Sejarah Sastra Perancis Abad Ke-18

Sejarah Sastra Perancis Abad Ke-18 - Setiap abad, kesusastraan Prancis selalu berkembang. Seperti abad-abad lainnya, demikian pula di abad XVIII Prancis memiliki perkembangan karya sastra maupun perkembangan masyarakatnya di berbagai bidang. Dalam abad XVIII ini lebih dikenal dengan sebutan  sebagai Abad Pencerahan.

Sejarah Sastra Perancis Abad Ke-18 berawal dari banyak permasalahan yang akhirnya menghancurkan sistem politik dan sosial yg selama berabad-abad tak tergoyahkan. Permasalahan-permasalahan dalam masyarakat menjerumuskan negara ke dalam revolusi prancis tahun 1789. Abad ke-18 dijuluki “Abad pencerahan” ( Siècle des Lumières ). Disebut sebagai abad pencerahan karena bangkitnya akal sehat yang “cerah” melawan prasangka dan kebodohan pada abad-abad sebelumnya.

Pada abad ke-18 Prancis mengalami pertumbuhan penduduk yang pesat, jumlahnya melonjak dari 21,5 juta penduduk tahun 1700 menjadi 28 juta tahun 1790. Perkembangan penduduk ini diikuti oleh pertumbuhan ekonomi yang juga merupakan gejala umum diseluruh benua Eropa. Bidang pertanian kurang tersentuh. Pada pertengahan abad timbul minat yang tinggi terhadap agronomi, dengan meniru Inggris. Beberapa kemajuan kecil menyangkut hasil produksi lahan pembibitan gandum, disertai kondisi iklim yang mendukung antara tahun 1726-1767, memungkinkan kenaikan produksi pertanian yang sebanding dengan laju pertumbuhan penduduk.

Sejarah Sastra Perancis Abad Ke-18


Sejarah Sastra Perancis Abad Ke-18


Prancis dan negara-negara Eropa lainnya berperan meningkatkan kemajuan ilmu pengetahuan. Keadaan masyarakat Prancis terhadap kemajuan ilmu pengetahuan banyak diminati penguasa berwenang maupun khalayak umum. Kemajuan ilmu pengetahuan di kalangan khalayak awam, antara lain membuat karangan ilmiah populer.

Pada abad ke-18 monarki Prancis mengalami kemunduran dan akhirnya runtuh. Prancis memang mendapat kemenangan dalam bidang militer di Eropa dan membantu para pemberontak di Amerika. Simpati yang diberikan kepada orang Amerika mengakibatkan berkembanganya semangat kebebasan dan kecintaan kepada negara yang berbentuk republik. Louis XVI berusaha mengadakan reformasi, tetapi golongan bangsawan dan agamawan menentangnya.

Pada abad ke-18 cara berpikir orang prancis diterapkan pada etika dan pranata sosial, agama, metafisika, dan bidang ilmu-ilmu lain. Sastra menjadi lebih kompleks. Pengarang merupakan pencetus gagasan-gagasan baru, yang mempersiapkan masa yang akan datang.

Para penulis besar yang dijuluki “filosof” berupaya menggantikan “kegelapan” sikap fanatisme dan intoleransi dengan “cahaya” akal yang akan membuat kebahagiaan bagi umat manusia. Menurut Condorcet filosofi pada abad ke-18 dirangkum menjadi tiga kata kunci, yaitu : cara berpikir yang bebas, toleransi dan kemanusiaan. Gerakan filsafat yang menggugat bentuk-bentuk keyakinan tradisional merupakan satu perkembangan yang khas di Prancis. Selain gagasan pencerahan ini, bahasa, kesusastraan, dan kesenian Prancis juga menyebar luas keseluruh Eropa.

Gagasan tentang pengetahuan Ensiklopedi tidak lahir pada abad pencerahan, namun sudah ada pada zaman Renaissance. Pada abad ke18, ensiklopedi mengalami perkembangan, karena orang-orang pada abad ingin mengetahui dunia tanpa ada batasnya. Le Dictionaire raissoné des sciences merupakan encyclopédie yang pertama di Prancis. Ensiklopedi ditulis oleh Diderot dan Alembert. D’alembert mengkhususkan untuk bagian matematika dan ilmiah. Ensiklopedi mempunyai tujuan untuk memberikan fakta secara ilmiah dan rasional.

Jenis-jenis Sastra pada Abad ke-18


1. Puisi

Puisi kurang berkembang pada abad ini. André Chénier yang terpengaruh oleh sastra yunani, menciptakan musikalisasi puisi: Les Bucoliques pada tahun 1785-1787. Karyanya yang berjudul lambes, berisi tentang pemberontakan teror dan menceritakan periode revolusi yang sangat kejam.


