Perbedaan Karya Tulis Ilmiah dan Karangan Ilmiah

Apa Perbedaan Karya Tulis Ilmiah dan Karangan Ilmiah? Lalu apa bedanya dengan Tulisan Semi ilmiah? berikut iki kita coba mmeberikan penjelasan mengenai hal ini. Suatu tulisan bisa dikategorikan karya ilmiah dan bukan karya ilmiah, untuk memperjelas perbedaan tersebut dengan menggunakan berbagai rujukan. Karya tulis ilmiah adalah karangan yang mengetengahkan hasil pikiran, hasil pengamatan, tinjauan dalam bidang tertentu yang disusun menurut metode tertentu secara sistematik. Karangan ilmiah adalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta umum dan ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar.

Perbedaan Karya Tulis Ilmiah dan Karangan Ilmiah


Secara umum ciri-ciri karangan Ilmiah, yaitu :
  •     Menyajikan data atau fakta yang objektif sehingga dapat dipertanggung-jawabkan keberannya.
  •     Disusun secara sistematis, langkah-langkahnya direncanakan secara berurutan, prosedural konseptual, sehingga menunjukkan adanya kesinambungan antara unsur yang satu dengan unsur yang lainnya
  •     Tidak menonjolkan unsur-unsur emotif dan perasaan dan perasaan pribadi artinya harus berdasarkan logika yang sehat sehingga menyajikan unsur-unsur sebab akibat
  •     Tidak menimbulkan pertanyaan-pertanyaan bagi para pembaca sehingga dapat menimbulkan keraguan-raguan
  •     Tuntas artinya segala hal yang dikemukakan itu dikupas secara mendalam selengkap-lengkapnya
  •     Seksama artinya berusaha menghindarkan diri dari segala kesalahan dan kekeliruan
  •     Berlaku umum artinya segala kesimpulan berlaku bagi semua masalah yang ditelitinya
  •     Biasanya menggunakan bahasa denotatif.
Karya Tulis Ilmiah


Ciri-ciri sebuah karya tulis ilmiah :

Sedangkan Ciri-ciri sebuah karya tulis ilmiah bisa dikaji dari beberapa aspek, yaitu struktur sajian, komponen dan substansi, sikap penulis, dan penggunaan bahasa. Struktur sajian karya ilmiah memang sangat ketat, biasanya terdiri dari bagian awal (pendahuluan), bagian inti (pokok pembahasan), dan bagian penutup. Bagian pertama/awal merupakan pengantar ke bagian inti, sedangkan inti merupakan sajian gagasan pokok yang ingin disampaikan yang dapat terdiri dari beberapa bab atau subtopik. Pada bagian penutup merupakan simpulan pokok pembahasan serta rekomendasi penulis tentang tindak lanjut gagasan tersebut. Komponen karya ilmiah bervariasi sesuai dengan jenisnya, namun semua karya ilmiah mengandung pendahuluan, bagian inti, penutup, dan daftar pustaka.

Artikel ilmiah yang dimuat dalam jurnal mempersyaratkan  harus abstrak. Sikap penulis dalam karya ilmiah adalah objektif, yang disampaikan dengan menggunakan gaya bahasa impersonal, dengan banyak menggunakan bentuk pasif, tanpa menggunakan kata ganti orang pertama atau kedua. Bahasa yang digunakan dalam karya ilmiah adalah bahasa baku yang tercermin dari pilihan kata/istilah, dan kalimat-kalimat yang efektif dengan struktur yang baku.


Karya Ilmiah memiliki syarat-syarat sebagai berikut :
  •     Mengungkapkan fakta kedalam bahasa tulisan
  •     Mengandung bahasa tulis yang sistematis
  •     Tidak menonjolkan unsur-unsur emosi dan perasaan pribadi yang tidak mempunyai landasan ideal
  •     Tidak menimbulkan pertanyaan-pertanyaan bagi para pembaca sehingga dapat menimbulkan keraguan
  •     Hal-hal yang diungkap harus dikupas secara mendalam
  •     Menggunakan bahasa denotatif.Merupakan hasil kajian literatur dan atau laporan pelaksanaan suatu kegiatan lapangan yang sesuai dengan cakupan permasalahan
  •  Mendemontrasikan pemahamam mahasiswa tentang permasalahan teoritik yang dikaji atau kemampuan mahasiswa tentang penerapan suatu prosedur, prinsip atau teori yang berhubungan dengan perkuliahan
  • Menunjukkan kemampuan pemahaman terhadap isi dari berbagai sumber yang digunakan
  •     Mendemontrasikan pemahaman mahasiswa tentang permasaahan teoritik yang dikaji atau kemampuan mahasiswa tentang penerapan suatu prosedur, prinsip atau teori yang berhubungan dengan perkuliahan
  •     Menunjukkan kemampuan pemahaman terhadap isi dari berbagai sumber yang digunakan
  •     Mendemontrasikan kemampuan meramu berbagai sumber informasi dalam suatu kesatuan sintesis yang utuh.

