan ending atau keputusan dan pesan yang bisa diambil. 

Baca Juga Macam-macam Alur

3.) Tokoh
Tokoh adalah individu atau seseorang yang menjadi pelaku dalam cerita. Pelaku cerita atau pemain drama disebut aktor (pria) dan aktris (wanita). Tokoh dalam cerita drama berkaitan dengan nama, usia, jenis kelamin, tipe fisik, jabatan, dan keadaan kejiwaan.
  •  Tokoh dilihat dari watak : protagonis, antagonis, dan tritagonis
  •  Tokoh dilihat dari kedudukan dalam cerita : tokoh utama(sentral) dan tokoh bawahan (sampingan)

4.) Latar atau Setting: 
Latar merupakan bagian dari cerita yang menjelaskan waktu dan tempat kejadian
Latar terbagi dalam :
  •  latar sosial: latar yang berupa, waktu, suasana,  masa, bahasa.
  •  latar fisik : latar yang berupa benda-benda di sekitar tokoh misal, rumah, ruang tamu, dapur, sawah, hutan, pakaian/ baju.
5.) Amanat 
Amanat adalah pesan atau sisipan nasehat yang disampaikan melalui tokoh dan konflik dalam suatu cerita tersebut.

B. Unsur Ekstrinsik
Unsur ekstrinsik adalah unsur faktor yang terjadi di luar drama, namun berkaitan dengan cerita drama tersebut. Adapun unsur yang dimaksud adalah:
a. Sosial budaya
b. Politik
c. Hankam
d. Agama
e. Ideologi

Struktur Drama

Struktur Drama Terbagi atas :

1.) Eksposisi : 
yaitu pemaparan konflik utama yang berkaitan dengan posisi diametral antara protagonis dan antagonis. Hasil akhirnya antagonis berhasil menghimpun kekuatan yang lebih dominan.
2.) Raising Action
yaitu menggambarkan pertentangan kepentingan antar tokoh. Hasil akhirnya protagonis tidak berhasil melemahkan Antagonis. Antagonis mengancam kedudukan Protagonis. Awal terjadi masalah
3.) Complication
yaitu perumitan pertentangan dengan hadirnya konflik sekunder. Pertentangan meruncing dan meluas, melibatkan sekutu kedua kekuatan yang berseteru. Hasil akhirnya antagonis dan sekutunya memenangkan pertentangan. Kubu protagonis tersudut.
4.) Klimaks
yaitu jatuhnya korban dari kubu Protagonis, juga korban dari kubu Antagonis. Hasil akhirnya peristiwa-peristiwa tragis dan menimbulkan dampak besar bagi perimbangan kekuatan antar kubu.
5.) Resolusi
yaitu hadirnya tokoh penyelamat, bisa muncul dari kubu protagonis atau  tokoh baru yang berfungsi sebagai penyatu kekuatan kekuatan konflik, sehingga situasi yang kosmotik dapat tercipta kembali. Pada Struktur ini pesan moral ada didalamnya, biasanya pesan moral sesuai dengan tema yang dibawakan

 Baca Juga Jenis-jenis Karangan

Jenis – jenis Drama


Drama menurut masanya dapat dibedakan dalam dua jenis yaitu :
  1. Drama Baru / Drama Modern
    Drama baru adalah drama yang memiliki tujuan untuk memberikan pendidikan kepada mesyarakat yang umumnya bertema kehidupan manusia sehari-hari.
  2. Drama Lama / Drama Klasik
    Drama lama adalah drama khayalan yang umumnya menceritakan tentang kesaktian, kehidupan istanan atau kerajaan, kehidupan dewa-dewi, kejadian luar biasa, dan lain sebagainya.

Baca Juga Jenis-jenis Paragraf

Macam-Macam Drama


Macam-Macam Drama Berdasarkan Isi Kandungan Cerita :
1.   Drama Komedi, adalah drama yang lucu dan menggelitik penuh keceriaan.
2.   Drama Tragedi, adalah drama yang ceritanya sedih penuh kemalangan.
3.   Drama Tragedi Komedi, adalah drama yang ada sedih dan ada lucunya.
4.   Opera, adalah drama yang mengandung musik dan nyanyian.
5.   Lelucon / Dagelan, adalah drama yang lakonnya selalu bertingkah pola jenaka merangsang gelak tawa penonton.
6.   Operet / Operette, adalah opera yang ceritanya lebih pendek.
7.   Pantomim, adalah drama yang ditampilkan dalam bentuk gerakan tubuh atau bahasa isyarat tanpa pembicaraan.
8.   Tablau, adalah drama yang mirip pantomim yang dibarengi oleh gerak-gerik anggota tubuh dan mimik wajah pelakunya.
9.   Passie, adalah drama yang mengandung unsur agama / religius.
10.  Wayang, adalah drama yang pemain dramanya berupa boneka wayang. Atau sejenisnya

Drama merupakan karya sastra yang berbentuk dialog (percakapan) yang dipentaskan di atas panggung. Bayangan pentas di atas panggung berupa tiruan (mimesis) dari kehidupan sehari-hari. Dan pembicaraan yang ditulis pengarang naskah drama adalah pembicaraan yang diucapkan dan sesuai di atas panggung.

Demikian pembahasan Drama, mulai dari Pengertian Drama, Unsur-unsur Drama, Jenis-jenis Drama, Struktur Drama, dan juga Macam-macam Drama. Semoga bermanfaat bagi anda yang sedang mencari tentang Materi Drama. Slaam Nektarity


Daftar Pustaka
  • Ambarwati, Sri. 2006. Kreative (Bahasa Indonesia XII A). Semarang: Viva Pakarindo
  • Ambarwati, Sri. 2006. Kreative (Bahasa Indonesia XII B). Semarang: Viva Pakarindo
  • Indratti, Fatmi. 2002. Mefi SMP (Bahasa Indonesia IX B). Semarang: Mefi Caraka 
  • Maryati, Bahasa dan Sastra Indonesia untuk SMP/MTs kelas VIII, Semarang: CV. Aneka Ilmu
  • Noor, Redyanto, dkk, 2004, Pengantar Pengkajian Sastra, Semarang: fasindo
  • Yuli eti, Nunung, dkk, 2005, Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia, Klaten: Intan Pariwara
.

0 Response to "Drama ; Pengertian, Jenis, dan Unsur-unsurnya"

Poskan Komentar