2. Teater

Di teater Le jeu de L’Amour et du Hasard pada tahun 1730, dan Les Fausses Confidences pada tahun 1737, Marivaux menggunakan permainan bahasa untuk meningkatkan fantasi cinta. Sedangkan Beaumarchais menceritakan tentang kritik sosial yang ada di dalam Le Barbier de Séville pada tahun 1775. Dalam Le Mariage de Figaro Beaumarchais memberikan kritik sosial yang lebih panas.


3. Novel

Novel pada abad ke-18 ditandai dengan pembaharuan bentuk dan isi. Pada awalnya karya prosa fiksi, petualangan dan evolusi dari satu atau lebih karakter dianggap sebagai novel modern. Pengarang dan hasil karya yang terkenal pada abad ke-18, yaitu :

Montesquieu
Montesquieu lahir pada bulan Januari 1689 di château de la Brède, sebelah selatan Bordeaux. Karyanya yaitu Lettres persanes ‘Surat-surat orang Persia’ (1721) dan L’esprit de Lois (1748). Di dalam bukunya “ L’Esprit de Lois” (1748), Montesquieu membahas tentang 3 sisterm pemerintahan, yaitu monarki parlementer, republik dan demokrat.

Jean-Jacques Rousseau
Rousseau dilahirkan di Genève, Swiss, pada tahun 1712. Karyanya antara lain yaitu Discours sur les Sciences dan Discours sur l’origine de l’inégalite, Lettres d’Alembert (1758), La Nouvelle Héloïs (1761) dan Emile dan Contrat Social (1762).

Voltaire
Voltaire lahir di Paris tahun 1694. Nama aslinya François- Marie Arouet. Tahun 1718-1726 menciptakan karya-karya klasik, yaitu La Henriade (1728), Brutus, L’Ode sur la Mort de Mlle. Lecouvreur, L’Histoire de Charles (1730), Zaîre, L’epitre à Uranie, Temple du Goût (1732), Letrres Anglaises (1734), Candide (1759), L’Ingénu / Si Lugu (1767). Karya-karya drama tragedi, yaitu La Mort de César (1735), Alzaire (1736), Mahomet (1741) dan Mérope (1743), Le Mondain, Discours sur l’Homme (1738), Le Siècle de Louis XIV (1752). Ia menulis karya ilmiah yaitu Epitre à Newton (1736), Eléments de la Philosophie (1737). Menurut Voltaire dalam bukunya “ Les Lettres Philosophique” Beliau mempertahankan model pemerintahan Inggris yang bebas namun teratur

Denis Diderot
Denis Diderot dilahirkan di kota kecil Langres pada tahun 1713. Ia meciptakan dua novelnya yang terkenal yaitu Le Neveau de Rameau dan Jacques le Fataliste.

Beaumarchais
Ia bernama Pierre Augustin Caron lahir pada tahun1732. Ia menulis drama dengan judul Les deux amis ou le Négociant de Lyon pada tahun 1770. Pada tahun 1775 ia membuat sebuah pertunjukan dengan judul Le Barbier de Séville. Puncak karier Beaumarchais tercapai berkat Le Mariage de de Figaro pada tahun 1784 yang telah mengalami sensor sebanyak 6 kali.

Pierre Carlet de Chamblain de Marivaux
Marivaux lahir di paris pada tahun 1688. Ia membantu penerbitan majalah yang berjudul Le Nouveau Mercure. Ia menulis roman tragedi yang berjudul Annibal untuk Théâtre Français dan komedi seperti Arlequin poli par l’Amour untuk Théâtre des Italiens. Bakatnya ditunjukan dalam komedi, ia menulis tidak kurang dari 27 komedi dalam prosa. Mahakaryanya yaitu Le jeu de l’Amour et du Hasard dan Les Fausses Confidances.
 

Jenis-jenis Novel pada Abad ke-18


Le roman picaresque

Novel picaresque berasal dari bahasa Spanyol Picaro yang berarti "sengsara", dan "smart". Novel ini lahir di Spanyol pada abad keenam belas dan yang memiliki periode paling sukses di negeri ini. Novel picaresque terdiri dari narasi tentang bagaimana sejarah pahlawan dengan autobiografi miskin yang hidup dipinggiran masyarakat. Novel ini lebih banyak menceritakan tentang berbagai petualangan yang bervariasi dan menyajikan tentang kehidupan dengan tata krama. Di dalam novel picaresque terdapat berbagai unsur, diantaranya: sosial, moral dan estetika yang terstruktur. Sehingga penulis bebas membuat cerita baru tetapi tidak keluar dari unsur-unsur tersebut.

