100 Buku Sastra yang (katanya) Patut Dibaca

Ada sebuah buku terbitan tahun 2009 yang berjudul "Seratus Buku Sastra Indonesia yang Patut Dibaca Sebelum Dikuburkan" karya beberapa penulis. Buku ini terbitan IBOEKOE.

Saya mencoba menjelaskan sedikit gambaran dari yang dimaksud dalam buku tersebut. Ini bukan review sih, hanya sekedar berbagi pandangan. Buku ini tidak bermaksud mengajukan suatu daftar ”buku-buku terbaik” ataupun ”buku-buku terpenting”. Tujuan utama buku ini adalah untuk menemui buku-buku karya sastra yang punya pengaruh besar dalam membangun pilar-pilar utama Literaria Indonesia dari masa ke masa. Prosa, puisi, esai, dan catatan perjalanan.

Ternyata, pengaruh semacam itu bukan hanya akan terasa di lapangan bahasa dan sastra belaka. Ada buku-buku yang memang hanya berpengaruh di lapangan itu saja tanpa diketahui khalayak yang lebih luas, tetapi lebih banyak lagi buku-buku yang pengaruhnya meloncati batas lapangan itu dan memasuki lapangan kemasyarakatan umum.

Buku Sastra Yang (katanya) Patut Dibaca


Sebagian besar dari buku-buku itu ditolak dengan beberapa ukuran, yaitu:

Pertama, tentu saja buku itu adalah buku karya sastra—dalam pengertian yang paling luas yang artinya akan mencakup buku-buku sajak, novel, esei, catatan perjalanan, biografi, novelet, cerita pendek, lakon/drama, fiksi dan sebagainya.

Kedua, ia harus ”menggoncang” kesusastraan Indonesia. ”Goncangan” itu dapat timbul akibat daya yang kokoh yang dimilikinya sebagai karya sastra.

Di sini diasumsikan bahwa sebuah karya sastra memiliki strukturnya sendiri yang komplet dan self-sufficient, sehingga ia dapat berdiri sendirian dan menjumpai pembaca, lantas membikin ”goncangan nurani” si pembaca.

Dengan demikian, ia sendirian harus mampu bertahan di hadapan pisau ananlisis kritikus sastra dan pakar kesusatraan yang credible. Selain itu ia juga harus mampu memancing pembicaraan atau perdebatan yang luas di kalangan kesusastraan dan boleh jadi juga di kalangan masyarakat yang lebih luas.

Ketiga, buku itu tidak akan disisihkan bila memberikan pengaruh juga terhadap situasi kemasyarakatan secara umum, baik secara langsung maupun tidak, dengan dua tolak ukur:

a.) Buku itu masuk dalam sejarah sastra ”resmi”, artinya masuk ke dalam kurikulum pengajaran bahasa dan sastra Indonesia yang diajarkan di sekolah. Dengan tolak ukur ini maka semua karya yang tercantum dalam buku pelajaran bahasa Indonesia akan masuk dalam daftar.

Tetapi, akan diutamakan buku-buku yang memiliki ”alamat” dalam kehidupan sehari-hari, seperti misalnya Sitti Nurbaya yang sering dirujuk orang ketika berbicara tentang kawin paksa.

b.) Buku itu punya pengaruh yang nyata terhadap atau dalam kehidupan masyarakat walaupun tidak ”diakui” oleh kurikulum resmi, misalnya diminati masyarakat sehingga laris dalam penjualan atau membuka perspektif ”yang lain” dalam memandang isi ceritanya.

Keseratus buku sastra dalam buku ini disajikan secara urut berdasarkan tahun, mulai dari yang tertua (1919) sampai yang paling muda (2005). Dan ditulis oleh para penulis muda yang rata-rata berumur 25 tahun.