Berdasarkan pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa suatu tulisan dapat dikategorikan sebuah karya ilmiah jika :
  1.     Mempunyai data yang objektif
  2.     Isinya tidak menonjolkan perasaan pribadi tetapi berdasarkan logika
  3.     Menggunakan bahasa denotatif.
  4.     Disusun secara sistematis dengan menggunakan metodologi ilmiah sehingga hasilnya dapat dipertanggungjawabkan

Suatu hasil tulisan dapat dikategorikan bukan sebuah karya ilmiah jika :
  1.     Menyajikan data yang subjektif
  2.     Menggunakan bahasa konotatif
  3.     Isinya menonjolkan unsur-unsur emotif dan perasaan pribadi, tidak berdasarkan pada logika yang sehat
  4.     Penyusunnya tidak menggunakan metode ilmiah

Hal-hal yang harus dipersiapkan untuk menghasilkan sebuah karya ilmiah adalah :
  1.     Menentukan judul tulisan
  2.     Menyiapkan bahan yang benar-benar objektif berdasarkan identifikasi masalah
  3.     Merumuskan masalah
  4.     Menyiapkan sistematika penulisan sesuai dengan metodologi yang akan digunakan
  5.     Perencanaan kerangka penulisan
  6.     Keterampilan berbahasa ilmiah dengan menggunakan bahasa denotatif.

Skripsi adalah salah satu contoh karya ilmiah. Setuju karena skripsi memiliki karakteristik yang sama dengan karya ilmiah yaitu :
  •     Fakta dan datanya bersifat objektif sehingga dapat dipertanggung-jawabkan
  •     Penulisannya disusun secara sistematis
  •     Pembahasannya lengkap dan tuntas
  •     Menggunakan bahasa yang denotatif
  •     Menggunakan metodologi penelitian tertentu
  •     Merupakan hasil penelitian ilmiah di lapangan

 Macam-macam Karya Ilmiah


a.) Artikel Ilmiah Popular
Berbeda dengan artikel ilmiah, artikel ilmiah popular tidak terikat secara ketat dengan aturan penulisan ilmiah. Sebab, ditulis lebih bersifat umum, untuk konsumsi publik. Dinamakan ilmiah populer karena ditulis bukan untuk keperluan akademik tetapi dalam menjangkau pembaca khalayak. Karena itu aturan-aturan penulisan ilmiah tidak begitu ketat. Artikel ilmiah popular biasanya dimuat di surat kabar atau majalah. Artikel dibuat berdasarkan berpikir deduktif atau induktif, atau gabungan keduanya yang bisa ‘dibungkus’ dengan opini penulis.

b.) Artikel Ilmiah
Artikel ilmiah, bisa ditulis secara khusus, bisa pula ditulis berdasarkan hasil penelitian semisal skripsi, tesis, disertasi, atau penelitian lainnya dalam bentuk lebih praktis. Artikel ilmiah dimuat pada jurnal-jurnal ilmiah. Kekhasan artikel ilmiah adalah pada penyajiannya yang tidak panjang lebar tetapi tidak megurangi nilai keilmiahannya. Artikel ilmiah bukan sembarangan artikel, dan karena itu, jurnal-jurnal ilmiah mensyaratkan aturan sangat ketat sebelum sebuah artikel dapat dimuat. Pada setiap komponen artikel ilmiah ada pehitungan bobot. Karena itu, jurnal ilmiah dikelola oleh ilmuwan terkemuka yang ahli dibidangnya. Jurnal-jurnal ilmiah terakredetasi sangat menjaga pemuatan artikel. Akredetasi jurnal mulai dari D, C, B, dan A, dan atau bertaraf internasional. Bagi ilmuwan, apabila artikel ilmiahnya ditebitkan pada jurnal internasional, pertanda keilmuawannya ‘diakui’.

c.) Disertasi
Pencapaian gelar akademik tertinggi adalah predikat Doktor. Gelar Doktor (Ph.D) dimungkinkan manakala mahasiswa (S3) telah mempertahankan disertasi dihadapan Dewan Penguji Disertasi yang terdiri dari profesor atau Doktor dibidang masing-masing. Disertasi ditulis berdasarkan penemuan (keilmuan) orisinil dimana penulis mengemukan dalil yang dibuktikan berdasarkan data dan fakta valid dengan analisis terinci.
Disertasi atau Ph.D Thesis ditulis berdasarkan metodolologi penelitian yang mengandung filosofi keilmuan yang tinggi. Mahahisiswa (S3) harus mampu (tanpa bimbingan) menentukan masalah, berkemampuan berpikikir abstrak serta menyelesaikan masalah praktis. Disertasi memuat penemuan-penemuan baru, pandangan baru yang filosofis, tehnik atau metode baru tentang sesuatu sebagai cerminan pengembangan ilmu yang dikaji dalam taraf yang tinggi.