Lima karakteristik dalam novel picaresque:
  • Protagonis lebih menekankan pada kebebasan yang mempunyai tujuan untuk memperbaiki kondisi sosial.
  • Stuktur otobiografi menjelaskan tentang petualangan drinya sendiri yang dimulai dengan silsilah.
  • Determinisme picaro menjelaskn tentang kegagalan dalam meningkatkan status sosial.
  • Moral ideologi dalam novel picaresque sebagai batasan agar tidak terjadi penyimpangan pada sistematis hukum.
  • Realisme dan naturalisme merupakan deskripsi yang kurang menyenangkan dari kenyataan dan tidak pernah sesuai dengan kenyataan.

Contoh novel picaresque pada abad ke-18 yaitu Gil Blas de Santillane (1715-1735) karya Lesage, Le paysan parvenu (1735-1736) karya Marivaux., dan Jacques le fataliste (1792-1796) karya Diderot.

Karya Lesage yang berjudul Gil Blas de Santillane yang menceritakan tentang seorang pemuda yang hidup dalam kemiskinan. Dia menggunakan berbagai cara untuk mendapatkan keuntungan, semua itu dilakukannya demi mendapatkan keadialan dalam status sosialnya. Pemuda itu merupakan seorang yang pandai, dan ia dikirim ke Salamanca untuk melanjutkan studinya. Dalam perjalan hidupnya ia telah menyelamatkan seorang gadis kaya yang diserang oleh bandit. Kemudian dia mendapat imbalan yang cukup besar selain itu dia disebut sebagai pahlawan.

Lesage menyajikan karya dengan keserdahanaan. Dalam tersebut terdapat petualangan yang luar biasa, karakter pahlawan yang sangat heroik. Novel ini bukan sebagai fiksi, tetapi sebagai kenyataan hidup realistis.

Le roman de la passion

Dilihat dari segi sastra, passion merupakan bentuk dramatis dalam bahasa latin dan prancis. Novel berjenis Passion merupakan bentuk yang populer. Kata passion berasal dari “pathos” yang berarti rasa sakit dan penderitaan. Passion mengarah pada keadaan emosional sebagai rasa cinta, benci, marah, iri hati, dan kesedihan.

Pemahaman tentang passion, dapat dilihat dengan membedakan hubungan yang mengikat jiwa dan tubuh. Passion adalah bentuk yang tidak nyata yang menguasai pikiran dan batin seseorang.

Contoh karya sastra yang bergenre passion adalah Les passions de l’âme karya Descartes (1649) dan Paradoxe du comédien karya Diderot (1773).

Paradoxe du comédien adalah essai tentang teater yang ditulis dalam bentuk dialog oleh Denis Diderot. Diderot menentang pendapat umum dari orang-orang pada zamannya. Ia berpendapat, seorang tokoh adalah seseorang yang mampu menyakinkan dan mengekspresikan emosi. Paradoks dari aktor menjelaskan kesenjangan yang mungkin ada antara tubuh dan jiwa (passion).

Contoh novel lain yang bergenre passion yaitu novel Madame Bovary karya Gustave Flaubert pada tahun 1856 atau abad ke-19. Novel ini menceritakan tentang seorang perempuan yang tidak mempunyai pendirian dan tidak pernah puas dengan apa yang ia miliki. Karena rasa ketidakpuasanya, akhirnya Ia bunuh diri dengan cara meminum racun.


Le roman et la subversion

Le roman et la subversion merupakan jenis novel yang berisi tentang upaya pemberontakan dalam merobohkan srtuktur kekuasaan termasuk negara. Pemberontakan pada novel subversion lebih mengarah pada tindakan penghancuran pada objek sasaran secara tersembunyi dan dengan melakukan penghancuran secara tersamar dari dalam.

Baca Juga KARYA SASTRA KONTEMPORER

Contoh roman subversion bisa ditemukan di dalam novel Les Main Sales yang dikarang oleh Jean Paul Sartre, tetapi novel ini diterbitkan pada abad ke-20. Novel ini menceritakan seorang aktivis muda yang disewa untuk membunuh seorang politisi dari suatu partai yang melakukan tindak korupsi.

Demikian mengenai SEJARAH SASTRA PERANCIS ABAD KE-18. Semoga Bermanfaat.

Referensi Pustaka:
Aron, Paul, dkk. 2002. Le Dictionnaire du Littéraire. Paris: Presses Universitaires de France.
Blondeau, Nicole, dkk. 2004. Littératur Progressive du Française. Paris: CLE Internasional.
Carpentier, Jean dan François Lebrun. 2011. Sejarah Prancis Dari Zaman Prasejarah Hingga Akhir Abad ke-20. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.
Doumet, Christian dan Jacques Pécheur. 1985. Littérature Française. Paris: Hachette.
Husen, Ida Sundari. 2001. Mengenal Pengarang-Pengarang Prancis Dari Abad ke Abad. Jakarta: PT.Gramedia Widiasarana Indonesia.

1 Response to "Sejarah Sastra Perancis Abad Ke-18"