    1.  Student Hidjo karya Mas Marco Kartodikromo (1919)
    2. Azab dan Sengsara karya Merari Siregar (1920)
    3. Hikayat Kadiroen karya Semaoen (1920)
    4. Sitti Nurbaya (Kasih Tak Sampai) karya Marah Rusli (1922)
    5. Tanah Air karya Muhammad Yamin (1922)
    6. Salah Asuhan karya Abdoel Moeis (1928)
    7. Melawat Ke Barat karya Adinegoro (1930)
    8. Kalau Tak Untung karya Selasih (1933)
    9. Kenang-Kenangan karya Dokter Soetomo (1934)
    10.Lajar Terkembang karya Sutan Takdir Alisjahbana (1936)
    11. Nyanyi Sunyi karya Amir Hamzah (1937)
    12. Patjar Merah Indonesia karya Matu Mona (1938)
    13. Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya HAMKA (1939)
    14. Belenggu karya Armijn Pane (1940)
    15. Dari Ave Maria ke Jalan lain ke Roma karya Idrus (1948)
    16. Polemik Kebudayaan karya Achdiat K. Mihardja
    17. Atheis karya Achdiat Karta Mihardja (1949)
    18. Yang Terampas dan Yang Putus dan Deru Campur Debu karya Chairil Anwar (1950)
    19. Tiga Menguak Takdir karya Chairil Anwar, Rivai Apin, dan Asrul Sani (1958)
    20. Jalan Tak Ada Ujung karya Mochtar Lubis (1952)
    21. Surat Kertas Hijau karya Sitor Situmorang (1953)
    22. Kesusastraan Indonesia Modern dalam Kritik dan Esei (I-IV) karya H.B.Jassin (1954-1967)
    23. Priangan Si Jelita karya Ramadhan KH (1956)
    24. Robohnya Surau Kami karya A.A. Navis (1956)
    25. Si Doel Anak Djakarta Karya Aman Dt. Madjoindo (1956)
    26. Malam Jahanam karya Motinggo Busye (1958)
    27. Pulang karya Toha Mohtar (1958)
    28. Ramayana karya R.A. Kosasih (1960)
    29. Empat Kumpulan Sajak karya WS Rendra (1961)
    30. Matinja Seorang Petani karya Agam Wispi
    31. Pagar Kawat Berduri karya Trisnojuwono (1961)
    33. Angkatan 66 Prosa dan Puisi karya H.B. Jassin (1968)
    34. Gairah untuk Hidup dan untuk Mati karya Nasjah Djamin (1968)
    35. Duka-Mu Abadi karya Sapardi Djoko Damono (1969)
    36. Ziarah karya Iwan Simatupang (1969)
    37. Heboh Sastra karya H.B. Jassin (sebagai penyunting) (1970)
    38. Pariksit karya Goenawan Mohamad (1971)
    39. Dari Suatu Masa dari Suatu Tempat karya Asrul Sani (1972)
    40. Karmila karya Marga T (1973)
    41. Pada Sebuah Kapal karya N.H Dini (1973)
    42. Sajak-sajak 33 karya Toeti Heraty Noerhadi (1973)
    43. Godlob karya Danarto (1975)
    44. Khotbah di Atas Bukit karya Kuntowijoyo (1976)
    45. Meditasi karya Abdul Hadi WM (1976)
    46. Ali Topan Anak Jalanan karya Teguh Esha (1977)
    47. Laut Biru Langit Biru karya Ajip Rosidi (1977)
    48. Raumanen karya Marianne Katoppo (1977)
    49.  Upacara karya Korrie Layun Rampan (1978)
    50.  Dan Perang Pun Usai karya Ismail Marahimin (1979)
    51.  Manusia Indonesia karya Mochtar Lubis (1980)
    52.  Tetralogi Pulau Buru (Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah, Rumah Kaca) karya Pramoedya Ananta Toer (1980-1980-1985-1987)
    53.  Kuantar ke Gerbang karya Ramadhan KH. (1981)
    54.  O Amuk Kapak karya Sutardji Calzoum Bachri (1981/1973-1977-1979)