d.) Tesis
Tesis adalah jenis karya ilmiah yang bobot ilmiahnya lebih dalam dan tajam dibandingkan skripsi. Ditulis untuk menyelesaikan pendidikan pascasarjana. Mahasiswa melakukan penelitian mandiri, menguji satu atau lebih hipotesis dalam mengungkapkan ‘pengetahuan baru’. Tesis atau Master Thesis ditulis bersandar pada metodologi; metodologi penelitian dan metodologi penulisan. Standarnya digantungkan pada institusi, terutama pembimbing. Dengan bantuan pembimbing, mahasiswa merencanakan (masalah), melaksanakan; menggunakan instrumen, mengumpulkan dan menjajikan data, menganalisis, sampai mengambil kesimpulan dan rekomendasi.

e.) Skripsi
Skripsi adalah karya tulis (ilmiah) mahasiswa untuk melengkapi syarat mendapatkan gelar sarjana (S1). Bobotnya 6 satuan kredit semster (SKS) dan dalam pengerjakannya dibantu dosen pembimbing. Dosen pembimbing berperan ‘mengawal’ dari awal sampai akhir hingga mahasiswa mampu mengerjakan dan mempertahankannya pada ujian skripsi. Skripsi ditulis berdasarkan pendapat (teori) orang lain. Pendapat tersebut didukung data dan fakta empiris-objektif, baik berdasarkan penelitian langsung; observasi lapanagn atau penelitian di laboratorium, atau studi kepustakaan. Skripsi menuntut kecermatan metodologis hingga menggaransi ke arah sumbangan material berupa penemuan baru.

f.) Kertas Kerja
Kertas kerja pada prinsipnya sama dengan makalah. Kertas kerja dibuat dengan analisis lebih dalam dan tajam. Kertas kerja ditulis untuk dipresentasikan pada seminar atau lokakarya, yang biasanya dihadiri oleh ilmuwan. Pada ‘perhelatan ilmiah’ tersebut kertas kerja dijadikan acuan untuk tujuan tertentu. Bisa jadi, kertas kerja ‘dimentahkan’ karena lemah, baik dari susut analisis rasional, empiris, ketepatan masalah, analisis, kesimpulan, atau kemanfaatannya.

Bentuk Laporan Penulisan Karya Tulis Ilmiah

Bentuk laporan penulisan Karya Tulis Ilmiah terdiri dari:


A. Bagian Awal.

Bagian Awal ini terdiri dari:
1. Halaman Judul
2. Lembar Pernyataan
3. LembarPengesahan
4. Abstraksi
5. Halaman Kata Pengantar
6. Halaman Daftar Isi
7. Halaman Daftar Tabel
8. Halaman Daftar Gambar: Grafik, Diagram, Bagan, Peta dan sebagainya


B.BagianTengah.

Bagian tengah ini terdiri dari:
1. Bab Pendahuluan
2. Bab Landasan Teori atau Bab Tinjauan Pustaka
3. Metode Penelitian.
4. Bab Analisis Data dan Pembahasan
5. Bab Kesimpulan dan Saran


C.Bagian Akhir.

Bagian akhir terdiri dari:
1.Daftar Pustaka
2. Lampiran


Kesalahan dalam penulisan Karya Ilmiah

Rata-rata kesalahan penulisan karya ilmiah yang menghambat penyelesaiannya adakan dikarenakan ‘tidak konsisten’ dalam penulisan. Bentuk ketidak konsisten itu menyangkut banyak hal, dapat berupadiksi, teknik mengutip, atau bahkan alur berpikir sendiri.

Berbagai kendala yang jumpai dalam proses penulisan penelitian ilmiah adalah sebagai berikut:
- salah mengerti audience atau pembaca tulisannya,
- salah dalam menyusun struktur pelaporan,
- salah dalam cara mengutip pendapat orang lain sehingga berkesan menjiplak (plagiat),
- salah dalam menuliskan bagian kesimpulan,
-penggunaan Bahasa Indonesia yang belum baik dan benar,
- tata cara penulisan “Daftar Pustaka” yang kurang tepat (tidak standar dan berkesan seenaknya sendiri),
- tidak konsisten dalam format tampilan (font yang berubah-ubah, margin yang berubah-ubah).

Lihat Juga  Sosiologi Sastra

Demikian mengenai Karya ilmiah. Semoga bisa bermanfaat. Salam.
Rujukan:
  • Pedoman dan Petunjuk Praktis Karya Ilmiah, Drs. H. Anwar Hasnun
  • Pendidikan Keterampilan Berbahasa tahun 1997, Drs. Djago Tarigan, M.Pd. dkk
  • Pedoman Penyusunan Karya Ilmiah untuk Angka Kredit Guru SD, Prof. Dr. H. Engkoswara, M.Ed., dkk, 1995, CV. Karang Sewu Bandung
  • Bhinekka Karya Winaya, 2003,  Sudalim Gimnasthiar, S.Pd.
  • Pedoman Penulisan Karya Ilmiah, Prof. Dr. H. S. Hamid Hasan, M.A, dkk
.

0 Response to "Perbedaan Karya Tulis Ilmiah dan Karangan Ilmiah"

Poskan Komentar