    55.  Pengakuan Pariyem karya Linus Suryadi AG (1981)
    56. Burung-burung Manyar karya YB Mangunwijaya (1982)
    57. Sastra dan Religiositas karya Y.B Mangunwijaya (1982)
    58. Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk  karya Ahmad Tohari (1982-1985-1986)
    59. Anak Bajang Menggiring Angin karya Sindhunata (1983)
    60. Olenka karya Budi Darma (1983)
    61. Abad yang Berlari karya Afrizal Malna (1984)
    62. Hamba-hamba Kebudayaan karya Dami N. Toda (1984)
    63. Dari Pojok Sejarah (Sebuah Renungan Perjalanan) karya Emha Ainun Nadjib (1985)
    64. Sakerah karya Djamil Soeherman (1985)
    65. Gadis Pantai karya Pramoedya Ananta Toer (1987)
    66. Antologi Puisi Indonesia Modern: Tonggak  karya Linus Suryadi AG (penyunting) (1987)
    67. Sumur Tanpa Dasar karya Arifin C Noer (1989)
    68. Wiro Sableng karya Bastian Tito (1990)
    69. Catatan Pinggir karya Goenawan Mohamad (1991)
    70. Para Priyayi karya Umar Kayam (1991)
    71.  Seri Cerpen Pilihan Kompas 1991-2007
    72.  Saksi Mata karya Seno Gumira Ajidarma (1994)
    73.  Dan Kematian Makin Akrab karya Soebagio Sastrowardojo (1995)
    74. Al-Qur’anul Karim Bacaan Mulia karya H.B. Jassin (editor) (1995)
    75. Asal Usul Karya Mahbub Djunaidi (1996)
    76. Pendekar Super Sakti karya Asmaraman S Kho Ping Hoo (1996)
    77.  Senjakala Kebudayaan karya Nirwan Dewanto (1996)
    78.  Ketika Mas Gagah Pergi karya Helvy Tiana Rosa (1997)
    79.  Saman karya Ayu Utami (1998)
    80. Aku Ingin Jadi Peluru karya Wiji Thukul (1999)
    81.  Celana karya Joko Pinurbo (1999)
    82. Di Atas Umbria karya Acep Zamzam Noor (1999)
    83.  Kali Mati karya Joni Ariadinata (1999)
    84. Madura Akulah Darahmu karya D. Zawawi Imron (1999)
    85.  Memorabilia karya Agus Noor (1999)
    86.  Sampek dan Engtay karya Nano Riantiarno (1999)
    87.  Angkatan 2000 karya Korrie Layun Rampan (2000)
    88.  Nonsens karya Sitok Srengenge (2000)
    89. Kesastraan Melayu Tionghoa dan Kebangsaan Indonesia Jilid 1 karya Marcus A.S. dan Pax Benedanto (penyunting) (2001)
    90. Cantik Itu Luka karya Eka Kurniawan (2002)
    91.  Area X Hymne Angkasa Raya karya Eliza V Handayani (2003)
    92.  Cala Ibi karya Nukila Amal (2003)
    93. Kill The Radio karya Dorothea Rosa Herliany (2000)
    94. Sastra Indonesia dalam Enam Pertanyaan karya Ignas Kleden (2003)
    95.  Tuhan Izinkan Aku Menjadi Pelacur karya Muhidin M Dahlan
    96.  Ayat-Ayat Cinta  karya Habiburrahman El Shirazy (2004)
    97.  Cintapuccino karya Icha Rahmanti (2004)
    98.  Puisi-puisi Mbeling karya Remy Silado (2004)
    99. Sastra Cyber Polemik Sastra Cyberpunk karya Saut Situmorang (Ed.) (2004)
    100.Laskar Pelangi karya Andrea Hirata (2005)


Demikian daftar buku sastra yang (katanya) Patut Dibaca. Semoga bisa jadi referensi :)


1 Response to "100 Buku Sastra yang (katanya) Patut Dibaca"

  1. WAAAAHHHHH TERIMA KASIH BANYAK!!
    ini membantu sekali..
    tapi maaf, heheh no.32 nya hilang :D
    semoga nanti bisa ditambahkan :D

    BalasHapus